LUMINASIA.ID, MAKASSAR – Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar menghadirkan Festival Urban Farming pada 11–15 November 2026 di Anjungan City of Makassar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar.
Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi, kreativitas, dan pemberdayaan masyarakat melalui pengenalan berbagai program pemerintah di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan, sekaligus menghadirkan pasar tani, pameran, serta beragam perlombaan.
Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar, Aulia Arsyad, mengatakan festival tersebut dirancang untuk memperkenalkan cakupan tugas dan program DP2 yang selama ini belum sepenuhnya diketahui masyarakat.
"Festival Urban Farming menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat berbagai potensi dan program Pemerintah Kota Makassar di sektor pertanian, perikanan, hingga peternakan," ujarnya, Sabtu (7/11/2026).
Menurutnya, masyarakat selama ini lebih mengenal DP2 melalui kegiatan urban farming, padahal tugas dinas tersebut juga mencakup pembinaan nelayan, perikanan tangkap, hingga pemberdayaan kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan bahwa DP2 bukan hanya mengurus urban farming. Ada banyak sektor lain yang juga menjadi bagian dari tugas kami, termasuk perikanan tangkap, pembinaan nelayan, serta kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan," tutur mantan Kepala Dinas Sosial Kota Makassar tersebut.
Selama lima hari pelaksanaan, Festival Urban Farming menghadirkan sejumlah agenda, mulai dari talkshow, edukasi, pameran program, pasar tani, pasar hobi, hingga pameran produk inkubator UMKM yang melibatkan sejumlah perangkat daerah.
Pengunjung juga dapat memanfaatkan layanan kesehatan hewan dan vaksinasi gratis sebagai bagian dari edukasi serta peningkatan kepedulian terhadap kesehatan hewan peliharaan.
Festival ini turut melibatkan berbagai kelompok masyarakat, di antaranya kelompok tani, kelompok wanita tani, kelompok nelayan, kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan, serta keluarga nelayan.
Sejumlah komunitas dan lembaga pendidikan yang bergerak di bidang pertanian, peternakan, dan pengolahan sampah organik juga dilibatkan dalam kegiatan tersebut.
"Di antaranya komunitas budidaya maggot, UIM dengan pengembangan budidaya jamur, serta Unhas melalui pengembangan ayam alopi," katanya.
Aulia menambahkan, keterlibatan berbagai kelompok tersebut diharapkan dapat memperluas ruang berbagi pengetahuan, memperkenalkan inovasi, sekaligus membuka peluang pengembangan usaha berbasis potensi lokal.
Suasana festival juga diramaikan dengan agenda talkshow yang menghadirkan sejumlah narasumber. Pada hari pertama, kegiatan menghadirkan Fadli Padi, sedangkan pada puncak acara dijadwalkan menghadirkan Taufik, Ketua RT dari Jakarta Selatan, untuk berbagi pengetahuan mengenai urban farming dan edukasi peternakan.
Selain itu, Ketua Dekranasda Kota Makassar, Melinda Aksa, juga dijadwalkan hadir sebagai narasumber.
Memasuki hari terakhir, festival diramaikan dengan sejumlah perlombaan yang melibatkan berbagai kalangan masyarakat.
Aulia menyebutkan, beberapa perlombaan yang disiapkan di antaranya lomba jala parak atau balap perahu Jolloro yang melibatkan kapal-kapal kecil nelayan di sekitar Untia.
Selain itu, terdapat fashion show kucing, lomba memasak olahan ikan yang diikuti kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan, lomba merangkai buah dan sayur oleh TP PKK, serta lomba mewarnai bagi anak-anak.
"Melalui Festival Urban Farming ini, kami di DP2 ingin menjadikan momentum HUT ke-419 Kota Makassar sebagai kesempatan untuk mendekatkan program pemerintah dengan masyarakat," tegasnya.
Menurutnya, lebih dari sekadar pameran, kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan antara pemerintah, komunitas, kelompok tani, nelayan, pelaku usaha, dan masyarakat untuk saling berbagi pengetahuan serta memperlihatkan potensi sektor pertanian dan perikanan yang dapat dikembangkan bersama.
"Semangat HUT ke-419 Kota Makassar memberikan manfaat nyata melalui penguatan ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta pengembangan potensi lokal," tutupnya. (*)




