LUMINASIA.ID, EKONOMI - Saham PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) mencatatkan lonjakan signifikan pada perdagangan hari ini di Bursa Efek Indonesia. Hingga pukul 12.59 WIB (GMT+8), harga saham SUPA berada di level 1.280 rupiah per saham, menguat 200 poin atau naik 18,52 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di 1.080 rupiah.
Kenaikan tajam ini terjadi di tengah tingginya perhatian investor terhadap saham perbankan tersebut, yang baru melantai di bursa melalui penawaran umum perdana saham (IPO). Berdasarkan data IPO, SUPA menetapkan harga penawaran sebesar 0,04 dolar AS per saham dengan total saham yang ditawarkan mencapai 4,41 miliar lembar.
Nilai transaksi yang berhasil dihimpun dari IPO tersebut tercatat sebesar 167,71 juta dolar AS. Pengumuman resmi terkait penawaran saham dilakukan pada 25 November 2025, sementara masa penawaran berlangsung pada 17 Desember 2025.
Dari sisi fundamental yang tercantum, kapitalisasi pasar PT Super Bank Indonesia Tbk mencapai sekitar 30,03 triliun rupiah. Namun demikian, perusahaan masih mencatatkan pendapatan bersih negatif sebesar minus 366,37 miliar rupiah pada laporan keuangan tahun berjalan, meskipun pendapatan usaha tercatat mencapai 775,10 miliar rupiah.
Saham SUPA juga belum mencatatkan pembagian dividen, tercermin dari imbal hasil dividen yang masih kosong. Rasio harga terhadap laba (PER) serta beta satu tahun juga belum tersedia, sejalan dengan statusnya sebagai emiten baru di pasar modal.
Pergerakan intraday saham SUPA menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi. Setelah dibuka melemah, harga saham sempat bergerak stabil sebelum melonjak tajam menjelang tengah hari, lalu mengalami koreksi terbatas dan kembali bergerak menguat hingga mendekati akhir sesi siang.
Penguatan hampir 20 persen ini menandakan antusiasme pasar terhadap prospek SUPA, meski investor tetap dihadapkan pada tantangan kinerja keuangan yang masih mencatatkan kerugian. Ke depan, pelaku pasar akan mencermati strategi bisnis dan kemampuan perusahaan dalam memperbaiki profitabilitas pasca-IPO.

