Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Ekonomi

Tak Hanya Sekedar Membantu Jualan Telur, Begini Peran TJSL Pertamina Dongkrak Perekonomian 3 Wanita Paruh Baya di Maros

Senin, 26 Oktober 2026 11:19
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
Hartati dibantu Hamsiah melakukan roses pemanggangan telur asin menggunakan oven dari Pertamina, di Agrokompleks Hasanuddin, Desa Baji Mangngai, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Kamis (22/10/2026).
LUMINASIA.ID, MAROS – Telur-telur bebek itu berpindah dari satu tangan ke tangan lainnya. Tiga wanita paruh baya, Hartati, Hamsiah, dan Mariama bekerja bersama. Memungut telur yang fresh dari kandang bebek, dan satu per satu diolah.

Cangkang yang semula masih menyisakan kotoran dicuci hingga bersih, lalu dibalur abu gosok yang telah dibasahi.

Dengan telaten, mereka memastikan setiap telur terlapisi sebelum disimpan untuk menjalani proses pengasinan.

Pekerjaan mereka belum selesai hari itu. Telur-telur tersebut harus menunggu selama tujuh hari sebelum kembali disentuh. Setelah masa pemeraman usai, lapisan abu gosok dibersihkan dengan air. 

Telur kemudian direbus hingga matang, lalu dipanggang menggunakan oven. 

Barulah setelah melewati rangkaian proses itu, telur asin dikemas dan dipasarkan dengan merek Salted Eggs Low Cholesterol “Laleng Kessie”. 

Diolah dengan cara dipanggang menggunakan oven, produk ini dikembangkan sebagai pilihan telur asin rendah kolesterol yang lebih sehat bagi konsumen.

Hal tersebut menjadi rutinitas ketiga wanita tersebut di Agrokompleks Hasanuddin, Desa Baji Mangngai, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros. Proses tersebut nyaris menjadi bagian dari keseharian ketiganya dalam mengembangkan usaha.

 Ada ketekunan dalam setiap tahap, juga kerja sama. Telur bebek yang awalnya hanya diambil dan langsung dijual, kini mereka olah bukan sekadar bahan pangan, melainkan hasil peternakan yang kini bisa memberikan nilai tambah.

proses pembuatan telur asin Laleng Kassie hasil olahan Kelompok Laleng Kassie di Agrokompleks Hasanuddin, Desa Baji Mangngai, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Kamis (22/10/2026).


Bagi Hartati, Hamsiah, dan Mariama, usaha ini juga membawa perubahan dalam kehidupan ekonomi mereka. Jika sebelumnya pemasukan belum menentu, kini kegiatan budidaya bebek petelur dan pengolahan telur asin dalam Kelompok Laleng Kassi'e menjadi sumber penghasilan yang lebih teratur. 

Perubahan itu tumbuh melalui usaha yang mereka jalankan bersama, tak akan terjadi  tanpa dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (TJSL) PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin.

Bagi Hartati, Hamsiah, dan Mariama, kegiatan itu bukan sekadar rutinitas mengolah bahan pangan. Ada harapan ekonomi yang tumbuh dari setiap telur yang mereka hasilkan.

Melalui usaha budidaya bebek petelur dan pengolahan telur asin dalam Kelompok Laleng Kassi'e, ketiganya kini memiliki sumber penghasilan yang lebih teratur dibandingkan sebelumnya, ketika pemasukan mereka belum menentu.

Perubahan itu menjadi bagian dari pengembangan usaha masyarakat yang mendapat pendampingan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin.

Pendampingan yang dimulai sejak 2021 tersebut membantu kelompok mengembangkan peternakan sekaligus mengolah hasilnya menjadi produk bernilai tambah.

Mengubah Telur Bebek Menjadi Produk Bernilai Tambah

Di Agrokompleks Hasanuddin, telur bebek menjadi bahan baku utama usaha kelompok. Hasil peternakan tidak seluruhnya dijual dalam kondisi segar. Sebagian diolah menjadi telur asin agar memiliki nilai jual dan pilihan pasar yang lebih luas.

Ketua Kelompok Laleng Kassi'e, Mariama, menjelaskan kelompoknya mampu menghasilkan ratusan telur bebek setiap pekan. Hasil tersebut dipasarkan melalui dua jalur, yakni penjualan telur segar dan pengolahan menjadi telur asin.

“Telur bebek yang dihasilkan tidak hanya dijual dalam kondisi segar, tetapi juga diolah menjadi telur asin agar memiliki nilai tambah dan dapat dipasarkan sebagai produk unggulan kelompok,” ujar Mariama saat menerima kunjungan media bersama manajemen Pertamina Patra Niaga, Kamis (22/10/2026).

Produk olahan yang dikembangkan kelompok ini dikenal dengan nama Salted Eggs Low Cholesterol “Laleng Kessie”. Telur asin tersebut dikemas dalam kotak berisi 10 butir dan dijual dengan harga sekitar Rp45.000 per kotak. Produk ini dipasarkan sebagai oleh-oleh maupun untuk memenuhi pesanan khusus.

Sementara itu, telur bebek segar dijual dengan harga sekitar Rp60.000 per rak. Kelompok juga memproduksi telur asin biasa dengan harga mulai Rp85.000 per rak.

“Melalui pengolahan ini, hasil budidaya tidak hanya bergantung pada penjualan telur segar. Kami juga berupaya mengembangkan produk olahan yang lebih praktis dipasarkan,” kata Mariama.


Proses pemanggangan telur asin menggunakan oven di Agrokompleks Hasanuddin, Desa Baji Mangngai, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Kamis (22/10/2026).


Pengolahan tersebut memberikan pilihan bagi kelompok untuk memanfaatkan hasil peternakan. Telur yang dihasilkan dapat langsung dijual atau diolah lebih dahulu menjadi produk siap konsumsi yang memiliki nilai tambah.

Bagi tiga perempuan yang terlibat dalam kegiatan produksi ini, keberadaan usaha tersebut membuka kesempatan untuk memperoleh penghasilan dari kegiatan ekonomi yang dijalankan bersama. Dukungan terhadap peternakan dan pengolahan hasil menjadi bagian penting dalam upaya menjaga agar usaha terus berjalan.


Bantuan Bebek, Peralatan, dan Pendampingan

Perkembangan usaha Kelompok Laleng Kassi'e tidak terlepas dari pendampingan Pertamina Patra Niaga. Sejak 2021, kelompok ini mendapat dukungan untuk mengembangkan budidaya bebek petelur, termasuk bantuan ternak dan peralatan produksi.

Mariama menjelaskan, pada awal pengembangan usaha, kelompok menerima bantuan bebek yang jumlahnya berkembang hingga mencapai 250 ekor. Selain itu, mereka memperoleh pendampingan mengenai cara mengelola peternakan dan membesarkan usaha.

Dukungan sarana produksi juga mencakup peralatan penetas telur hingga oven untuk memanggang telur asin. Peralatan tersebut membantu kelompok menjalankan kegiatan usaha dari budidaya sampai pengolahan hasil.

“Jadi mulai dari awal kami diberikan bebek sehingga jumlahnya mencapai 250 ekor. Selain itu, kami diberi pendampingan bagaimana mengelola dan membesarkan peternakan ini. Disediakan juga alat-alatnya mulai dari penetas telur hingga oven untuk memanggang,” paparnya.

Dengan dukungan tersebut, kelompok mengembangkan usaha secara bertahap. Peternakan menyediakan bahan baku, sedangkan pengolahan telur asin memberi alternatif pemanfaatan hasil produksi. Keduanya menjadi bagian dari kegiatan ekonomi yang dijalankan oleh kelompok.

Pengelolaan Limbah MGB

Selain budidaya bebek petelur dan produksi telur asin, peternakan bebek petelur Agrokompleks Hasanuddin ini menjadi salah satu inovasi andalan Pertamina, yang menerapkan pemanfaatan limbah makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai pakan alternatif ternak.

Limbah tersebut berasal dari tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yakni Mandai Bontoa 1, Mandai Bontoa 2, dan Biringkanaya Bakung 1. Jumlah limbah yang dikumpulkan mencapai sekitar 100–150 kilogram per hari.

Limbah makanan dipilah dan ditimbang sebelum diangkut oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Baji Mangngai ke lokasi peternakan untuk dimanfaatkan sebagai pakan alternatif.

Tim CSR dan SMEPP PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Yoga Pratama, mengatakan Agrokompleks Hasanuddin dikembangkan sebagai model peternakan terpadu yang menghubungkan kegiatan budidaya dengan pengelolaan limbah.

“Agrokompleks ini dikembangkan sebagai model peternakan terpadu yang tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga memanfaatkan potensi limbah untuk mendukung efisiensi usaha dan pengelolaan lingkungan,” ujar Yoga.

Menurutnya, pemanfaatan limbah makanan dapat membantu menekan biaya pakan. Pengelolaan peternakan dan pengolahan hasil produksi juga diharapkan meningkatkan produktivitas serta memperkuat kemandirian ekonomi kelompok.

“Melalui program ini, kami mendorong kelompok binaan agar mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitar,” katanya.

Agrokompleks Hasanuddin dirancang sebagai pusat edukasi sekaligus percontohan peternakan terpadu yang menggabungkan kegiatan ekonomi masyarakat dengan pengelolaan lingkungan.

 implementasi Program Agrokompleks Hasanuddin yang memanfaatkan limbah organik dari dapur SPPG dan rumah tangga di Desa Baji Mangngai untuk diolah menjadi pakan bernutrisi tinggi bagi bebek petelur.

Program ini telah memberikan dampak nyata seperti peningkatan produktivitas ternak, efisiensi biaya pakan hingga 75%, serta pemanfaatan 8,1 ton sampah organik.

Program tersebut juga berkontribusi pada penurunan emisi sekitar 0,5 ton CO₂e per tahun.

Hal ini juga diakui Mariama. Menurutnya, limbah MBG yang dikirimkan ke peternakannya sangat membantu ia dan timnya dalam hal menyiapkan makanan.

"Limbah MBG dipisah sesuai kebutuhan, lalu ditambah makanan bebek," ujarnya.


Apresiasi Pemprov Sulsel

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, memberikan apresiasi terhadap inovasi dari Pertamina Patra Niaga melalu Agrokompleks Hasanuddin tersebut.

 “Saya mengucapkan terima kasih kepada Pertamina karena telah mendukung pengembangan kelompok masyarakat binaan, terutama dalam mendukung Program Asta Cita Presiden Prabowo melalui pemanfaatan limbah MBG sebagai pakan alternatif bebek petelur,” ujar Andi Sudirman, beberapa waktu lalu.

"Program ini tidak hanya meningkatkan pendapatan peternak, tetapi juga menjadi contoh nyata bagaimana limbah dapat kembali menjadi nilai ekonomi,” paparnya.

Andi Sudirman menambahkan bahwa inovasi ini berpotensi diterapkan di lebih banyak desa di Sulawesi Selatan sebagai langkah memperkuat ketahanan pangan dan mengurangi sampah organik.


Program TJSL Jangkau Berbagai Wilayah

Selain program TJSL di Maros, Pertamina Patra Niaga juga menjalankan berbagai inisiatif pemberdayaan masyarakat di sejumlah wilayah lain.

Program tersebut disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan lokal, mulai dari penguatan ekonomi, peningkatan akses dan keterampilan, kesehatan masyarakat, pengelolaan sampah, hingga konservasi lingkungan.

Yoga menjelaskan, berbagai program TJSL tersebut dikembangkan sesuai dengan potensi dan kebutuhan masing-masing wilayah. Pendekatan ini mencakup pemberdayaan ekonomi, peningkatan keterampilan, kesehatan masyarakat, pengelolaan sampah, hingga konservasi lingkungan.

“Setiap wilayah memiliki potensi dan tantangan yang berbeda. Karena itu, program pemberdayaan perlu disesuaikan dengan kondisi masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan dan kegiatan yang dikembangkan bisa berkelanjutan,” tuturnya. 

Kendari Kembangkan Budidaya Ayam Petelur

Kegiatan TJSL Pertamina Patra Niaga juga hadir di Kendari, Sulawesi Tenggara, di mana Pertamina mengembangkan program IT Kendari Mata Egg Farm yang menyasar masyarakat rentan, khususnya kelompok yang membutuhkan dukungan untuk meningkatkan kemampuan ekonomi.

Program tersebut berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui budidaya ayam petelur. Pendampingan dilakukan melalui perbaikan sarana dan prasarana, penyusunan standar operasional prosedur (SOP) budidaya, serta pelatihan manajemen usaha.

Yoga menjelaskan, penguatan kapasitas kelompok menjadi salah satu aspek penting agar usaha peternakan dapat berjalan secara lebih terarah.

“Pengembangan Mata Egg Farm tidak hanya menyangkut penyediaan sarana budidaya, tetapi juga peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengelola usaha. Karena itu, pendampingan dan pelatihan menjadi bagian penting dalam program ini,” tuturnya.

Melalui program tersebut, masyarakat diharapkan memiliki keterampilan dan kemampuan pengelolaan usaha yang dapat mendukung kemandirian ekonomi dalam jangka panjang.

PADU Bitung Buka Ruang bagi Penyandang Disabilitas

Di Bitung, Sulawesi Utara, Pertamina menghadirkan IT Bitung PADU atau Pusat Ajar Disabilitas Unggul. Program ini ditujukan untuk memperluas akses pembelajaran dan pengembangan keterampilan bagi penyandang disabilitas, termasuk penyandang disabilitas tuli.

Kegiatan yang dikembangkan mencakup pelatihan membatik dan merangkai manik-manik. Peserta juga mendapatkan pendampingan untuk mengembangkan serta memasarkan hasil karya agar memiliki nilai ekonomi.

“Program PADU menjadi bagian dari upaya membuka kesempatan yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan keterampilan dan menghasilkan karya yang bernilai jual,” kata Yoga.

Ia menjelaskan, pengembangan keterampilan dan pendampingan pemasaran diharapkan dapat memperkuat kepercayaan diri serta membuka peluang ekonomi bagi peserta.

Melalui program ini, pemberdayaan masyarakat tidak hanya diarahkan pada peningkatan pendapatan, tetapi juga perluasan kesempatan agar kelompok yang selama ini menghadapi keterbatasan akses dapat berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi.

Sehati Darling Perkuat Kesehatan Masyarakat Parepare

Di Parepare, Sulawesi Selatan, program FT Parepare Sehati Darling berfokus pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui pendekatan berbasis komunitas.

Kegiatannya meliputi pelatihan kader posyandu lintas tiga generasi, edukasi gizi keluarga, pemantauan kesehatan anak, remaja, dan lanjut usia, serta upaya pencegahan penyakit.

Program tersebut juga mencakup pengelolaan bank sampah serta penanganan ODGJ.

Yoga menjelaskan, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung keberlanjutan program kesehatan.

“Melalui Sehati Darling, penguatan kapasitas kader dan edukasi keluarga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan. Pendekatan berbasis komunitas diharapkan membantu menjaga keberlanjutan kegiatan,” ujarnya.

Selain mendukung peningkatan pengetahuan kesehatan, program ini menghubungkan kegiatan sosial dengan kepedulian terhadap lingkungan melalui pengelolaan sampah.

Integrated Jaya Farming Padukan Pertanian dan Peternakan

Di Poso, Sulawesi Tengah, Pertamina mengembangkan FT Poso Integrated Jaya Farming yang mengintegrasikan sektor pertanian dan peternakan dalam satu ekosistem.

Salah satu kegiatan utamanya adalah mengolah kotoran sapi menjadi pupuk organik untuk mendukung kesuburan lahan pertanian sekaligus membantu menekan biaya operasional petani.

Program ini juga menerapkan teknik fermentasi rumput dan hijauan untuk membantu memenuhi kebutuhan pakan ternak, terutama ketika menghadapi musim kemarau.

“Integrasi pertanian dan peternakan memungkinkan sumber daya yang tersedia dimanfaatkan kembali. Kotoran ternak dapat diolah menjadi pupuk organik, sementara pengelolaan pakan membantu peternak mempersiapkan kebutuhan ternak,” kata Yoga.

Menurut dia, pemanfaatan sumber daya secara terpadu menjadi salah satu pendekatan untuk mendukung efisiensi usaha dan mengurangi ketergantungan terhadap input produksi dari luar.

Dengan pendekatan tersebut, kegiatan pertanian dan peternakan diharapkan dapat saling mendukung serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Mangkasara Ekokreasi Kelola Sampah Perkotaan

Di Makassar, Sulawesi Selatan, program IT Makassar Mangkasara Ekokreasi berfokus pada pengelolaan sampah di kawasan perkotaan.

Program ini mencakup budidaya maggot, produksi pupuk organik, serta pengolahan sampah anorganik menjadi produk bernilai ekonomi. Produk yang dikembangkan antara lain paving block, kerajinan tangan, dan segel tangki.

Selain itu, program ini mengembangkan kawasan budidaya anggur ramah lingkungan yang diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan dan pariwisata lokal.

Yoga menjelaskan, pengelolaan sampah dapat memberikan manfaat lebih luas ketika disertai upaya pemanfaatan kembali material yang masih memiliki nilai guna.

“Pengelolaan sampah tidak hanya bertujuan mengurangi volume sampah yang terbuang, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan material menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.

Melalui Mangkasara Ekokreasi, pengelolaan sampah diharapkan dapat menjadi bagian dari aktivitas produktif masyarakat sekaligus mendukung terciptanya lingkungan perkotaan yang lebih baik.

Pausantara Dorong Konservasi Hiu Paus di Gorontalo

Di Gorontalo, Pertamina mengembangkan program IT Gorontalo Pausantara yang berfokus pada konservasi hiu paus (whale shark).

Kegiatan yang dipaparkan meliputi pembuatan dan pemasangan rumpon untuk mendukung ketersediaan sumber makanan alami, serta pengembangan galeri konservasi dan pusat edukasi publik.

Program edukasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat pesisir mengenai pentingnya menjaga kelestarian hiu paus dan ekosistem laut.

“Melalui Pausantara, upaya konservasi tidak hanya dilakukan melalui kegiatan di lapangan, tetapi juga dengan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut,” kata Yoga.

Keterlibatan masyarakat diharapkan dapat memperkuat kepedulian terhadap kelestarian lingkungan laut sekaligus mendukung keberlanjutan kawasan pesisir.



Tags: Pertamina Patra Niaga TJSL

Baca Juga

Dari Peternakan, Pemanfaatan Limbah, hingga Konservasi Laut, Ini 7 Program TJSL Pertamina Patra Niaga
Dari Peternakan, Pemanfaatan Limbah, hingga Konservasi Laut, Ini 7 Program TJSL Pertamina Patra Niaga
Didampingi Pertamina, Inovasi Telur Asin Rendah Kolesterol Gerakkan Ekonomi Peternak Desa Baji Mangngai Maros
Didampingi Pertamina, Inovasi Telur Asin Rendah Kolesterol Gerakkan Ekonomi Peternak Desa Baji Mangngai Maros
Beredar Aturan Ganjil-Genap Pertalite di Makassar, Pertamina Sebut Pesan Berantai Tidak Benar
Beredar Aturan Ganjil-Genap Pertalite di Makassar, Pertamina Sebut Pesan Berantai Tidak Benar
Pertamina Patra Niaga dan Kejati Sulsel Teken PKS, Perkuat Pengamanantamina Patra Niaga dan Kejati Sulsel Perkuat Sinergi Lewat Penandatanganan PKS
Pertamina Patra Niaga dan Kejati Sulsel Teken PKS, Perkuat Pengamanantamina Patra Niaga dan Kejati Sulsel Perkuat Sinergi Lewat Penandatanganan PKS
Pertamina dan Kebun Raya Pucak Temukan Enam Jenis Flora dari Eksplorasi di Bone
Pertamina dan Kebun Raya Pucak Temukan Enam Jenis Flora dari Eksplorasi di Bone
Pertamina Bekali 95 Pelaku UMK di Sulawesi Strategi Konten dan Storytelling
Pertamina Bekali 95 Pelaku UMK di Sulawesi Strategi Konten dan Storytelling

Populer

  • 1
    Ketua PGRI Bajeng Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98, Serukan Penguatan Persatuan Lintas Instansi
  • 2
    PT ISMA Perkuat Mutu Layanan, Keselamatan Kerja, dan Integritas melalui Audit ISO
  • 3
    OJK dan Andi Yuliani Paris Edukasi Warga Sinjai soal Literasi Keuangan dan Investasi Ilegal
  • 4
    Darmawangsyah Muin Resmi Jadi Bupati Gowa
  • 5
    Pelindo Jasa Maritim Wilayah 2 Lampaui Target Kunjungan Kapal hingga September 2026

Ekonomi

  • Tak Hanya Sekedar Membantu Jualan Telur, Begini Peran TJSL Pertamina Dongkrak Perekonomian 3 Wanita Paruh Baya di Maros
    Tak Hanya Sekedar Membantu Jualan Telur, Begini Peran TJSL Pertamina Dongkrak Perekonomian 3 Wanita Paruh Baya di Maros
  • Pendapatan Indosat Tumbuh 11 Persen Jadi Rp45,8 Triliun, Bisnis AI Raup USD50 Juta
    Pendapatan Indosat Tumbuh 11 Persen Jadi Rp45,8 Triliun, Bisnis AI Raup USD50 Juta
  • Asmo Sulsel Tawarkan Potongan Angsuran Honda hingga 7 Kali
    Asmo Sulsel Tawarkan Potongan Angsuran Honda hingga 7 Kali
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID