Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Makassar

Munafri Arifuddin Perintahkan Segera Eksekusi Bangunan Ilegal dan Parkir Liar, Sindir Lemahnya Koordinasi Perangkat Wilayahna

Selasa, 30 Desember 2025 18:18
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memberi ultimatum untuk memberantas parkir liar

MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar bersiap melakukan penertiban besar-besaran terhadap praktik parkir liar dan bangunan ilegal yang kian marak di sejumlah ruas jalan utama kota.

Masalah ini dinilai tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga menjadi pemicu kemacetan, penyempitan badan jalan, hingga terganggunya kenyamanan masyarakat.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa alih fungsi bangunan rumah menjadi tempat usaha tanpa izin resmi turut memperparah persoalan ketertiban kota, terutama karena tidak disertai penyediaan lahan parkir yang memadai.

Akibatnya, kendaraan pengunjung kerap memakan badan jalan dan memicu kemacetan di titik-titik padat aktivitas.

Kondisi tersebut menjadi perhatian utama dalam Rapat Pembahasan Pengaturan Bangunan dan Parkir Liar yang digelar di Ruang Rapat Sipakatau, Kantor Wali Kota Makassar, Selasa (30/12/2025).

Dalam arahannya, Munafri yang akrab disapa Appi meminta seluruh jajaran pemerintah wilayah untuk tidak bersikap pasif menghadapi persoalan ini.

“Ini perlu fokus dan perhatian ekstra. Jangan kita cuek dengan keadaan. Ini penting sekali,” tegas Appi.

Menurutnya, penertiban bukan semata tindakan represif, tetapi juga bagian dari upaya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya pedagang dan pelaku usaha, agar mematuhi aturan tata ruang dan ketertiban umum.

Ia menyoroti masih banyak pedagang yang mendadak memasang tenda dan berjualan di lokasi terlarang.

“Ini yang bermasalah. Jangan tiba-tiba datang pasang tenda, berjualan, dan mengganggu fasilitas umum,” ujarnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut secara menyeluruh, Appi mengungkapkan bahwa pemerintah kota akan membentuk tim khusus lintas sektor pada awal bulan mendatang.

“Di awal bulan ini, tim akan segera terbentuk dan melibatkan semua unsur untuk menghasilkan keputusan yang bersifat tetap dan mengikat,” jelasnya.

Ia menegaskan, penertiban tidak boleh lagi bersifat insidental dan berulang tanpa solusi permanen.

“Tidak boleh lagi hari ini ditertibkan, besok muncul lagi. Wilayah yang dilarang harus menjadi ketetapan yang fixed dan aturannya mengikat,” katanya.

Appi juga menyinggung lemahnya koordinasi antarperangkat wilayah sebagai salah satu penyebab masalah parkir liar dan bangunan ilegal terus berulang.

“Hampir di semua ruas jalan, mulai Cendrawasih, Veteran, Ratulangi, Urip, sampai Pettarani, persoalannya sama,” ungkapnya.

Ia meminta camat, lurah, hingga RT/RW untuk memaksimalkan pengawasan wilayah masing-masing dan tidak melakukan pembiaran.

“Tidak ada yang tidak bisa dibereskan. Tinggal mau atau tidak menjalankan,” tuturnya.

Selain parkir liar, Appi juga menyoroti bangunan ilegal di atas saluran air dan kanal yang menghambat penanganan banjir.

“Bagaimana mau bersihkan got dan alur air kalau ada bangunan di atasnya,” tegasnya.

Ia pun meminta Satpol PP, Dinas Perhubungan, Linmas, serta jajaran wilayah untuk siaga penuh, seraya menegaskan akan mengevaluasi aparat yang tidak siap bekerja di lapangan.

“Pastikan semua standby. Jangan biarkan lagi terjadi kesalahpahaman yang berujung citra negatif bagi pemerintah,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Appi kembali menegaskan komitmennya untuk menertibkan parkir liar yang selama ini menjadi keluhan utama warga.

Ia mengaku telah mengantongi data titik-titik parkir ilegal dan langsung menginstruksikan Direktur Utama PD Parkir Makassar Raya untuk bertindak tegas.

“Segera dieksekusi, tidak ada cerita. Kalau mereka mau melawan, kita lawan. Tidak ada orang yang boleh lebih kuat daripada pemerintah di kota ini, karena kita berdiri di atas aturan,” tegasnya.

Appi menekankan, juru parkir liar yang menarik tarif di luar ketentuan dan memanfaatkan lokasi terlarang tidak boleh lagi dibiarkan.

“Saya tidak mau lagi ada juru parkir liar yang menarik tarif tidak sesuai aturan atau parkir di tempat terlarang yang bikin macet. Ini yang bikin masyarakat mengeluh,” ujarnya.

Ia juga meminta camat dan lurah aktif memantau wilayah dan segera melaporkan titik parkir ilegal yang baru muncul.

“Jangan ada pembiaran. Kita harus satu komando untuk urusan ini,” imbuhnya.

Munafri memastikan, penertiban parkir liar akan dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan, bukan sekadar razia sesaat.

“Saya tunggu laporannya dalam waktu dekat,” katanya.

Dengan langkah tegas ini, Pemkot Makassar berharap tata kelola parkir dapat berjalan tertib dan sesuai regulasi, sekaligus mengurai kemacetan dan meningkatkan kenyamanan masyarakat.

“Walaupun kita harus lawan tembok, tidak ada masalah. Kota Makassar ini wilayahnya pemerintah. Negara harus hadir,” pungkas Appi.

Tags: Munafri Arifuddin Pemkot Makassar parkir liar


Baca Juga

Digitalisasi Layanan Makin Ngebut, Makassar Raih Predikat Kota TP2DD Terbaik 2026
Digitalisasi Layanan Makin Ngebut, Makassar Raih Predikat Kota TP2DD Terbaik 2026
Banggar DPRD Makassar Minta BPKAD Koordinasikan Data Anggaran KUPA-PPAS Perubahan Makassar
Banggar DPRD Makassar Minta BPKAD Koordinasikan Data Anggaran KUPA-PPAS Perubahan Makassar
Makassar Siapkan Dua Greenhouse Berbasis IoT, Munafri Ajak Teknik Elektro Terlibat
Makassar Siapkan Dua Greenhouse Berbasis IoT, Munafri Ajak Teknik Elektro Terlibat
PDAM Makassar Sukses Tangani Keluhan Air Sempat Berwarna Hitam, Masalah Endapan dan Jaringan Pipa
PDAM Makassar Sukses Tangani Keluhan Air Sempat Berwarna Hitam, Masalah Endapan dan Jaringan Pipa
Appi Dorong Sekolah Makassar Adaptif terhadap AI, Karakter Siswa Tetap Jadi Prioritas
Appi Dorong Sekolah Makassar Adaptif terhadap AI, Karakter Siswa Tetap Jadi Prioritas
Wali Kota Munafri Ajak Muslimat NU dan Dewan Lingkungan Kolaborasi Atasi Sampah
Wali Kota Munafri Ajak Muslimat NU dan Dewan Lingkungan Kolaborasi Atasi Sampah

Populer

  • 1
    LPS Libatkan 100 Guru untuk Bangun Kebiasaan Menabung Pelajar Sulsel
  • 2
    Lima Tim Dance Terpilih Jadi Best Five di Honda DBL South Sulawesi 2026
  • 3
    Peserta KALLA 10K dari Riau hingga Papua, Ada Aturan Cut Off hingga DNF
  • 4
    LENGKAP! Jalannya Pertandingan Zion Vs Rajawali, Antar Zion Jadi Threepeat DBL South Sulawesi
  • 5
    APBN Salurkan KUR Rp12,96 Triliun ke 181.912 Debitur di Sulsel

Ekonomi

  • OJK Dorong Satu Pintu Pelaporan untuk Perangi Penipuan Digital
    OJK Dorong Satu Pintu Pelaporan untuk Perangi Penipuan Digital
  • PT Vale Bangun Tempat Berlindung Kebakaran Pertama di Bungku Timur, Percepat Respons Kebakaran
    PT Vale Bangun Tempat Berlindung Kebakaran Pertama di Bungku Timur, Percepat Respons Kebakaran
  • Dari Hutan Desa Nuha ke Tangan Gen Z, Anyaman Teduhu Selamat dari Kepunahan
    Dari Hutan Desa Nuha ke Tangan Gen Z, Anyaman Teduhu Selamat dari Kepunahan

Peristiwa

  • Resmi Jadi Kader PSI, Jokowi Tunjukkan KTA dan Minta Kader Tak Ragu Hadapi Pemilu 2029
    Resmi Jadi Kader PSI, Jokowi Tunjukkan KTA dan Minta Kader Tak Ragu Hadapi Pemilu 2029
  • Kortastipidkor Polri Tetapkan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Korupsi Persetujuan Bangunan Gedung
    Kortastipidkor Polri Tetapkan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Korupsi Persetujuan Bangunan Gedung
  • Cuaca Besok di Sulsel 19 September 2026, BMKG Peringatkan Angin Kencang
    Cuaca Besok di Sulsel 19 September 2026, BMKG Peringatkan Angin Kencang
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID