LUMINASIA.ID, INTERNASIONAL - Kabar duka datang dari Meksiko. Juan Pedro Franco, sosok yang pernah memegang rekor Guinness World Records sebagai pria terberat di dunia, dilaporkan meninggal dunia setelah kondisi kesehatannya memburuk saat menjalani perawatan di rumah sakit.
Dilansir The Sun, kematian Juan Pedro Franco dikonfirmasi langsung oleh dokter yang menanganinya, Jose Antonio Castaneda. Menurut keterangan medis, komplikasi serius berkembang dalam beberapa hari sebelum ia mengembuskan napas terakhir pada 24 Desember di negara bagian Aguascalientes, Meksiko bagian tengah.
Nama Juan Pedro Franco menjadi sorotan internasional pada 2017 ketika berat badannya tercatat mendekati 600 kilogram, menjadikannya manusia terberat di dunia saat itu. Dalam kondisi tersebut, ia sebagian besar harus terbaring di tempat tidur dan sepenuhnya bergantung pada bantuan orang lain untuk beraktivitas.
Pada masa itu, delapan orang dewasa diperlukan hanya untuk memindahkan tubuhnya. Ia bahkan tidak mampu pergi ke kamar mandi sendiri sehingga harus menggunakan popok. Kondisi fisik tersebut membuat kehidupannya sangat terbatas, baik secara fisik maupun psikologis.
Dalam wawancara dengan Guinness World Records, Juan pernah mengungkapkan perjuangan batinnya. “Tubuh saya seolah berjalan sendiri tanpa bisa saya kendalikan,” ujarnya. Ia juga mengaku telah mencoba diet berulang kali, namun selalu gagal. “Saya mencoba diet hari demi hari, tetapi tidak ada yang berhasil dan saya menjadi putus asa,” tuturnya.
Titik balik hidupnya terjadi pada tahun yang sama, ketika ia memutuskan untuk menjalani perawatan medis serius, termasuk operasi penurunan berat badan. Langkah tersebut sempat membawanya pada proses pemulihan dan penurunan bobot yang signifikan, meski kesehatannya tetap rapuh akibat dampak obesitas ekstrem selama bertahun-tahun.
Kepergian Juan Pedro Franco menjadi pengingat keras tentang risiko kesehatan dari obesitas berat, sekaligus kisah tentang perjuangan panjang seorang manusia melawan keterbatasan tubuhnya. Namanya akan terus dikenang sebagai bagian dari sejarah Guinness World Records dan sebagai simbol perjuangan menghadapi kondisi medis yang ekstrem.

