Baca: Bandara Soetta Sempat Ditutup akibat Erupsi Anak Krakatau, Penumpang Menunggu Kepastian
LUMINASIA.ID, TANGERANG — Pemerintah Kota Tangerang meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi paparan abu vulkanik. Meski demikian, warga diminta tidak bereaksi berlebihan dan tetap mengikuti informasi yang disampaikan melalui kanal resmi pemerintah.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Mahdiar, mengimbau warga menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, terutama saat kondisi udara dipenuhi debu.
Baca: Gas SO2 Anak Krakatau Meluas, BMKG Ingatkan Warna Peta Satelit Bukan Indikator Bahaya di Permukaan
Menurut Mahdiar, penggunaan masker merupakan langkah sederhana untuk membantu mengurangi paparan partikel debu. Namun, masyarakat tidak perlu membeli masker dalam jumlah berlebihan.
“Waspada dengan menggunakan masker saat di luar ruangan. Namun, kewaspadaan ini juga jangan menimbulkan panic buying,” kata Mahdiar.
Ia meminta masyarakat membeli kebutuhan perlindungan secukupnya agar ketersediaan masker tetap terjaga dan dapat diakses oleh warga lain yang membutuhkan.
Selain itu, Pemkot Tangerang mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Informasi mengenai perkembangan kondisi lingkungan maupun potensi dampak abu vulkanik akan disampaikan melalui kanal resmi pemerintah.
Warga yang mengalami gangguan kesehatan setelah terpapar debu, seperti iritasi mata atau masalah pernapasan, diminta segera melakukan langkah perlindungan dan memperoleh pelayanan kesehatan jika diperlukan.
BPBD bersama perangkat daerah terkait juga terus melakukan pemantauan sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan. Masyarakat diharapkan tetap tenang, menggunakan masker sesuai kebutuhan, serta mengikuti arahan dari pihak berwenang.



