LUMINASIA.ID - Awal tahun 2026 membawa kabar positif bagi pengguna kendaraan bermotor.
Sejumlah perusahaan penyedia bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia secara serempak menurunkan harga BBM nonsubsidi yang mulai berlaku sejak 1 Januari 2026.
Penyesuaian harga dilakukan oleh PT Pertamina (Persero), Shell Indonesia, BP-AKR, hingga Vivo Energy Indonesia.
Langkah ini sejalan dengan pergerakan harga minyak global serta mekanisme penyesuaian harga yang ditetapkan pemerintah.
Di wilayah DKI Jakarta, harga Pertamax (RON 92) kini dipasarkan Rp12.350 per liter, turun dari sebelumnya Rp12.750 per liter. Pertamax Turbo juga mengalami penurunan dari Rp13.750 menjadi Rp13.400 per liter.
Produk Pertamax Green RON 95 ikut terkoreksi dari Rp13.500 menjadi Rp13.150 per liter. Sementara untuk jenis solar nonsubsidi, Dexlite turun cukup signifikan dari Rp14.700 menjadi Rp13.500 per liter, sedangkan Pertamina Dex kini berada di level Rp13.600 per liter dari sebelumnya Rp15.000 per liter.
Untuk BBM bersubsidi, pemerintah memastikan tidak ada perubahan harga. Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter dan Solar Subsidi bertahan di Rp6.800 per liter.
Pertamina menjelaskan, penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan sesuai dengan ketentuan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 tentang formula harga dasar BBM jenis bensin dan solar.
“Penetapan harga BBM mempertimbangkan perkembangan harga minyak mentah dunia serta nilai tukar, sesuai regulasi yang berlaku,” demikian keterangan resmi Pertamina yang disampaikan Rabu (31/12/2025).
SPBU swasta juga menerapkan penyesuaian serupa. BP-AKR menetapkan harga BP 92 sebesar Rp12.500 per liter, BP Ultimate RON 95 Rp13.190 per liter, dan BP Ultimate Diesel Rp13.860 per liter.
Shell Indonesia menjual Shell Super RON 92 di harga Rp12.700 per liter, Shell V-Power RON 95 Rp13.190 per liter, Shell V-Power Diesel Rp13.860 per liter, serta Shell V-Power Nitro+ RON 98 menjadi Rp13.480 per liter.
Sementara itu, Vivo Energy Indonesia memasarkan Revvo 92 seharga Rp12.700 per liter dan Diesel Primus Rp13.610 per liter.
Penurunan harga BBM nonsubsidi ini diharapkan dapat memberikan ruang bagi daya beli masyarakat sekaligus menjadi sentimen positif bagi aktivitas ekonomi nasional di awal tahun 2026.

