Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Makassar

Aliyah Mustika Ilham Pelajari Teknologi Pengolah Sampah Super Cepat, Dorong Makassar Jadi Kota Bersih

Senin, 6 Juli 2026 10:51
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
kunjungan Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham ke PT Enviro Mas Sejahtera di Denpasar, Bali, Minggu (5/7/2026), guna mempelajari sistem pengelolaan sampah berbasis teknologi

LUMINASIA.ID, DENPASAR – Pemerintah Kota Makassar terus mencari terobosan untuk mempercepat penyelesaian persoalan sampah melalui pemanfaatan teknologi modern, ditandai dengan kunjungan Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham ke PT Enviro Mas Sejahtera di Denpasar, Bali, Minggu (5/7/2026).

Kehadiran Aliyah ini guna mempelajari sistem pengelolaan sampah berbasis teknologi yang dinilai mampu mendukung transformasi Makassar menjadi kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Makassar memperkuat sistem pengelolaan sampah yang modern, efektif, dan berkelanjutan, sekaligus mencari referensi penerapan teknologi yang dapat mempercepat penanganan sampah dari hulu hingga hilir, terutama di tengah tantangan tingginya volume sampah organik yang dihasilkan setiap hari.

Baca: Melinda Aksa, Kadis Kominfo, dan Kadis LH Makassar Paparkan Inovasi di Forum Nasional Rakernas APEKSI 2026

Dalam agenda yang berlangsung di Kantor PT Enviro Mas Sejahtera, Jalan Kusuma Bangsa No. 3, Pemecutan Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, Aliyah didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Helmy Budiman.

Rombongan memperoleh pemaparan langsung dari Direktur PT Enviro Mas Sejahtera sekaligus pencipta teknologi SOMYA Digester, Agung Ngurah Panji Astika, mengenai sistem pengolahan sampah organik berbasis teknologi ramah lingkungan yang diklaim mampu bekerja lebih cepat dan efisien dibandingkan metode konvensional.

Aliyah Mustika Ilham menegaskan bahwa persoalan sampah merupakan salah satu isu strategis yang membutuhkan inovasi, kolaborasi, dan komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan.

"Kunjungan ini merupakan bagian dari ikhtiar Pemerintah Kota Makassar untuk mempelajari praktik-praktik terbaik dalam pengelolaan sampah. Kami berharap berbagai inovasi yang diperoleh dapat menjadi referensi sekaligus bahan evaluasi dalam memperkuat sistem pengelolaan persampahan di Kota Makassar sehingga mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat," ujar Aliyah.

Menurutnya, Pemerintah Kota Makassar terus membuka ruang belajar dari berbagai daerah maupun mitra yang telah berhasil mengembangkan sistem pengelolaan sampah secara efektif sebagai bagian dari percepatan pembenahan tata kelola lingkungan.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Makassar Helmy Budiman menilai penerapan teknologi menjadi kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari upaya menyelesaikan persoalan sampah yang kini menjadi perhatian serius di Kota Makassar.

"Persoalan sampah sudah menjadi kondisi darurat, termasuk di Makassar. Karena itu kita membutuhkan banyak teknologi dan berharap teknologi SOMYA ini nantinya juga dapat hadir di Makassar. Hasil kunjungan ini akan kami laporkan kepada Bapak Wali Kota bersama Tim Percepatan Pembangunan Daerah sebagai bahan pertimbangan untuk pengembangan sistem pengelolaan sampah di Kota Makassar," kata Helmy.

Ia mengungkapkan bahwa sekitar 56 hingga hampir 60 persen timbulan sampah di Makassar merupakan sampah organik sehingga memerlukan sistem pengolahan berbasis teknologi agar proses penanganannya lebih cepat dan efisien.

"Kalau seluruh persoalan sampah tidak diselesaikan dengan teknologi, tentu akan membutuhkan waktu yang sangat lama. Karena itu kami terus mencari berbagai inovasi yang dapat mempercepat penyelesaiannya," jelasnya.

Baca: Melinda Aksa Ajak Warga Mulai Kelola Sampah dari Rumah, Jelajah Sampah DLH Resmi Dimulai di Panakkukang

Helmy juga mengungkapkan bahwa Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Makassar hingga kini masih menggunakan sistem open dumping dan telah menerima sanksi administratif dari Kementerian Lingkungan Hidup sehingga pemerintah daerah terus melakukan pembenahan.

"Insyaallah tahun ini kami terus melakukan perbaikan. Mudah-mudahan pada Agustus nanti sistem open dumping dapat ditutup sepenuhnya. Ke depan TPA hanya menerima sampah residu, sedangkan sampah organik akan diolah sejak dari sumber melalui pemilahan dan pengolahan yang lebih baik. Karena itu teknologi seperti SOMYA menjadi salah satu solusi yang sangat menarik untuk dipelajari," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur PT Enviro Mas Sejahtera Agung Ngurah Panji Astika menyampaikan apresiasi atas kunjungan Pemerintah Kota Makassar dan berharap teknologi yang dikembangkan perusahaannya dapat diterapkan lebih luas di berbagai daerah.

"Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Ibu Wakil Wali Kota Makassar beserta jajaran. Harapan kami, teknologi SOMYA tidak hanya digunakan di Bali, tetapi juga dapat diterapkan di berbagai daerah di Indonesia. Apalagi pemerintah telah mendorong penghentian sistem open dumping, sehingga daerah membutuhkan teknologi yang mampu menyelesaikan persoalan sampah secara cepat dan efektif," ujar Agung.

Ia menjelaskan, SOMYA Digester mampu mengolah sampah organik menjadi kompos hanya dalam waktu empat hingga delapan jam, jauh lebih singkat dibandingkan proses komposting konvensional yang membutuhkan waktu sekitar tiga hingga enam bulan.

Menurut Agung, teknologi tersebut juga mampu mengurangi volume sampah hingga hampir 90 persen sehingga dari 100 kilogram sampah yang diolah hanya menyisakan sekitar 10 kilogram hasil akhir.

"Teknologi ini juga mampu mereduksi volume sampah hingga hampir 90 persen. Dari 100 kilogram sampah yang masuk, hanya tersisa sekitar 10 kilogram hasil olahan. Selain itu, prosesnya tidak menggunakan pembakaran sehingga tidak menghasilkan emisi karbon, tidak menimbulkan gas metana maupun hidrogen sulfida penyebab bau," jelasnya.

Ia menambahkan, SOMYA Digester telah dilengkapi teknologi Human Machine Interface (HMI) berbasis layar sentuh sehingga mudah dioperasikan dan tidak membutuhkan lahan yang luas.

Mesin tersebut dapat ditempatkan langsung di lokasi sumber sampah seperti hotel, restoran, rumah sakit, kawasan komersial, hingga fasilitas publik sehingga proses pengolahan dapat dilakukan tanpa harus menunggu sampah diangkut ke tempat pembuangan akhir.

"Keunggulan lainnya, mesin ini dapat ditempatkan langsung di lokasi sumber sampah sehingga pengolahan dapat dilakukan sejak dari sumbernya. Inilah yang kami harapkan dapat menjadi solusi bagi kota-kota di Indonesia dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan," tutup Agung.

Melalui kunjungan tersebut, Pemerintah Kota Makassar berharap dapat memperkuat kerja sama dengan PT Enviro Mas Sejahtera sekaligus mengadopsi berbagai inovasi yang sesuai dengan kebutuhan daerah guna meningkatkan kualitas layanan persampahan, mengurangi dampak lingkungan, serta mempercepat terwujudnya Makassar sebagai kota yang bersih melalui sistem pengelolaan sampah yang modern dan terpadu.

Tags: Aliyah Mustika Ilham Kota Bebas Sampah 2029 Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle Pemkot Makassar

Baca Juga

Ini 14 Titik Demo Tersebar di Makassar 27 Agustus, Sejumlah Ruas Jalan Berpotensi Terdampak
Ini 14 Titik Demo Tersebar di Makassar 27 Agustus, Sejumlah Ruas Jalan Berpotensi Terdampak
Maulid Akbar Pemkot Makassar di Paotere Libatkan Nelayan hingga RT/RW,
Maulid Akbar Pemkot Makassar di Paotere Libatkan Nelayan hingga RT/RW,
Begini Aktivitas Appi di Hari Libur, Pantau Aktivitas Pulau Lanjukang hingganam Pohon Ta
Begini Aktivitas Appi di Hari Libur, Pantau Aktivitas Pulau Lanjukang hingganam Pohon Ta
Wali Kota Munafri Ultimatum Camat, Sepekan Validasi Data Penerima Iuran Sampah Gratis Harus Selesai
Wali Kota Munafri Ultimatum Camat, Sepekan Validasi Data Penerima Iuran Sampah Gratis Harus Selesai
CEO IBR Bawa Tiga Gagasan Strategis, Makassar Dibidik Tembus Pasar Global
CEO IBR Bawa Tiga Gagasan Strategis, Makassar Dibidik Tembus Pasar Global
1.157 Peserta dari 38 Provinsi dan 79 Kementerian-Lembaga Ikuti Defile MTQ KORPRI di Makassar
1.157 Peserta dari 38 Provinsi dan 79 Kementerian-Lembaga Ikuti Defile MTQ KORPRI di Makassar

Populer

  • 1
    VIDEO: Pesawat Cassa TNI Tergelincir di Bandara Hasanuddin Makassar, Kini Sudah Dievakuasi
  • 2
    Lowongan Kerja: Honda Asmo Sulsel Cari Karyawan, Kepala Bengkel dan Team Leader
  • 3
    Begini Aktivitas Appi di Hari Libur, Pantau Aktivitas Pulau Lanjukang hingganam Pohon Ta
  • 4
    Gajah Sena PSI Sulsel Perkuat Basis Kader hingga Kecamatan dan Kelurahan, Bidik Satu Fraksi di Makassar
  • 5
    Adira Expo Hadir di Sengkang, Tawarkan Solusi Pembiayaan dan Promo Kemerdekaan

Ekonomi

  • OJK Dorong Pembiayaan Kakao Sulsel Tembus Rantai Nilai, Petani hingga UMKM Disasar
    OJK Dorong Pembiayaan Kakao Sulsel Tembus Rantai Nilai, Petani hingga UMKM Disasar
  • Penjualan Motor Honda di Sulsel Sepanjang 2026 Tunjukkan Perkembangan Positif, Matic Masih Jadi Favorit
    Penjualan Motor Honda di Sulsel Sepanjang 2026 Tunjukkan Perkembangan Positif, Matic Masih Jadi Favorit
  • KP2KP Masamba Bimbing Bendahara Pemda Luwu Utara Kelola Pajak Lewat Coretax
    KP2KP Masamba Bimbing Bendahara Pemda Luwu Utara Kelola Pajak Lewat Coretax

Peristiwa

  • Tiba di Lokasi Bencana Gempa NTT Prabowo Langsung Pimpin Rapat, Setujui Gudang Logistik Bencana di Tiap Daerah
    Tiba di Lokasi Bencana Gempa NTT Prabowo Langsung Pimpin Rapat, Setujui Gudang Logistik Bencana di Tiap Daerah
  • Aksi Demo 27 Agustus 2026 di DPR Bakal Bawa Beragam Tuntutan, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Perlakuan Khusus
    Aksi Demo 27 Agustus 2026 di DPR Bakal Bawa Beragam Tuntutan, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Perlakuan Khusus
  •  BeAT dan Scoopy Jadi Motor Honda Paling Banyak Diminati di Sulsel
    BeAT dan Scoopy Jadi Motor Honda Paling Banyak Diminati di Sulsel
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID