LUMINASIA.ID, MAKASSAR - Pembangunan Gedung Alumni lima lantai Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar terus berlanjut setelah alumni Pendidikan Matematika Unismuh, Dzulfikar Ahmad Tawalla, S.Pd., M.I.Kom., menyalurkan bantuan dengan total Rp200 juta untuk mendukung penyelesaian gedung tersebut.
Dzulfikar yang saat ini diamanahkan sebagai Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) telah dua kali memberikan bantuan kepada DPP Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unismuh Makassar, masing-masing Rp100 juta, dengan bantuan tahap kedua diterima pada Jumat, 2 Oktober 2026.
Ketua Umum DPP IKA Unismuh Makassar Prof Dr Andi Sukri Syamsuri mengatakan kontribusi tersebut menjadi energi tambahan bagi IKA untuk mempercepat penyelesaian gedung yang diproyeksikan sebagai pusat aktivitas alumni.
“Pak Wamen, Bapak Dzulfikar Ahmad Tawalla, sudah dua kali memberikan bantuan untuk pembangunan Gedung Alumni. Tahap pertama Rp100 juta dan hari ini kami kembali menerima bantuan tahap kedua Rp100 juta. Jadi, total kontribusi beliau sudah Rp200 juta,” ujar Prof Andis.
Menurut Prof Andis, dukungan tersebut menunjukkan hubungan alumni dengan almamater tidak berhenti setelah menyelesaikan pendidikan, tetapi dapat dilanjutkan melalui kontribusi untuk memperkuat institusi dan membangun jejaring yang bermanfaat bagi generasi berikutnya.
Ia berharap dukungan Dzulfikar dapat mendorong alumni Unismuh dari berbagai angkatan dan profesi untuk ikut bergotong royong menuntaskan pembangunan Gedung Alumni.
“Kami tentu menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Pak Dzulfikar. Ini merupakan bentuk kepedulian nyata seorang alumni terhadap almamaternya. Kami berharap semangat yang sama tumbuh di kalangan alumni Unismuh lainnya,” kata Prof Andis.
Gedung Pusat DPP IKA Unismuh Makassar tersebut dirancang setinggi lima lantai dan sejak awal diproyeksikan menjadi “rumah besar alumni”.
Gagasan pembangunan gedung itu telah dirintis sekitar satu dekade lalu, sementara pada awal 2026 pembangunannya disebut baru mencapai satu lantai.
Kini, perkembangan fisik gedung mulai terlihat lebih maju dengan struktur beton bertulang untuk bagian lantai berikutnya yang telah berdiri, ditandai kolom, balok, dan pelat beton yang mulai membentuk kerangka bangunan.
Sejumlah tulangan besi juga masih terlihat menjulang pada bagian atas kolom, menunjukkan pekerjaan struktur masih berlangsung dan pembangunan belum memasuki tahap penyelesaian akhir.
Perkembangan tersebut memperlihatkan pembangunan telah bergerak dari tahap awal menuju pengerjaan struktur lanjutan, meski dukungan pembiayaan secara berkelanjutan masih diperlukan agar gedung lima lantai itu dapat diselesaikan sesuai rencana.
DPP IKA Unismuh menempatkan kelanjutan pembangunan Gedung Alumni sebagai salah satu agenda strategis organisasi yang telah mengemuka dalam rangkaian pelantikan dan Rapat Kerja Nasional DPP IKA Unismuh pada awal 2026.
Gedung tersebut tidak hanya dirancang sebagai kantor organisasi, tetapi akan memiliki sejumlah fungsi yang menopang aktivitas ekonomi, organisasi, pertemuan, dan jejaring alumni.
“Insya Allah Gedung Alumni ini akan difungsikan secara maksimal. Lantai satu kami rancang untuk unit-unit usaha. Lantai dua akan menjadi kantor pengurus IKA, sedangkan lantai tiga dan lantai empat akan kami jadikan aula besar serta ruang-ruang meeting,” ujar Prof Andis.
Lantai satu yang diperuntukkan bagi unit-unit usaha diharapkan menjadi ruang pengembangan aktivitas ekonomi alumni sekaligus menghidupkan gedung setiap hari dan memperkuat kemandirian organisasi.
Lantai dua akan digunakan sebagai pusat administrasi dan pengelolaan organisasi DPP IKA Unismuh untuk mengelola program alumni, konsolidasi kepengurusan, pengembangan jejaring, serta komunikasi dengan alumni di berbagai daerah.
Sementara lantai tiga dan lantai empat direncanakan menjadi ruang pertemuan berkapasitas lebih besar yang dapat digunakan untuk rapat organisasi, seminar, reuni, forum alumni, pelatihan, kegiatan sosial, dan berbagai agenda yang mempertemukan alumni lintas angkatan dan profesi.
Ruang-ruang meeting juga disiapkan untuk mendukung lahirnya berbagai bentuk kolaborasi di antara alumni.
“Jadi, kami ingin gedung ini benar-benar hidup. Ada aktivitas organisasi, ada kegiatan ekonomi, ada ruang pertemuan, dan ada tempat bagi alumni untuk membangun jejaring. Bukan sekadar bangunan, tetapi pusat aktivitas alumni,” kata Prof Andis.
Menurutnya, konsep tersebut penting karena alumni Unismuh telah tersebar dan berkiprah di berbagai sektor sehingga IKA membutuhkan pusat yang dapat mempertemukan potensi alumni dalam satu ruang bersama.
Gedung tersebut diharapkan menjadi titik temu alumni yang bekerja di pemerintahan, dunia usaha, pendidikan, politik, berbagai profesi, hingga bidang pengabdian masyarakat.
“Gedung ini kita inginkan menjadi rumah besar seluruh alumni Unismuh. Bukan hanya gedung secara fisik, tetapi tempat alumni bertemu, membangun jejaring, melahirkan gagasan, dan memberikan kontribusi kepada almamater maupun masyarakat,” ujarnya.
DPP IKA Unismuh berharap kontribusi Dzulfikar dapat menjadi pemantik gerakan bersama alumni untuk mempercepat penyelesaian pembangunan gedung lima lantai tersebut.
Menurut Prof Andis, kekuatan IKA terletak pada luasnya jejaring alumni yang telah berkiprah di berbagai bidang sehingga potensi tersebut perlu dihimpun dan diarahkan menjadi kekuatan bersama.
“Semangatnya adalah dari alumni, oleh alumni, dan untuk kemajuan bersama. Kami ingin Gedung Alumni ini diselesaikan dengan kekuatan kebersamaan alumni Unismuh,” pungkas Prof Andis.




