Balita perempuan bernama Bilqis (4), korban penculikan anak di Makassar, Sulawesi Selatan, akhirnya berhasil diselamatkan di wilayah Suku Anak Dalam (SAD), Jambi.
Dilansir Detik Sulsel Bilqis diketahui dijual dengan harga sekitar Rp80 juta dan sempat menolak saat dijemput karena sudah terjalin hubungan emosional dengan keluarga yang merawatnya di sana.
“Karena memang hubungan emosional sudah terjalin antara mereka. Jadi, waktu kami mau mengambil adik Bilqis itu, adik Bilqis sempat meronta karena menganggap itu bapaknya. Saking dekatnya,” ujar Kasubnit 2 Jatanras Polrestabes Makassar, Ipda Supriadi Gaffar, kepada wartawan, Senin (10/11/2025).
Supriadi mengungkapkan, proses negosiasi agar Bilqis dapat diserahkan berjalan cukup sulit. Warga SAD disebut merasa berat untuk melepas balita tersebut karena sudah dianggap sebagai bagian dari keluarga.
“Negosiasi sangat alot karena mereka bertahan. Katanya, anak itu sudah dianggap sebagai anak sendiri. Memang mereka terbiasa merawat anak-anak yang diadopsi di dalam komunitas,” jelasnya.
Proses negosiasi turut melibatkan Polres Merangin serta Dinas Sosial setempat, dengan bantuan kepala suku yang memediasi dialog selama satu hingga dua hari.
“Kami tidak sempat masuk jauh ke dalam hutan. Kami menunggu di pertengahan, sementara kepala suku yang bernegosiasi langsung dengan mereka,” tutur Supriadi.
Menurutnya, negosiasi berjalan panjang karena ada perbedaan pendapat di antara warga SAD. Sebagian bersedia menyerahkan Bilqis, namun sebagian lainnya masih keberatan.
Setelah proses panjang, warga SAD akhirnya dengan ikhlas menyerahkan Bilqis kepada aparat kepolisian. Supriadi menegaskan bahwa tidak ada kompensasi dalam bentuk uang maupun barang dalam proses tersebut.
“Tidak ada kompensasi karena ini menyangkut nyawa seseorang. Kami berusaha menyentuh hati mereka dengan memberikan pemahaman, bagaimana jika yang diculik itu anak mereka sendiri,” ujarnya.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Panakkukang, Iptu Nasrullah, mengatakan bahwa Bilqis dikenal sebagai anak yang mudah beradaptasi dan cepat merasa nyaman dengan lingkungan barunya.
“Saya lihat anak ini memang mudah nyaman dengan orang. Cepat beradaptasi. Jadi wajar kalau mereka di SAD merasa ingin merawatnya,” kata Nasrullah.
Kasus ini menjadi perhatian publik setelah Wali Kota Makassar meminta pengawasan di bandara diperketat, menyusul peristiwa penculikan Bilqis.

