LUMINASIA.ID - Stadion Jatidiri Semarang kembali bersiap menyambut atmosfer dukungan penuh suporter PSIS Semarang. Dua kelompok pendukung setia Laskar Mahesa Jenar, Panser Biru dan Semarang Extreme (Snex), memastikan akan kembali hadir langsung di stadion setelah mengakhiri aksi boikot yang berlangsung hampir satu musim.
Momen kembalinya Panser Biru dan Snex dijadwalkan terjadi saat PSIS Semarang menjamu Persipal Palu pada pekan ke-14 Championship musim 2025/2026. Kehadiran suporter ini sekaligus menandai kembalinya peran “pemain ke-12” yang selama ini absen dari tribun Stadion Jatidiri.
Ketua Panser Biru, Kepareng Wareng, mengatakan keputusan mengakhiri boikot diambil setelah tujuan utama aksi tersebut tercapai, yakni keluarnya manajemen lama PSIS Semarang. Menurutnya, Panser Biru kini siap memberikan dukungan penuh kepada tim kebanggaan Kota Semarang.
“Karena tujuan awal sudah terpenuhi dengan keluarnya manajemen lama, jadi kini kami siap all out beri dukungan untuk PSIS,” ujar Wareng saat dikonfirmasi, Sabtu (3/1/2026).
Pria yang akrab disapa Pak Yeng itu menambahkan, Panser Biru telah mulai melakukan berbagai persiapan menjelang kembalinya dukungan langsung di stadion. Meski belum menyiapkan koreografi khusus, koordinasi internal terus dilakukan untuk menghidupkan kembali atmosfer tribun.
“Kalau koreo memang belum, tapi kami sudah mulai class chant, bikin lagu-lagu baru, dan berkoordinasi dengan korwil-korwil Panser,” jelasnya.
Hal senada disampaikan perwakilan Snex. Humas Snex, Lutfi Al Farizi, menyebut antusiasme anggota Snex sangat tinggi menyambut kembalinya mereka ke Stadion Jatidiri. Target awal yang dipasang adalah memadati tribun utara secara bertahap.
“Untuk koreografi memang belum, tapi teman-teman Snex semangatnya sudah luar biasa. Target awal kami, tribun utara penuh dulu,” kata Lutfi.
Kembalinya Panser Biru dan Snex juga mendapat sambutan positif dari internal tim PSIS. Pelatih PSIS Semarang, Jafri Sastra, berharap kehadiran suporter dapat menjadi tambahan motivasi bagi para pemain yang sejak awal musim minim dukungan langsung di stadion.
“Kami sangat bersyukur dengan dukungan suporter. Kehadiran mereka memberi semangat dan motivasi agar pemain bisa tampil lebih baik dan meraih poin,” ujar Jafri.
Sebelumnya, Panser Biru dan Snex sempat melakukan aksi boikot sebagai bentuk kekecewaan terhadap manajemen lama PSIS Semarang. Boikot tersebut dipicu oleh sejumlah persoalan, mulai dari penutupan tribun utara, keterbatasan kuota tiket saat laga kandang, hingga minimnya komunikasi manajemen terhadap surat resmi yang dilayangkan oleh perwakilan suporter.
Aksi boikot itu bahkan sempat diwarnai rencana unjuk rasa di luar stadion saat PSIS kembali berlaga di Jatidiri. Namun, dengan adanya perubahan manajemen, kedua kelompok suporter sepakat mengakhiri boikot dan kembali memberikan dukungan langsung dari tribun.
Dengan kembalinya Panser Biru dan Snex, atmosfer Stadion Jatidiri diharapkan kembali hidup dan menjadi suntikan semangat bagi PSIS Semarang dalam upaya memperbaiki performa di Championship musim ini.
Sumber: detikJateng

