LUMINASIA.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar berencana membangun dua greenhouse berbasis Internet of Things (IoT) pada tahun mendatang sebagai bagian dari upaya mengembangkan teknologi di sektor pertanian dan mendukung ketahanan pangan.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan rencana tersebut membutuhkan sumber daya manusia dengan kompetensi teknik elektro yang mampu memastikan sistem teknologi di dalam greenhouse dapat dirancang dan dioperasikan dengan baik.
Hal tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri Seminar Nasional Teknik Elektro 2026 yang digelar Politeknik Bosowa bersama Forum Pendidikan Tinggi Teknik Elektro Indonesia (FORTEI) di Menara Bosowa, Makassar, Rabu (23/9/2026).
"Di Kota Makassar, tahun depan akan dibangun dua greenhouse dengan berbasis IoT. Ini dibutuhkan sarjana-sarjana terampil yang akan memastikan ini," kata Munafri.
Baca: Pemkot Makassar Siapkan 40 SPAM Baru hingga 2027, untuk Area Tak Terlayani PDAM
Menurutnya, penerapan IoT dapat menjadi salah satu pendekatan untuk menjawab persoalan keterbatasan lahan dan kebutuhan peningkatan produktivitas pertanian di perkotaan.
Munafri mencontohkan penerapan teknologi pertanian di Belanda yang mampu mengoptimalkan lahan terbatas melalui pemanfaatan teknologi sehingga menghasilkan produktivitas pertanian yang tinggi.
Ia menilai pendekatan serupa dapat dikembangkan sesuai kebutuhan dan karakteristik Kota Makassar, khususnya dalam menjawab tantangan ketahanan pangan.
"Kami dari pemerintah kota concern benar terhadap ini untuk tidak melakukan segalanya, tetapi menjadi pionir, pelopor untuk memastikan keterlibatan masyarakat dalam rangka mengakses Internet of Things, khususnya di bidang pertanian," terangnya.
Munafri mengatakan pengembangan teknologi di Makassar tidak harus dilakukan sendiri oleh pemerintah. Perguruan tinggi, mahasiswa, alumni, hingga organisasi pendidikan tinggi teknik elektro dapat mengambil bagian melalui kolaborasi.
Ia menyebut Pemerintah Kota Makassar memiliki Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) yang dapat menjadi salah satu ruang pengembangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
"Di Pemerintah Kota Makassar ada namanya BRIDA. BRIDA ini bisa menjadi tempat untuk memberikan berbagai macam akses untuk terus memberikan upgrading dan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang ada di Kota Makassar," tuturnya.
Baca: Appi Kunjungi TPA Antang, Naik hingga ke Puncak Area Timbunan
Selain sektor pertanian, Munafri melihat kompetensi teknik elektro juga memiliki ruang penerapan yang luas dalam pembangunan kota, mulai dari kendaraan listrik, energi baru terbarukan, sistem kelistrikan, digitalisasi layanan hingga teknologi pintar.
Ia bahkan mengajak FORTEI dan perguruan tinggi di Makassar membawa konsep teknologi modern yang dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan perkotaan.
"Hal seperti inilah yang akan kita coba membangun. Saya ingin dari FORTEI, khususnya Universitas yang ada di Kota Makassar ini, datang kepada Pemkot membawakan konsep modern yang bisa terapkan di Kota Makassar," katanya.
Menurut Munafri, kolaborasi tersebut penting agar teknologi yang dikembangkan perguruan tinggi tidak berhenti pada ruang akademik, tetapi dapat diterapkan untuk kebutuhan masyarakat.
"Kota ini harus dibangun secara kolaboratif dengan sisi yang harus menempatkan orang-orang tepat pada bidangnya," jelasnya.
Ia menilai Seminar Nasional Teknik Elektro 2026 menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan pemerintah dengan perguruan tinggi dan insan teknik elektro dalam membicarakan kebutuhan teknologi di Kota Makassar.
"Ini merupakan kesempatan yang baik buat saya agar kiranya ini bisa menjadi ruang kolaborasi yang baik antara Pemerintah Kota Makassar dengan FORTEI," tegasnya.



