Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Makassar

Karebosi Mulai Diperbaiki 2026 Jadi Baru dan Lebih Modern, Termasuk Lapangan Tenis dan Basket

Jumat, 19 Desember 2025 14:56
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat menerima Ketua Badan Pembina Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan (YOSS), Andi Ilhamsyah Mattalatta, bersama jajaran pengurus dan keluarga besar YOSS.

LUMINASIA.ID - Kabar baik datang dari Pemerintah Kota Makassar bagi masyarakat. Lapangan Karebosi, ruang publik bersejarah sekaligus ikon kebanggaan kota, kini berada di ambang babak baru penataan.

Titik terang revitalisasi dan kelanjutan penataan kawasan Karebosi dipastikan akan mulai dikerjakan pada tahun 2026 melalui APBD Pokok Pemerintah Kota Makassar yang telah disahkan.

Tak sekadar perbaikan fisik, revitalisasi Lapangan Karebosi dirancang menghadirkan wajah baru yang lebih modern dan fungsional.

Penataan akan menyentuh area lapangan tenis dan basket di sisi barat kawasan, tepatnya di sepanjang Jalan Kajaolalido, tanpa menghilangkan nilai historis yang melekat pada ruang publik legendaris tersebut.

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat menerima Ketua Badan Pembina Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan (YOSS), Andi Ilhamsyah Mattalatta, bersama jajaran pengurus dan keluarga besar YOSS.

Pertemuan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa revitalisasi Karebosi tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyangkut kolaborasi, penataan aset, serta komitmen bersama untuk menjaga Karebosi tetap menjadi ruang hidup, olahraga, dan interaksi sosial bagi seluruh warga Makassar.

Munafri Arifuddin menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pertemuan bersama pihak YOSS. Ia menilai pertemuan tersebut sebagai langkah penting dalam mencari solusi sekaligus membuka jalan bagi kelanjutan revitalisasi Lapangan Karebosi sebagai ikon Kota Makassar.

Munafri Arifuddin yang akrab disapa Appi menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar kini memiliki dasar hukum yang kuat untuk melanjutkan penataan Lapangan Karebosi.

“Pertemuan ini menjadi titik terang. Tujuannya bagaimana pembangunan Lapangan Karebosi dapat direalisasikan dan kembali menjadi ikon kota,” ujar Munafri, Jumat (19/12/2025).

“Tidak mungkin semua ini berjalan tanpa kepastian hukum dan infrastruktur pendukung. Karena itu saya berharap kita bisa duduk bersama-sama untuk membahas yang terbaik,” sambung Appi.

Hal tersebut menyusul diterimanya Sertipikat Hak Pengelolaan (HPL) atas kawasan Lapangan Karebosi seluas 107.500 meter persegi oleh Pemerintah Kota Makassar belum lama ini.

Bahkan, kini status Karebosi dinyatakan 100 persen sah, baik secara de facto maupun de jure, sebagai milik Pemerintah Kota Makassar.

Appi menjelaskan, kepastian status aset ini sangat penting, terutama untuk menjawab desakan aparat penegak hukum agar pemerintah daerah lebih serius dalam menjaga dan melindungi aset negara.

Menurutnya, selama ini banyak aset pemerintah yang hilang atau berpindah tangan secara tidak sah. “Kalau kita pakai istilah mafia tanah, jangankan lapangan, sekolah pun bisa tiba-tiba hilang. Padahal itu jelas aset pemerintah. Karena itu, dasar hukum ini menjadi pegangan kuat bagi kami,” terangnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa di kawasan Karebosi sebelumnya ditemukan sejumlah persoalan, termasuk temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait pemanfaatan lapangan tenis, basket, dan voli oleh pihak lain tanpa dasar hukum yang jelas.

“Karena itu kami lakukan proteksi dan penertiban. Aset negara tidak boleh dikelola tanpa dasar hukum yang jelas dan tanpa memberikan kontribusi resmi,” tegasnya.

Appi menambahkan, efektivitas perjanjian dengan pihak terkait sangat berkaitan dengan status Hak Guna Bangunan (HGB) di kawasan Karebosi.

Ia menuturkan, kondisi fisik kawasan yang mangkrak sudah sangat memprihatinkan. Lapangan yang lama tidak difungsikan tampak seperti hutan, disertai genangan air yang membutuhkan penanganan lingkungan cukup berat.

“Kalau kita masuk ke sana, penanganan lingkungannya berat. Air sudah menggenang di banyak titik. Ditambah lagi, ada ruas area yang diambil untuk mengganti ruang terbuka hijau. Ini semua harus ditata dengan sangat hati-hati,” jelasnya.

Terkait proyek revitalisasi sebelumnya, Appi membeberkan bahwa Lapangan Karebosi sempat ditenderkan pada 2023 dan mulai dikerjakan pada 2024. Kontraktor bahkan telah menerima uang muka sebesar 30 persen, namun realisasi pekerjaan di lapangan hanya mencapai sekitar 7 persen.

“Ironisnya, 7 persen itu hanya pekerjaan tiang pancang beton di tengah lapangan. Ini menjadi pekerjaan rumah besar,” ungkapnya.

“Dalam enam bulan terakhir kami dorong penyelesaiannya. Alhamdulillah bisa dituntaskan, sehingga tahun ini kita bisa melanjutkan,” lanjut Appi.

Ia menegaskan, pemerintah tidak bisa serta-merta mengubah desain proyek yang telah dibayarkan karena berpotensi menghilangkan aset negara yang sudah dibiayai.

Jika revitalisasi di sisi selatan Jalan Kartini dan sisi timur Jalan Jenderal Sudirman rampung pada 2026, maka tahap berikutnya Pemerintah Kota Makassar menargetkan revitalisasi lanjutan, khususnya lapangan basket dan lapangan tenis di sisi barat Jalan Kajaolalido.

Salah satu rencana besar adalah menjadikan lapangan basket sebagai fasilitas indoor berstandar internasional.

Namun demikian, Appi menekankan bahwa seluruh rencana tersebut membutuhkan dasar hukum yang kuat, akses jalan yang memadai, serta konektivitas kawasan yang baik.

“Kami ingin duduk bersama, membahas solusi dan kesepakatan agar revitalisasi lapangan olahraga Karebosi benar-benar memberi manfaat luas bagi masyarakat,” harapnya.

Pemerintah Kota Makassar juga membuka ruang keterlibatan Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan dalam pengelolaan ke depan dengan pendekatan yang lebih modern dan profesional.

“Kalau ini sudah menjadi kesepakatan pemerintah, saya berharap yayasan juga bisa terlibat. Kita modernisasi sistem pengelolaan agar aset ini memiliki nilai ekonomi dan manfaat sosial bagi warga,” pungkas Appi.

Sementara itu, keluarga besar Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Kota Makassar dalam menuntaskan persoalan aset dan melanjutkan revitalisasi Lapangan Karebosi.

Hal tersebut disampaikan perwakilan keluarga pendiri YOSS, Andi Ilhamsyah Mattalatta, dalam pertemuan bersama Wali Kota Makassar.

Andi Ilhamsyah menyampaikan apresiasi atas penjelasan yang disampaikan Wali Kota Makassar. Ia menilai paparan tersebut sejalan dengan semangat dan tujuan YOSS sejak awal berdiri, yakni menjaga keberlanjutan fasilitas olahraga peninggalan sejarah yang dibangun sejak 1957.

“Terima kasih, Pak Wali Kota. Apa yang disampaikan sangat sejalan dengan keinginan kami. Sejak lama saya mencoba mengelola aset ini dengan segala keterbatasan, semata-mata untuk menjaga keberlanjutannya,” ujarnya.

“Kita tahu aset-aset ini adalah peninggalan lama, sementara pembiayaan kegiatan olahraga tidak pernah mudah,” lanjutnya.

Ia menuturkan, pengelolaan sarana olahraga kerap menghadapi tantangan besar, termasuk keterbatasan pembiayaan dan tekanan pasar. Menurutnya, hal tersebut dipahami betul oleh Wali Kota Makassar yang memiliki pengalaman panjang di dunia olahraga.

“Pak Wali bukan orang baru di olahraga. Beliau paham betul bagaimana kondisi objek-objek olahraga. Sering kali justru orang yang mengurus olahraga itu kesulitan mengelola asetnya,” kata Andi Ilhamsyah.

Ia juga mengenang kondisi fasilitas olahraga di Makassar pada masa lalu yang sempat terbengkalai dan mengalami alih fungsi, yang menjadi salah satu latar belakang berdirinya Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan.

Andi Ilhamsyah berharap, melalui keterbukaan dan komunikasi yang baik antara Pemerintah Kota Makassar dan seluruh pihak terkait, pengelolaan Karebosi ke depan dapat dilakukan secara lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan publik.

“Kami terbuka untuk duduk bersama, selama tujuannya jelas untuk menjaga fungsi sarana olahraga di Karebosi,” pungkasnya.

Tags: Munafri Arifuddin Pemkot Makassar Lapangan Karebosi

Baca Juga

Gubuk Markas Waria di Kuburan Panaikang Ditertibkan, Kondom dan Botol Lem Berserakan
Gubuk Markas Waria di Kuburan Panaikang Ditertibkan, Kondom dan Botol Lem Berserakan
96 Lapak PKL di Mariso Ditertibkan, Trotoar dan Drainase Dikembalikan untuk Pejalan Kaki
96 Lapak PKL di Mariso Ditertibkan, Trotoar dan Drainase Dikembalikan untuk Pejalan Kaki
Jelang Ramadhan Harga Daging dan Ayam Naik, Beras Tetap, Cabai Keriting Turun
Jelang Ramadhan Harga Daging dan Ayam Naik, Beras Tetap, Cabai Keriting Turun
Tak Sekadar Tertibkan, Pemkot Makassar Siapkan Lahan Khusus untuk PKL
Tak Sekadar Tertibkan, Pemkot Makassar Siapkan Lahan Khusus untuk PKL
Dengar Keluhan Warga, Appi Tinjau dan Benahi Jalan Rusak Metro Tanjung Bunga Barombong
Dengar Keluhan Warga, Appi Tinjau dan Benahi Jalan Rusak Metro Tanjung Bunga Barombong
Sudah 34 Tahun Tutupi Drainase, Pedagang Kambing di Jl Bontomangape dan Jl Ap Pettarani Selatan Ditertibkan
Sudah 34 Tahun Tutupi Drainase, Pedagang Kambing di Jl Bontomangape dan Jl Ap Pettarani Selatan Ditertibkan

Populer

  • 1
    Zulkifli Terpilih Nahkodai PGRI Cabang Bajeng Lima Tahun ke Depan
  • 2
    Harga Emas Hari Ini Antam Turun Rp43.000, Pecahan 1 Gram Kini Rp2.904.000
  • 3
    Birmingham City vs Leeds United: Duel Klub Milik Investor Amerika di FA Cup 2026, Sentuhan Tom Brady vs 49ers Enterprises
  • 4
    Oviedo Andalkan Kandang untuk Bertahan, Bilbao Uji Konsistensi di Tengah Tren Kebobolan
  • 5
    Harga Emas Hari Ini, Antam Mulai Rp1,527 Juta

Ekonomi

  • Harga Emas Antam di Makassar Hari Ini Stabil, Pecahan 1 Gram Tembus Rp2,95 Juta
    Harga Emas Antam di Makassar Hari Ini Stabil, Pecahan 1 Gram Tembus Rp2,95 Juta
  • Saham BMRI Masuk dalam Saham dengan Pembelian ASing Terbesar
    Saham BMRI Masuk dalam Saham dengan Pembelian ASing Terbesar
  • Harga Emas Hari Ini, Antam Mulai Rp1,527 Juta
    Harga Emas Hari Ini, Antam Mulai Rp1,527 Juta

Peristiwa

  • Perbedaan Awal Ramadhan 2026 Jadi Ruang Edukasi Ilmiah dan Toleransi Umat
    Perbedaan Awal Ramadhan 2026 Jadi Ruang Edukasi Ilmiah dan Toleransi Umat
  • Sambut Ramadhan, PHI Bersih-Bersih Masjid Anshar Somba Opu
    Sambut Ramadhan, PHI Bersih-Bersih Masjid Anshar Somba Opu
  • Kerry Adrianto Dituntut 18 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Minyak, Anak Buron Riza Chalid Minta Keadilan ke Prabowo Subianto
    Kerry Adrianto Dituntut 18 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Minyak, Anak Buron Riza Chalid Minta Keadilan ke Prabowo Subianto
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID