Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Makassar

RT 04 Tamangapa Jadi Percontohan Pemilahan Sampah Berbasis Kolaborasi, Sudah Berjalan Sejak 2025

Selasa, 4 Agustus 2026 15:14
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
Budaya memilah sampah dari sumber telah diterapkan warga RT 04/RW 07 Cluster Berlian Permata, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala


LUMINASIA.ID, MAKASSAR – Budaya memilah sampah dari sumber telah diterapkan warga RT 04/RW 07 Cluster Berlian Permata, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, sejak 2025 atau setahun sebelum Pemerintah Kota Makassar mewajibkan pemilahan sampah mulai 1 Agustus 2026.

Konsistensi edukasi kepada warga serta kolaborasi lintas unsur masyarakat membuat kawasan tersebut kini menjadi salah satu percontohan pengelolaan sampah berbasis lingkungan di Kota Makassar.

Program ini tidak hanya melibatkan pengurus RT, tetapi juga Bank Sampah Unit (BSU), Kelompok Wanita Tani (KWT), pengurus masjid, kelompok perikanan, pemerintah kelurahan hingga organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Ketua Bank Sampah Unit (BSU) Cluster Berlian Permata, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Nirma Naim Subair, mengatakan budaya memilah sampah di lingkungan tersebut telah dimulai jauh sebelum kebijakan pemilahan sampah dari sumber diberlakukan secara menyeluruh oleh Pemerintah Kota Makassar.

Baca: Pilah Sampah Solusi Menyelamatkan Kota Makassar

"Pemilahan sampah sebenarnya sudah kami lakukan sejak tahun lalu. Waktu itu tempat kami juga menjadi lokasi belajar bagi peserta pelatihan dari DLH. Program ini terus berjalan, hanya saja saat itu belum seintens sekarang karena belum ada aturan yang mewajibkan pemilahan sampah dari sumber," ujar Nirma, Selasa (4/8/2026).

Ia menjelaskan, sejak awal kawasan RT 04/RW 07 Cluster Berlian Permata menjadi lokasi pembelajaran bagi peserta pelatihan yang difasilitasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar mengenai pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Seiring berjalannya program, berbagai sarana pendukung pengelolaan sampah disiapkan secara bertahap. Hampir setiap lorong kini dilengkapi ember penampungan sampah organik, dropbox khusus botol plastik, hingga tempat penampungan daun kering yang diolah menjadi kompos.

"Semua disiapkan secara bertahap. Ini merupakan bagian dari visi Ketua RT kami sebelumnya yang sejalan dengan program Bapak Wali Kota. Karena itu, kami membangun kolaborasi dengan berbagai lembaga di lingkungan perumahan," katanya.

Menurut Nirma, keberhasilan program tersebut tidak lepas dari keterlibatan seluruh unsur masyarakat yang bergerak bersama menjalankan pengelolaan sampah.

Baca: Appi Ingin RT/RW Jadi Motor Pengelolaan Sampah dan Pemberdayaan Ekonomi Warga

"Intinya tidak ada yang berjalan sendiri. Semua lembaga kami integrasikan, termasuk kolaborasi dengan kelurahan dan SKPD terkait. Dengan kebersamaan seperti itu, program lebih mudah dijalankan," tuturnya.

Ia mengungkapkan, gerakan pemilahan sampah mulai berkembang setelah kawasan tersebut mendapat sosialisasi dari pegiat lingkungan Mashud Azikin saat pembentukan bank sampah di kompleks tersebut.

Sejak saat itu, berbagai kegiatan edukasi terus dilakukan, mulai dari sosialisasi pembuatan eco-enzyme dari rumah ke rumah hingga lomba kebersihan antarblok sebagai upaya membangun kebiasaan baru di tengah masyarakat.

"Sejak sosialisasi itu kami mulai bergerak. Kami mengadakan edukasi eco-enzyme ke rumah-rumah, sehingga membuat kesadaran masyarakat perlahan mulai tumbuh," jelasnya.

Meski demikian, Nirma mengakui belum seluruh warga konsisten memilah sampah setiap hari sehingga edukasi masih terus dilakukan secara berkelanjutan.

"Belum semua warga konsisten memilah sampah. Kadang semangatnya naik, kadang turun lagi. Karena itu edukasi harus terus berjalan," ujarnya.

Ia menilai kebijakan wajib memilah sampah yang mulai diterapkan Pemerintah Kota Makassar sejak 1 Agustus 2026 memberikan dampak positif terhadap meningkatnya volume sampah organik yang berhasil dipisahkan langsung dari sumbernya.

"Sebelum 1 Agustus biasanya sampah organik yang terkumpul hanya sekitar seperempat hingga setengah karung. Setelah kebijakan berlaku, dalam sehari bisa mencapai dua karung. Itu menunjukkan semakin banyak warga yang mulai memilah sampah," katanya.

Peningkatan volume sampah organik tersebut, lanjut Nirma, sekaligus menjadi tantangan baru karena kapasitas pengolahan yang dimiliki lingkungan perumahan masih terbatas.

"Kami belum mampu mengolah semuanya. Sebagian kami olah sendiri, sementara sebagian lagi kami minta bantuan untuk diproses di tempat lain," ucapnya.

Sementara itu, pengelolaan sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomi dilakukan melalui Bank Sampah Unit dan fasilitas dropbox plastik yang tersedia di beberapa titik. Material seperti kardus juga dijual langsung oleh warga atau disalurkan ke Bank Sampah Pusat (BSP).

"Untuk sampah nonorganik sudah ada bank sampah. Plastik kami kumpulkan di dropbox, sedangkan kardus ada yang dijual langsung oleh warga. Karena kapasitas gudang kami masih terbatas, sebagian juga kami kirim ke Bank Sampah Pusat," jelasnya.

Nirma menegaskan pengelolaan sampah di Cluster Berlian Permata masih terus berproses dan belum dapat dikatakan sempurna. Menurutnya, pengolahan sampah organik membutuhkan penanganan yang lebih kompleks agar tidak menimbulkan bau maupun mengganggu kenyamanan warga.

"Kami tidak berani mengatakan sudah sempurna karena masih banyak yang harus dibenahi, terutama pengolahan sampah organik. Yang terpenting program ini terus berjalan sambil belajar dan terus melakukan edukasi kepada masyarakat," pungkasnya.

Tags: bank sampah pilah sampah Pemkot Makassar Dinas Lingkungan Hidup


Baca Juga

Banggar DPRD Makassar Minta BPKAD Koordinasikan Data Anggaran KUPA-PPAS Perubahan Makassar
Banggar DPRD Makassar Minta BPKAD Koordinasikan Data Anggaran KUPA-PPAS Perubahan Makassar
Makassar Siapkan Dua Greenhouse Berbasis IoT, Munafri Ajak Teknik Elektro Terlibat
Makassar Siapkan Dua Greenhouse Berbasis IoT, Munafri Ajak Teknik Elektro Terlibat
PDAM Makassar Sukses Tangani Keluhan Air Sempat Berwarna Hitam, Masalah Endapan dan Jaringan Pipa
PDAM Makassar Sukses Tangani Keluhan Air Sempat Berwarna Hitam, Masalah Endapan dan Jaringan Pipa
Appi Dorong Sekolah Makassar Adaptif terhadap AI, Karakter Siswa Tetap Jadi Prioritas
Appi Dorong Sekolah Makassar Adaptif terhadap AI, Karakter Siswa Tetap Jadi Prioritas
Wali Kota Munafri Ajak Muslimat NU dan Dewan Lingkungan Kolaborasi Atasi Sampah
Wali Kota Munafri Ajak Muslimat NU dan Dewan Lingkungan Kolaborasi Atasi Sampah
Appi Dorong Sampah Jadi Sumber Penghasilan, Bank Sampah Akan Diperkuat Pemkot Makassar
Appi Dorong Sampah Jadi Sumber Penghasilan, Bank Sampah Akan Diperkuat Pemkot Makassar

Populer

  • 1
    Appi Dorong Sampah Jadi Sumber Penghasilan, Bank Sampah Akan Diperkuat Pemkot Makassar
  • 2
    Judi Online Makin Mudah Diakses, Pelajar Harus Lebih Waspada!
  • 3
    Atlet Peraih Medali SEA Games Ikut Bertanding di Honda DBL South Sulawesi 2026, Ini Dia
  • 4
    SMAN 9 Makassar Menang Telak dengan Skor 47-11, Ini Hasil Lengkap Putra DBL South Sulawesi 2026 Hari Ketiga
  • 5
    Masuki Usia 51 Tahun: Ini Profil Munafri Arifuddin, Wali Kota Makassar yang Pernah Memimpin PSM

Ekonomi

  •  Toyota Hilux Rangga Kuasai 51,4 Persen Pasar Pick Up Medium di Sulawesi
    Toyota Hilux Rangga Kuasai 51,4 Persen Pasar Pick Up Medium di Sulawesi
  • LPS Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Donor Darah di Palopo
    LPS Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Donor Darah di Palopo
  • Biosolar di Polewali Ditambah hingga 50 Persen, Penyaluran Capai 68 KL
    Biosolar di Polewali Ditambah hingga 50 Persen, Penyaluran Capai 68 KL

Peristiwa

  • Cuaca Besok di Sulsel 19 September 2026, BMKG Peringatkan Angin Kencang
    Cuaca Besok di Sulsel 19 September 2026, BMKG Peringatkan Angin Kencang
  • Ini Kronologi Bule Australia Habisi Anak dan Dirinya di Bali, Jeritan 'I Love You Daddy' Bikin Miris
    Ini Kronologi Bule Australia Habisi Anak dan Dirinya di Bali, Jeritan 'I Love You Daddy' Bikin Miris
  • KPK Telusuri Alur Perintah dan Aliran Uang dalam Kasus Suap HGB Bogor
    KPK Telusuri Alur Perintah dan Aliran Uang dalam Kasus Suap HGB Bogor
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID