LUMINASIA.ID, MAKASSAR — Keselamatan berkendara tidak cukup hanya dengan mengetahui aturan lalu lintas.
Pengendara perlu menerapkan pengetahuan tersebut dalam aktivitas sehari-hari agar dapat mengenali risiko dan mengambil keputusan yang tepat saat berada di jalan.
Hal tersebut menjadi salah satu materi yang disampaikan Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) dalam edukasi safety riding kepada sekitar 150 peserta di Markas Polisi Militer Kodam XIV/Hasanuddin (Mapomdam XIV/Hsn), Makassar, Senin, 7 September 2026.
Instruktur Safety Riding Asmo Sulsel, Wanny, mengatakan keselamatan berkendara perlu menjadi kebiasaan yang diterapkan dalam setiap aktivitas berkendara, bukan hanya dipahami sebagai teori.
Baca: Berkendara Tetap Nyaman Saat Hujan Abu dan Asap, Simak Tipsnya
“Safety riding bukan sekadar mengetahui aturan lalu lintas, tetapi bagaimana pengetahuan tersebut diterapkan dalam keseharian. Mulai dari mempersiapkan kondisi diri, menggunakan perlengkapan berkendara yang sesuai, memahami situasi di jalan, hingga menjaga kedisiplinan dan etika berkendara. Kami berharap edukasi ini dapat membantu peserta semakin sadar bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab setiap pengguna jalan,” ujar Wanny.
Berikut enam tips yang perlu diperhatikan pengendara untuk menerapkan safety riding dalam aktivitas sehari-hari.
1. Persiapkan Kondisi Diri Sebelum Berkendara
Sebelum berkendara, pengendara perlu memastikan kondisi dirinya siap untuk melakukan perjalanan.
Kondisi tubuh dan kesiapan pengendara penting karena berkaitan dengan kemampuan berkonsentrasi serta mengambil keputusan ketika menghadapi berbagai situasi di jalan.
2. Gunakan Perlengkapan Berkendara yang Sesuai
Perlengkapan berkendara menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan.
Pengendara perlu menggunakan perlengkapan yang sesuai untuk memberikan perlindungan selama berkendara.
Penggunaan perlengkapan berkendara juga merupakan bagian dari penerapan keselamatan, bukan sekadar memenuhi aturan.
3. Pahami Situasi di Jalan
Pengendara perlu memperhatikan kondisi dan situasi di sekitar selama perjalanan.
Memahami situasi di jalan membantu pengendara mengenali potensi risiko lebih awal sehingga dapat menentukan tindakan yang tepat.
Karena itu, pengendara perlu tetap fokus terhadap kondisi lalu lintas dan lingkungan di sekitarnya.
Baca: Jangan Asal Cuci, Ini Cara Bikin Plastik Bodi Motor Honda Tetap Kinclong dan Tak Cepat Retak
4. Kendalikan Kendaraan dengan Baik
Pengendara perlu mampu mengendalikan kendaraan sesuai dengan situasi yang dihadapi.
Pemahaman terhadap kondisi jalan dan lingkungan sekitar membantu pengendara mengantisipasi berbagai risiko yang mungkin muncul selama perjalanan.
Hindari tindakan berkendara yang dapat meningkatkan risiko dan selalu utamakan keselamatan.
5. Jaga Kedisiplinan dan Etika Berkendara
Keselamatan berkendara juga berkaitan dengan kedisiplinan dan etika di jalan.
Mematuhi aturan lalu lintas serta menghargai pengguna jalan lain merupakan bagian dari upaya menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib.
Kebiasaan tersebut perlu diterapkan secara konsisten dalam setiap aktivitas berkendara.
6. Ingat, Keselamatan Tanggung Jawab Bersama
Menurut Wanny, keselamatan berlalu lintas bukan hanya menjadi tanggung jawab satu kelompok masyarakat.
Dibutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar budaya berkendara yang aman, tertib dan disiplin dapat semakin kuat.
Karena itu, edukasi safety riding diharapkan tidak berhenti pada kegiatan edukasi, tetapi dapat diterapkan peserta dalam aktivitas sehari-hari.
Marketing Manager Asmo Sulsel, Antofany Yusticia Ahmadi, mengatakan Asmo Sulsel akan terus berupaya memperluas jangkauan edukasi keselamatan berkendara kepada berbagai lapisan masyarakat dan instansi.
“Bagi kami, edukasi safety riding merupakan bagian penting dari komitmen Asmo Sulsel untuk terus menyebarkan ilmu dan kesadaran mengenai keselamatan berkendara hingga ke seluruh pihak. Kami percaya semakin banyak orang yang memahami dan menerapkan safety riding, semakin besar pula peluang untuk menciptakan lingkungan lalu lintas yang lebih aman dan tertib,” ujar Yusticia.
Melalui edukasi tersebut, Asmo Sulsel berharap peserta tidak hanya mendapatkan tambahan pengetahuan mengenai keselamatan berkendara, tetapi juga dapat menjadi contoh dalam menerapkan budaya tertib berlalu lintas di lingkungan masing-masing.
Kolaborasi dengan berbagai pihak juga akan terus didorong agar pesan keselamatan berkendara dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.



