Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Makassar

Siswa di Makassar Diajar Olah Sampah Buah Jadi Eco Enzym

Selasa, 2 Desember 2025 13:47
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional pada 25 November 2025, lebih dari 400 Sekolah Dasar Negeri dan Swasta di Kota Makassar melaksanakan kegiatan serentak bertema Pembuatan 10.000 Liter Eco Enzym dari Sekolah untuk Makassar dan Gerakan Makan Buah Serentak, Selasa (2/12/2025).

LUMINASIA.ID, MAKASSAR - Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional pada 25 November 2025, lebih dari 400 Sekolah Dasar Negeri dan Swasta di Kota Makassar melaksanakan kegiatan serentak bertema “Pembuatan 10.000 Liter Eco Enzym dari Sekolah untuk Makassar dan Gerakan Makan Buah Serentak”, Selasa (2/12/2025).

Ribuan peserta didik mengikuti kegiatan ini di sekolah masing-masing, yang dipandu secara terpusat melalui Zoom Meeting.

Program tersebut diinisiasi oleh Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar dengan dukungan penuh Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Komunikasi dan Informatika.

Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan Forum K3S, pegiat lingkungan, serta komunitas pembuat eco enzym di Kota Makassar.

Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa, dalam sambutannya menegaskan bahwa momentum Hari Guru adalah saat yang tepat untuk menguatkan kembali nilai-nilai pendidikan karakter.

Ia menekankan bahwa pendidikan bukan hanya berfokus pada pelajaran di kelas, tetapi juga membentuk kebiasaan baik sejak dini. “Melalui gerakan makan buah, kita menanamkan gaya hidup sehat kepada anak-anak kita,” ujarnya.

Melinda, yang juga Ketua TP PKK Kota Makassar, menambahkan bahwa gerakan pembuatan 10.000 liter eco enzym merupakan bentuk nyata partisipasi sekolah dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, melibatkan anak-anak dalam aksi peduli lingkungan sejak dini merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan kota.

Pada kesempatan tersebut, ia menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para guru atas dedikasi dan ketulusan mereka dalam membentuk generasi yang berpengetahuan, berakhlak, sehat, dan peduli terhadap lingkungan. “Kami berharap kegiatan ini bermanfaat, dan komitmen untuk terus belajar serta menjaga kota kita bersama,” pungkasnya.

Melalui gerakan sederhana namun berdampak besar ini, Makassar kembali menunjukkan bahwa perubahan dapat dimulai dari sekolah dan dari tangan para guru yang menanamkan kecintaan pada bumi sejak usia dini.

Pembukaan kegiatan melalui Zoom Meeting itu juga dihadiri anggota Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, di antaranya Fadly Arifuddin, Marini Ambo Wellang, dan Mashud Azikin.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, menegaskan bahwa gerakan kolaboratif “Pembuatan 10.000 Liter EcoEnzym dan Gerakan Makan Buah Serentak” bertujuan mengajak siswa memahami pengelolaan sampah organik sejak dini sekaligus mengurangi volume sampah buah yang dihasilkan sekolah.

Ia menjelaskan bahwa melalui kegiatan ini peserta didik mempraktikkan langsung bagaimana kulit buah dapat diolah menjadi eco enzym yang bermanfaat untuk pembersihan lingkungan, sanitasi, pertanian, hingga pengolahan limbah. “Selain itu, gerakan ini sekaligus membangun budaya hidup bersih dan sehat melalui pembiasaan makan buah setiap hari,” katanya.

Seluruh proses dipandu oleh guru pendamping yang sebelumnya telah mengikuti technical meeting dan memperoleh SOP pelaksanaan dari panitia.

Dinas Pendidikan Kota Makassar mengapresiasi kolaborasi lintas sekolah tersebut. Menurut Achi, keterlibatan serentak ratusan SD menjadi contoh nyata pembelajaran kontekstual, di mana siswa tidak hanya menerima teori, tetapi juga mempraktikkan pengurangan sampah dari sumbernya melalui aksi sederhana namun bermakna.

Gerakan ini juga menjadi bagian dari upaya bersama menuju Makassar Bebas Sampah 2029 dan mendukung visi besar menjadikan Makassar sebagai Kota Lumbung Organik Dunia.

“Seluruh eco enzym yang dihasilkan akan dihimpun dan dimanfaatkan dalam berbagai program lingkungan kota, seperti pembersihan saluran, perawatan taman kota, serta edukasi lanjutan di sekolah-sekolah,” jelasnya.

Pada momentum Hari Guru Nasional 2025, Pemerintah Kota Makassar bersama Forum K3S menyampaikan penghargaan kepada seluruh guru yang terus menghadirkan inovasi pembelajaran.

Kegiatan ekologis ini dinilai sebagai wujud nyata dedikasi guru dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan peduli lingkungan.

Menurut Achi, Hari Guru tidak hanya menjadi perayaan peran pendidik, tetapi juga momentum untuk menginspirasi langkah nyata.

“Dengan eco enzym, guru-guru Makassar menunjukkan bahwa pendidikan lingkungan dapat dimulai dari hal sederhana, dilakukan bersama, dan memberi manfaat besar bagi kota,” pungkasnya.

Tags: Pemkot Makassar Makassar

Baca Juga

Perawatan Contour Tite Profira Clinic Makassar Jadi Jawaban untuk Kulit yang Mulai Kendur, Kontur Turun, dan Kerutan Halus
Perawatan Contour Tite Profira Clinic Makassar Jadi Jawaban untuk Kulit yang Mulai Kendur, Kontur Turun, dan Kerutan Halus
Tak Sekadar Tertibkan, Pemkot Makassar Siapkan Lahan Khusus untuk PKL
Tak Sekadar Tertibkan, Pemkot Makassar Siapkan Lahan Khusus untuk PKL
Paket Buka Puasa di The Rinra Rp218 Ribu Dapat 200 Menu, di PiPo Mulai Rp100 Ribu
Paket Buka Puasa di The Rinra Rp218 Ribu Dapat 200 Menu, di PiPo Mulai Rp100 Ribu
Hotel Claro Makassar Tawarkan 5 Pilihan Paket Buka Puasa Kampoeng Ramadhan, di Liquid hingga Villa Harga Mulai Rp135 Ribu
Hotel Claro Makassar Tawarkan 5 Pilihan Paket Buka Puasa Kampoeng Ramadhan, di Liquid hingga Villa Harga Mulai Rp135 Ribu
Lezatnya Sate hingga Kambing Guling di Buka Puasa Hotel Gammara, dengan Pilihan 20 Sambal
Lezatnya Sate hingga Kambing Guling di Buka Puasa Hotel Gammara, dengan Pilihan 20 Sambal
Reses di Minasa Upa, Andi Suhada Soroti Krisis Armada Sampah dan Drainase Rawan Genangan
Reses di Minasa Upa, Andi Suhada Soroti Krisis Armada Sampah dan Drainase Rawan Genangan

Populer

  • 1
    Harga Emas Hari Ini, Antam Pecahan 1 Gram Tembus Rp2,95 Juta
  • 2
    Harga Emas Hari Ini: Antam Turun Rp7.000, Mulai Rp1,52 Juta
  • 3
    Strategi Sony Menahan PS6: PS5 Masih Jadi Andalan, Generasi Baru Datang 2028?
  • 4
    Menteri Amran Sulaiman, Rosan Roeslani, dan Bahlil Lahadalia Bakal Hadiri Sidang Dewan Pleno HIPMI 2026 di Makassar
  • 5
    Stephen Curry Ungkap Peran Keluarga di Balik Ketangguhan Kariernya di NBA

Ekonomi

  • Harga Emas Hari Ini, Antam Jadi Rp2,95 Juta
    Harga Emas Hari Ini, Antam Jadi Rp2,95 Juta
  • Harga Saham Konami Turun 0,93 Persen ke 53,50 Euro di Bursa Munich, Market Cap 14,5 Miliar
    Harga Saham Konami Turun 0,93 Persen ke 53,50 Euro di Bursa Munich, Market Cap 14,5 Miliar
  • Tri Hadirkan Paket 65GB dan Bonus Vidio Platinum untuk Ramadhan 2026
    Tri Hadirkan Paket 65GB dan Bonus Vidio Platinum untuk Ramadhan 2026

Peristiwa

  • Pelindo Regional 4 Tegaskan Komitmen K3 dalam Upacara Bulan K3 Nasional Sulsel
    Pelindo Regional 4 Tegaskan Komitmen K3 dalam Upacara Bulan K3 Nasional Sulsel
  • Mudik Gratis Jasa Raharja 2026 Jadi Solusi Tekan Kecelakaan, Pendaftaran Dibuka 12 Februari
    Mudik Gratis Jasa Raharja 2026 Jadi Solusi Tekan Kecelakaan, Pendaftaran Dibuka 12 Februari
  • Reses di Minasa Upa, Andi Suhada Soroti Krisis Armada Sampah dan Drainase Rawan Genangan
    Reses di Minasa Upa, Andi Suhada Soroti Krisis Armada Sampah dan Drainase Rawan Genangan
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID