Pastikan Harga Pangan Terjangkau, Bupati Gowa Harap Warga Gowa Jalani Ramadhan dengan Damai Tanpa Rasa Cemas
LUMINASIA.ID, GOWA -- Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menginstruksikan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Gowa untuk memperkuat langkah pengendalian inflasi menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Upaya ini dinilai penting agar stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Instruksi tersebut disampaikan Bupati Talenrang saat membuka High Level Meeting (HLM) TPID Kabupaten Gowa di Baruga Tinggimae, Rumah Jabatan Bupati Gowa, Rabu (11/2).
Pertemuan itu dihadiri unsur Forkopimda, perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan, Bulog, Pertamina, BPS, Kadin, serta jajaran perangkat daerah dan distributor kebutuhan pokok.
Husniah menyampaikan, pengendalian inflasi bukan sekadar menjaga angka statistik, melainkan memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan selama Ramadan.
“Inflasi bagi pemerintah mungkin hanya angka, tetapi bagi masyarakat adalah tentang apakah mereka bisa menyajikan makanan yang layak untuk sahur dan berbuka. Pemerintah harus hadir memastikan tidak ada keluarga di Gowa yang cemas menghadapi Ramadan hanya karena harga pangan yang tidak terkendali,” ujarnya.
Berdasarkan data per November 2025, inflasi Kabupaten Gowa yang mengacu pada inflasi Kota Makassar tercatat sebesar 2,69 persen (year to date), lebih rendah dibandingkan rata-rata Provinsi Sulawesi Selatan sebesar 2,84 persen. Meski demikian, ia mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat jajaran pemerintah lengah, mengingat potensi lonjakan konsumsi menjelang hari besar keagamaan.
Untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan, Pemkab Gowa menekankan penerapan strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. Langkah konkret yang disiapkan antara lain operasi pasar dan pangan murah di wilayah rawan inflasi, pengawasan gudang dan distributor guna mencegah penimbunan, serta antisipasi gangguan distribusi akibat cuaca ekstrem.
Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong penyatuan dan penguatan data lintas organisasi perangkat daerah agar kebijakan yang diambil lebih tepat sasaran.
“Saya ingin masyarakat Gowa menjalani Ramadan dengan hati damai. Damai karena harga terjangkau, pasokan tersedia, dan mereka tahu pemerintahnya benar-benar hadir mengurus kebutuhan mereka,” kata Husniah.
Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis, dalam laporannya menyampaikan bahwa HLM TPID digelar untuk memperoleh gambaran terkini mengenai ketersediaan, perkiraan produksi, harga, dan distribusi komoditas pangan.
“Melalui HLM ini, kita ingin memastikan kesiapan seluruh pihak dan mencari solusi apabila terjadi kondisi yang dapat mengganggu ketersediaan bahan pokok penting di masyarakat menjelang Ramadan dan Idul Fitri,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Gowa berharap sinergi lintas sektor, mulai dari TPID, aparat keamanan, pelaku usaha, hingga distributor, dapat memastikan stabilitas harga benar-benar dirasakan masyarakat selama bulan suci.

