LUMINASIA.ID, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham mencatatkan pencapaian signifikan dalam pembenahan infrastruktur dasar sepanjang tahun 2025.
Arah pembangunan infrastruktur difokuskan pada kebutuhan paling mendasar masyarakat, mulai dari perbaikan jalan lingkungan hingga penanganan drainase di titik rawan genangan.
Di tengah kompleksitas ekosistem perkotaan, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar tampil sebagai motor utama pembenahan infrastruktur yang dampaknya kini mulai dirasakan warga.
Sepanjang tahun 2025, Dinas PU Makassar berhasil melakukan pengaspalan di 105 ruas jalan yang tersebar di berbagai kecamatan.
Perbaikan jalan tersebut menyasar ruas lingkungan hingga jalur penghubung antarwilayah yang sebelumnya mengalami kerusakan dan menghambat mobilitas masyarakat.
Selain pengaspalan, peningkatan kualitas jalan juga dilakukan melalui pemasangan paving block pada 135 ruas jalan melalui modal belanja.
Sebanyak 126 ruas jalan lainnya ditangani melalui program pemeliharaan oleh satuan tugas sebagai upaya menjaga kondisi jalan tetap layak.
Pada sektor drainase, Dinas PU Makassar mencatat pembangunan drainase baru di 32 ruas sepanjang tahun 2025.
Reabilitash drainase juga dilakukan pada 84 ruas sebagai langkah strategi mengurangi genangan dan potensi banjir.
Kepala Dinas PU Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, menyampaikan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil kerja terukur dan berkesinambungan di bawah arah pimpinan daerah.
Ia menekankan fokus pembangunan diarahkan pada infrastruktur dasar yang berdampak langsung terhadap aktivitas dan keselamatan warga.
“Sepanjang tahun 2025, kami menyelesaikan pekerjaan infrastruktur di ratusan ruas melalui belanja modal dan pemeliharaan satgas,” ujar Zuhaelsi, Jumat (2/1/2026).
Pendekatan pembangunan dilakukan secara bertahap, konsisten, dan berbasis kebutuhan lapangan agar manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.
Dinas PU Makassar juga melakukan penanganan teknis melalui pembuatan tali-tali air sebagai saluran pembuang dari badan jalan ke drainase utama.
Langkah tersebut dinilai sebagai strategi untuk mencegah penampungan air sekaligus memperluas usia infrastruktur jalan.
Pembuatan tali-tali udara dilakukan di sejumlah titik penting, seperti Jalan Ahmad Yani, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Metro Tanjung Bunga, hingga kawasan Anjungan Pantai Losari.
Penanganan drainase juga menyasar lokasi rawan terakumulasi, di antaranya Jalan Andi Tonro, Jalan Poros Sudiang, kawasan BTN Tirasa, Kompleks Green Residence Sudiang, dan hilir Sungai Balang Tonjong.
Sepanjang tahun 2025, Dinas PU Makassar menerima sebanyak 408 laporan masyarakat terkait infrastruktur.
Dari jumlah tersebut, 292 laporan berhasil ditindaklanjuti, terdiri atas 137 laporan pengerukan drainase dan 155 laporan perbaikan jalan aspal serta paving.
Menurut Zuhaelsi, laporan warga menjadi referensi utama dalam menentukan skala prioritas penanganan infrastruktur.
Ia menyebut respon cepat terhadap aduan masyarakat menjadi bagian dari komitmen pelayanan publik yang berbasis kebutuhan nyata.
Capaian ini menegaskan pembangunan infrastruktur Kota Makassar tidak hanya diukur dari angka, tetapi juga dari manfaat langsung yang dirasakan warga.
Jalan lingkungan yang lebih layak dan sistem drainase yang lebih baik menjadi fondasi penting bagi aktivitas ekonomi dan kualitas hidup masyarakat.
Memasuki tahun 2026, Dinas PU Kota Makassar telah menyiapkan sejumlah strategi program lanjutan.
Program tersebut meliputi pembangunan Stadion Untia, Pusat Pemerintahan Makassar tahap II, Gedung Dinas Pendidikan, Jalan Kampung Romang Tanggaya, serta akses menuju TPA Tamangapa.
Pemerintah Kota Makassar optimistis pembenahan infrastruktur akan terus berjalan konsisten dan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat.

