LUMINASIA.ID, MAKASSAR - Makassar Great Sale 2026 menargetkan omzet Rp55 miliar melalui program promosi yang melibatkan enam pusat perbelanjaan di Kota Makassar pada 6 November hingga 8 Desember 2026.
Program tersebut akan diluncurkan dalam agenda Makassar Tourism Outlook 2026 di Ballroom MaxOne Hotel, Jalan Taman Makam Pahlawan, Makassar, Kamis (5/11/2026).
Enam pusat perbelanjaan yang terlibat merupakan anggota Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), yakni Mall Panakkukang, Trans Studio Mall Makassar, Mal Ratu Indah, Nipah Park, Panakkukang Square, dan Phinisi Point.
Penyelenggara memproyeksikan total kunjungan gabungan mencapai sekitar 148.000 orang per hari selama program berlangsung.
Rincian mekanisme promosi dalam Makassar Great Sale akan disampaikan lebih lanjut oleh penyelenggara.
Program ini diharapkan meningkatkan aktivitas perdagangan, memperluas pemasaran produk lokal, serta membuka peluang pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Peluncuran Makassar Great Sale menjadi bagian dari Makassar Tourism Outlook 2026 yang mengangkat tema “Memperkuat Positioning Makassar sebagai Gateway Tourism Indonesia Timur di Tengah Dinamika Ekonomi dan Perubahan Perilaku Wisatawan”.
Forum tersebut akan membahas perkembangan industri pariwisata, tantangan daya saing destinasi, peluang pertumbuhan, serta arah pengembangan pariwisata Makassar menuju 2027.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, S.H., dijadwalkan membuka kegiatan tersebut dengan menghadirkan Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Puspa, dan President Indonesia Marketing Association (IMA) Chapter Makassar sekaligus Ketua DPD APPBI Sulselbar, Ricky Theodores, sebagai pembicara utama.
Diskusi panel akan dipandu Dr. Novita Kumala Sari Sutopo, S.E., M.M., dengan menghadirkan Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar A. Hendra Hakamuddin, S.STP., M.Si., Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Selatan Anggiat Sinaga, serta Public Policy & Government Relations Manager Traveloka Mohammad Rinaldi.
Pembahasan meliputi kondisi industri pariwisata 2026, proyeksi pariwisata 2027, tantangan pengembangan destinasi, dan peluang kolaborasi antarpemangku kepentingan.
Sejumlah sektor yang menjadi perhatian antara lain wisata kuliner, maritim, sejarah, budaya, olahraga, serta meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE).
Pengembangan digital tourism dan pemasaran berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) juga masuk dalam agenda pembahasan.
Data yang dihimpun penyelenggara menunjukkan kunjungan wisatawan nusantara ke Makassar meningkat dari sekitar 4,41 juta pada 2023 menjadi 5,52 juta pada 2024.
Dinas Pariwisata Kota Makassar memproyeksikan jumlah kunjungan tersebut mencapai sekitar 6,19 juta pada 2025.
Sementara itu, produk domestik regional bruto (PDRB) sektor akomodasi dan makan minum Makassar pada 2025 tercatat sekitar Rp5,75 triliun atau 2,20 persen dari total PDRB kota.
Dari sisi transaksi digital, data Bank Indonesia hingga Triwulan II 2026 mencatat pengguna QRIS di Sulawesi Selatan mencapai 1,48 juta, dengan 1,46 juta merchant dan nominal transaksi sebesar Rp7,64 triliun.
Melalui Makassar Great Sale dan Makassar Tourism Outlook 2026, penyelenggara berharap kolaborasi pemerintah, pelaku pariwisata, pengelola pusat perbelanjaan, perhotelan, maskapai, platform perjalanan, komunitas, dan UMKM dapat memperkuat daya tarik Makassar sebagai destinasi sekaligus gerbang wisata Indonesia Timur.




