LUMINASIA.ID - PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) menggelar kegiatan Dinner With Media Makassar sebagai ajang silaturahmi sekaligus penyampaian perkembangan terbaru perusahaan kepada insan pers.
Acara digelar pada Selasa (18/11/2025) di Kapal Phinisi yang berkeliling area Pantai Losari.
Kegiatan ini dihadiri SVP Sekretaris Perusahaan SPJM, Tubagus Patrick Tribudi Utama Iskandar, dan dihadiri jajaran manajemen Pelindo, antara lain Direktur SDM dan Umum Rachmat Prayogi, Direktur Operasi dan Teknik Edward Pardamean Napitupulu, GM Pelindo Regional 4 Makassar, serta Terminal Head Petikemas New Makassar.
Dalam pemaparannya, Tubagus Patrick menjelaskan perkembangan SPJM pasca integrasi Pelindo yang kini menaungi empat kluster bisnis utama, yaitu Marine, Shipyard & Dredging, Equipment, serta Utility & Port Services.
Ia menyampaikan bahwa SPJM saat ini memiliki 51 unit layanan di 79 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Integrasi Pelindo mendorong penyederhanaan proses bisnis dan peningkatan standar layanan di seluruh wilayah kerja,” ujar Patrick.
Ia menegaskan bahwa SPJM berkomitmen memperkuat pelayanan maritim melalui konsolidasi sistem, peningkatan kualitas peralatan, serta ekspansi layanan berbasis kebutuhan industri kepelabuhanan.
Patrick juga memaparkan kinerja keuangan perusahaan hingga Oktober 2025 yang menunjukkan tren positif.
SPJM mencatat pendapatan usaha sebesar Rp6,77 triliun, beban usaha Rp6,13 triliun, serta laba usaha Rp633,95 miliar, dengan total aset mencapai Rp7,72 triliun.
Capaian ini menggambarkan peningkatan efektivitas usaha dan konsistensi kontribusi SPJM terhadap kinerja Pelindo secara grup.
Dari sisi operasional, sejumlah layanan strategis menunjukkan peningkatan signifikan.
Produksi pemanduan mencapai 2,89 miliar gerakan, sementara layanan penundaan mencapai 4,39 miliar GT-jam.
Trafik kapal juga mencatat aktivitas tinggi dengan 331.333 call, serta total ukuran kapal mencapai 1,25 miliar GT.
Patrick menjelaskan bahwa peningkatan ini tidak terlepas dari optimalisasi armada, perbaikan sistem layanan, serta penguatan sinergi antarunit di bawah Pelindo.
Pada layanan pengerukan dan pengelolaan alur, SPJM melalui PT Pengerukan Indonesia mencatat volume pengerukan sebesar 1,65 juta meter kubik, sementara PT Alur Pelayaran Barat Surabaya mengelola alur dengan capaian 23,32 juta ton atau setara 1,95 juta box.
Pada sektor energi dan utilitas, distribusi BBM mencapai 55.969 kiloliter, distribusi gas tercatat sebesar 13,19 juta MMBTU, sementara suplai listrik mencapai 176,46 juta KWh, dan layanan air bersih mencapai 2,37 juta ton/m³.
Patrick juga menyampaikan peningkatan indikator ketepatan dan efisiensi layanan peralatan pelabuhan.
Tingkat availability alat yang dikelola SPJM mencapai 90,29%, mean time to repair (MTTR) berada pada angka 3,62 jam, sedangkan mean time between failure (MTBF) mencapai 125,15 jam.
“Seluruh indikator ini menunjukkan bahwa perawatan peralatan berjalan lebih efektif, downtime berkurang, dan operasional di lapangan menjadi lebih stabil,” jelasnya.
Acara Dinner With Media Makassar di Kapal Phinisi Losari ini juga menjadi kesempatan bagi jajaran manajemen dan awak media untuk berdiskusi langsung mengenai perkembangan bisnis kepelabuhanan, tantangan operasional, serta rencana kerja SPJM ke depan.
Selain pemaparan perkembangan SPJM, acara yang diikut 36 media asal Makassar dan Kalimatan Timur ini juga diisi dengan makan bersama, hiburan, dan undian.

