JAKARTA — PT Pertamina Patra Niaga menegaskan informasi viral di media sosial mengenai larangan penggunaan Pertalite untuk merek kendaraan tertentu mulai 1 Juni 2026 adalah tidak benar.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan hingga saat ini belum ada rencana maupun arahan resmi dari pemerintah terkait pembatasan Pertalite berdasarkan merek kendaraan ataupun kapasitas mesin tertentu.
“Informasi mengenai daftar merk kendaraan tertentu yang disebut tidak boleh membeli Pertalite mulai 1 Juni 2026 dipastikan tidak benar karena sampai saat ini tidak ada rencana ataupun arahan dari Pemerintah dan regulator,” ujar Roberth dalam keterangannya, Sabtu (24/5/2026).
Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Menurutnya, Pertamina Patra Niaga tetap menjalankan mandat distribusi energi sesuai kebijakan resmi pemerintah dan regulator.
Baca: Pertamina Gelar Program Manajemen Stres dan Kesehatan Mental di Lingkungan Kerja
“Sekali lagi kami tekankan, hingga saat ini tidak ada aturan atau arahan dari pemerintah terkait pembatasan Pertalite berdasarkan merk kendaraan tertentu maupun berdasarkan kapasitas mesin kendaraan,” katanya.
Pertamina memastikan layanan distribusi dan penyaluran Pertalite saat ini masih berjalan normal di seluruh wilayah Indonesia.
Roberth menjelaskan, program Subsidi Tepat yang selama ini dijalankan bertujuan mendukung tata kelola distribusi energi agar lebih tepat sasaran dan tidak berkaitan dengan narasi viral mengenai daftar kendaraan yang disebut dilarang membeli Pertalite.
Karena itu, masyarakat diminta selalu memeriksa kebenaran informasi melalui kanal resmi pemerintah, regulator, maupun Pertamina sebelum membagikannya di media sosial.
Baca: Pertamina Beri Sanksi SPBU Wasuponda, Penyaluran Biosolar Dihentikan Sementara
“Jangan mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya,” tegasnya.
Untuk informasi lebih lanjut terkait produk dan layanan Pertamina Patra Niaga, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.
Sebelumnya, media sosial diramaikan dengan unggahan yang menyebut sejumlah mobil populer tidak lagi diperbolehkan menggunakan Pertalite mulai Juni 2026.
Dalam narasi viral tersebut, beberapa jenis kendaraan yang disebut masuk daftar terdampak di antaranya segmen MPV seperti Toyota Avanza, Toyota Veloz, dan Mitsubishi Xpander. Ketiga mobil keluarga tersebut diklaim tidak lagi berhak menggunakan Pertalite karena kapasitas mesin di atas 1.400 cc.
Selain itu, segmen SUV dan crossover juga ikut disebut dalam daftar, mulai dari Toyota Rush, Daihatsu Terios, Honda BR-V, Hyundai Creta, Hyundai Stargazer, hingga Honda HR-V.
Narasi yang beredar bahkan turut mencantumkan kendaraan premium seperti Toyota Innova Zenix, Toyota Fortuner bensin, dan Honda CR-V Turbo sebagai kendaraan yang disebut bakal terkena pembatasan BBM subsidi.
Tak hanya itu, sejumlah mobil pabrikan asal Tiongkok seperti Wuling Almaz, Wuling Cortez, dan Chery Omoda 5 juga disebut masuk dalam daftar kendaraan yang diisukan tidak lagi bisa membeli Pertalite.

