LUMINASIA.ID, MAKASSAR – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menjelaskan penyebab masih terjadinya antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Sulawesi meski pasokan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) diklaim dalam kondisi aman.
Penjelasan tersebut disampaikan menyusul keluhan masyarakat yang masih menemukan antrean panjang di sejumlah SPBU, termasuk di Kabupaten Bulukumba. Bahkan, di beberapa SPBU, antrean disebut tidak terjadi karena stok BBM telah habis.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan antrean dipicu meningkatnya permintaan BBM subsidi, terutama Pertalite dan Biosolar.
Menurut dia, kondisi tersebut terjadi karena sebagian pengguna BBM nonsubsidi beralih menggunakan BBM subsidi akibat selisih harga yang cukup tinggi.
Baca: Harga Pertamax Turun per 1 Agustus 2026, Kini Dibanderol Rp15.950 per Liter
"Kami perlu sampaikan terkait dinamika antrean di sejumlah daerah di Indonesia. Saat ini Pertamina berupaya maksimal untuk bisa mendistribusikan BBM lebih cepat," kata Lilik, Kamis (7/8/2026).
Ia menjelaskan, peralihan konsumsi dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi menyebabkan antrean lebih banyak terjadi pada titik pengisian Pertalite dan Biosolar.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pertamina telah melakukan sejumlah langkah percepatan distribusi.
Di antaranya menambah pasokan BBM sekitar 10 hingga 15 persen di SPBU yang mengalami antrean, khususnya di jalur Trans Sulawesi yang menjadi lintasan utama kendaraan logistik.
Selain itu, Pertamina juga mengerahkan mobil tangki tambahan dari sektor industri untuk mempercepat penyaluran BBM ke SPBU.
Baca: Biosolar B50 Makin Mudah Dicari! Kini Tersedia di 457 SPBU se-Sulawesi, 110 Khusus Sulsel
Perusahaan turut menempatkan petugas marshal di sejumlah SPBU guna membantu mengurai antrean kendaraan.
Di sisi pengawasan, Pertamina berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan BPH Migas untuk memastikan penyaluran BBM subsidi berjalan tepat sasaran serta distribusi kepada masyarakat tetap optimal.
Lilik mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan (panic buying).
"Kami berharap masyarakat tetap bijak dalam menggunakan energi, tidak panic buying, membeli BBM sesuai kebutuhan, dan menggunakan BBM sesuai spesifikasi kendaraan agar performa mesin tetap optimal dan lebih hemat BBM," ujarnya.
Sebelumnya, masyarakat mempertanyakan penyebab antrean panjang yang masih terjadi di sejumlah SPBU apabila pasokan BBM disebut aman dan distribusi dinilai berjalan lancar. Keluhan tersebut muncul setelah pengguna jalan menemukan antrean kendaraan di sejumlah SPBU, termasuk di wilayah Bulukumba, Sulawesi Selatan.



