LUMINASIA.ID, AUSTIN - Pembalap Indonesia dari Honda Team Asia, Veda Ega Pratama, mengakui dirinya terlalu agresif saat berusaha mengejar grup depan hingga mengalami kecelakaan pada balapan Moto3 Grand Prix Amerika Serikat 2026 di Circuit of The Americas (COTA), Texas.
Veda terjatuh ketika berjuang menembus lima besar setelah sempat bangkit dari posisi kedelapan dan naik ke urutan keenam pada lap keempat, tetapi kecelakaan highside saat keluar dari Tikungan 11 membuatnya gagal menyelesaikan balapan.
“Balapan hari ini sangat berat bagi saya karena sejak awal terjadi banyak pertarungan agresif di dalam grup, dan tidak mudah untuk mengendalikan semuanya,” kata Veda, seperti dikutip dari Inilah.com.
Pembalap bernomor 9 tersebut menjelaskan dirinya mulai menemukan ritme setelah kehilangan beberapa posisi pada awal balapan, kemudian berhasil menyalip sejumlah pembalap untuk mendekati grup terdepan.
Namun, upayanya mengejar posisi lebih baik berakhir setelah ia melakukan kesalahan ketika melebar dan membuka gas terlalu agresif saat motor masih dalam posisi menikung.
“Sayangnya, saya membuat kesalahan dan itu mengakhiri balapan saya. Saya sedikit melebar dan kemudian membuka gas terlalu agresif saat masih menikung, dan saya kehilangan kendali motor,” ujarnya.
Veda mengaku kecewa karena menilai dirinya memiliki peluang untuk meraih hasil baik pada balapan tersebut, tetapi ia berusaha menjadikan insiden itu sebagai bagian dari proses belajar dan menambah pengalaman di kelas Moto3.
Baca: Hasil Kualifikasi MotoGP Jepang 2026: Jorge Martin Pole, Dua Pembalap Honda LCR Tembus 10 Besar
“Tentu saja saya kecewa, karena saya pikir hari ini kami memiliki kesempatan yang baik, tetapi ini juga bagian dari pembelajaran dan mendapatkan pengalaman. Saya akan mengambil ini sebagai pelajaran penting dan kembali lebih kuat di Jerez,” kata Veda.
Kecelakaan tersebut menjadi hasil mengecewakan setelah Veda sebelumnya mencatatkan pencapaian bersejarah dengan menjadi pembalap Indonesia pertama yang meraih podium Grand Prix di Goiania, satu pekan sebelum seri Amerika Serikat.
Di COTA, Veda justru mengawali akhir pekan dengan penampilan kompetitif meski menghadapi sirkuit yang belum pernah dijajalnya.
Ia berhasil lolos langsung ke kualifikasi kedua (Q2) untuk ketiga kalinya secara beruntun dan mengamankan posisi start keempat sebelum menjalani balapan.
Saat lomba dimulai, Veda sempat turun ke posisi kedelapan, tetapi mampu memperbaiki posisinya hingga berada di urutan keenam pada lap keempat.
Sayangnya, kecelakaan di Tikungan 11 membuatnya mencatatkan hasil tidak finis atau did not finish (DNF) dan pulang tanpa tambahan poin dari seri tersebut.
Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, menilai Veda sebenarnya memiliki kecepatan untuk bersaing di grup depan dan memperebutkan posisi teratas.
“Veda bertarung dekat dengan grup depan dan memiliki kecepatan untuk tetap bersaing memperebutkan posisi teratas,” ujar Aoyama.
Baca: Zarco Tercepat di Honda, Nakagami Cedera di FP1 MotoGP Jepang 2026
Menurut Aoyama, Veda sempat kehilangan posisi pada awal lomba, tetapi mampu bangkit dan kembali mengejar rombongan pembalap terdepan sebelum kesalahan yang berujung kecelakaan terjadi.
“Dia sedikit kehilangan posisi di awal, tetapi dia pulih dengan baik dan mengejar kembali sebelum melakukan kesalahan kecil yang menyebabkan kecelakaan. Sangat disayangkan karena dia memiliki kecepatan dan kepercayaan diri untuk melakukan balapan yang sangat baik sekali lagi,” tuturnya.
Akibat gagal finis di Amerika Serikat, Veda kehilangan kesempatan menambah poin dan turun ke peringkat ketujuh klasemen sementara Moto3 2026.
Meski demikian, pembalap asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tersebut masih memimpin persaingan gelar Rookie of the Year musim ini, di atas dua rival sesama debutan, Brian Uriarte dari Red Bull KTM Ajo dan Rico Salmela dari Red Bull KTM Tech3.
Setelah seri Amerika Serikat, Veda dijadwalkan kembali berlaga pada putaran keempat Kejuaraan Dunia Moto3 2026 di Grand Prix Spanyol, Sirkuit Jerez, pada 24-26 April 2026, dengan membawa pelajaran dari kecelakaan yang dialaminya di COTA.




