LUMINASIA.ID, MAKASSAR - Seminar Nasional Motivatawa digelar di Universitas Muhammadiyah Makassar, Jumat (13/11/2025).
Kegiatan bertajuk “The True Healing for the Great Mental Health” ini berlangsung pukul 13.00–16.00 WITA dengan waktu pembukaan gerbang sejak pukul 12.30 WITA.
Seminar ini menghadirkan sejumlah akademisi, praktisi, dan komika nasional yang membahas isu kesehatan mental, pengembangan diri, serta pentingnya kemampuan komunikasi publik.
Dalam kegiatan tersebut, Motivatawa menghadirkan pemateri lintas latar belakang, mulai dari akademisi, tenaga profesional kesehatan mental, hingga pelaku seni pertunjukan.
Para pemateri yang hadir antara lain Adi Arkiang; dr. Era Catur Prasetya, Sp.KJ; Hillman Wirawan, S.Psi., M.M., M.A., Ph.D.; Fajar Mukti; Novinmi; dr. Nissah S.HD., M.Ag., C.LOD., MMG; Elok Ambar Wulandari; Obi Mesak; Mpolk Adi; serta Ade Sinpa.
Kehadiran para pemateri ini diharapkan dapat memberikan sudut pandang yang beragam dan komprehensif terkait isu kesehatan mental dan pengembangan kapasitas diri.
CEO Motivatawa, Elok Ambar Wulandari, mengatakan bahwa Motivatawa hadir sebagai wadah aman bagi individu untuk menyalurkan keresahan tanpa rasa dihakimi. Ia menjelaskan bahwa sebelum mendirikan Motivatawa, dirinya sempat mengikuti berbagai komunitas, namun merasa belum menemukan ruang yang tepat.
“Motivatawa ingin memiliki wadah di mana setiap keresahan tidak akan dihakimi. Saya sempat mengikuti beberapa komunitas, tetapi merasa belum cukup. Sebelum itu, saya belajar bahwa public speaking adalah seni berkomunikasi, yaitu kemampuan untuk jujur terhadap apa yang kita inginkan,” ujarnya.
Elok yang juga berlatar belakang stand up comedy menuturkan bahwa Motivatawa dirancang sebagai alternatif ruang berbagi selain podcast dan televisi. Menurutnya, melalui public speaking, para pembicara tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga mampu menyampaikan pesan secara utuh dan bermakna.
“Saya ingin menghadirkan wadah alternatif selain podcast dan TV, sehingga para speaker tidak hanya mengajar, tetapi juga mampu menyampaikan pesan secara utuh. Public speaking di Motivatawa menjadi cara untuk membangun personal branding dalam mencapai tujuan masing-masing dan mendapatkan kepercayaan dari orang lain. Hal ini sangat berguna secara intrapersonal,” katanya.
Lebih lanjut, Elok menyebutkan bahwa target utama Motivatawa ke depan adalah kalangan mahasiswa, namun tetap terbuka bagi peserta dari berbagai jenjang pendidikan.
“Ke depan, target market kami adalah mahasiswa, namun tidak menutup kemungkinan bagi siswa SD, SMP, dan SMA untuk bergabung. Penting bagi mereka untuk diajarkan kepercayaan diri,” ucapnya.
Setelah Makassar, Motivatawa berencana melanjutkan kegiatan ke sejumlah kota di Pulau Jawa, seperti Surabaya, Malang, dan beberapa daerah di Jawa Barat.
Ia juga menambahkan bahwa komika yang dilibatkan ada yang bersifat tetap dan ada pula yang khusus mengisi materi public speaking, dengan jumlah peserta kelas ditargetkan sebanyak 20 orang serta tersedia dalam format offline dan online.
Sementara itu, Komika Tamu Obimesak Nubatonis mengungkapkan kesan positifnya terhadap pelaksanaan Seminar Nasional Motivatawa di Makassar. Ia mengatakan bahwa Makassar menjadi kota pertama dalam rangkaian tur nasional Motivatawa dan meninggalkan kesan mendalam.
“Kami telah menyelesaikan kota pertama dalam tur Seminar Nasional Motivatawa. Kesan saya sangat mendalam karena antusiasme teman-teman di Makassar luar biasa. Meskipun hujan, acara tetap ramai. Setelah acara berjalan dan para pemateri menyampaikan materi, peserta terlihat sangat antusias, bahkan hampir semuanya ingin bertanya. Hanya saja waktu yang terbatas, namun semangat mereka untuk mendapatkan ilmu baru benar-benar terasa,” ungkapnya.
Obimesak juga membagikan pengalamannya selama berada di Makassar sekaligus memberikan pesan motivasi bagi generasi muda yang tertarik menekuni dunia komedi. Ia mengaku selama ini hanya singgah di Makassar saat perjalanan ke Ambon, dan baru kali ini berkesempatan menikmati kuliner khas daerah tersebut.
“Selama ini saya ke Makassar hanya transit menuju Ambon. Baru kali ini saya benar-benar datang dan menikmati kuliner Makassar seperti pallubasa, konro, dan coto. Saran saya, jika ingin menjadi komika, harus berani melawan diri sendiri untuk tampil di depan umum. Saya juga dulu pemalu dan tidak berani, tetapi kita harus berani melawan diri sendiri,” tuturnya.
Melalui Seminar Nasional Motivatawa, diharapkan tercipta ruang edukatif dan inklusif yang mampu mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental, meningkatkan kepercayaan diri, serta mengembangkan kemampuan komunikasi secara sehat dan berkelanjutan.

