LUMINASIA.ID, GLOBAL - Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang, pada Selasa (28/7) sekitar pukul 16.27 waktu setempat. Berdasarkan data Japan Meteorological Agency (JMA), pusat gempa berada pada kedalaman sekitar 10 kilometer.
Menyusul kejadian tersebut, Perwakilan Republik Indonesia di Jepang mengimbau seluruh warga negara Indonesia (WNI), khususnya yang berada di wilayah Kyushu dan daerah terdampak, agar tetap tenang dan mengutamakan keselamatan diri serta keluarga.
Dalam imbauannya, Perwakilan RI meminta WNI hanya mengandalkan informasi dari sumber resmi, termasuk JMA dan pemerintah Jepang, serta mengikuti seluruh instruksi otoritas setempat terkait evakuasi maupun langkah-langkah keselamatan.
Selain itu, WNI diminta mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan (aftershock) dan potensi bahaya lain yang dapat muncul setelah gempa utama.
Dilansir Kumparan, Perwakilan RI juga mengingatkan masyarakat untuk memastikan telepon seluler tetap aktif dan menghemat daya baterai agar dapat dihubungi dalam kondisi darurat. WNI diimbau segera mengabarkan kondisi mereka kepada keluarga di Indonesia serta saling berkoordinasi dan membantu sesama WNI maupun warga di sekitar lokasi.
Hingga saat ini, KBRI Tokyo dan KJRI Osaka terus memantau perkembangan situasi serta berkoordinasi dengan otoritas Jepang dan jaringan WNI di wilayah terdampak.
WNI yang terdampak atau mengetahui adanya WNI yang membutuhkan bantuan darurat diminta segera menghubungi KBRI Tokyo atau KJRI Osaka melalui saluran kedaruratan resmi yang telah disediakan.



