LUMINASIA.ID, Makassar, 8 Januari 2025 — Peran pusat perbelanjaan tidak lagi sekadar sebagai tempat transaksi ekonomi, melainkan telah berkembang menjadi ruang publik multifungsi yang menopang budaya, edukasi, hingga kesehatan masyarakat. Hal ini mengemuka dalam Musyawarah Daerah (MUSDA) Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD Sulawesi Selatan dan Barat 2026 yang digelar di Saoraja Ballroom, Wisma Kalla, Makassar, Kamis (8/1/2025).
Forum strategis ini mempertemukan para pengelola pusat perbelanjaan di Sulselbar untuk memperkuat kolaborasi sekaligus merumuskan arah organisasi menghadapi dinamika industri ritel yang terus berkembang.
Ketua DPP APPBI, Alphonzus Widjaja, menegaskan bahwa pusat perbelanjaan memiliki posisi strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, terutama melalui peningkatan konsumsi masyarakat.
“Musda ini bertujuan untuk meningkatkan silaturahmi dan kerja sama agar APPBI semakin solid. Selain itu, forum ini juga penting untuk menentukan arah organisasi ke depan demi kemajuan industri usaha pusat perbelanjaan,” ujar Alphonzus.
Ia menambahkan, sektor ritel dan pusat perbelanjaan menjadi tulang punggung konsumsi domestik yang berkontribusi sekitar 57 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita dapat meningkatkan customer journey dan customer experience saat masyarakat berbelanja di properti masing-masing,” tambahnya.
Alphonzus juga menyoroti perhatian khusus DPP APPBI terhadap kawasan Sulawesi. Pertumbuhan ekonomi di wilayah ini dinilai konsisten berada di atas rata-rata nasional, ditopang oleh tingkat okupansi pusat perbelanjaan yang hampir penuh serta tingginya minat retailer nasional untuk berekspansi.
Sementara itu, Ketua DPD APPBI Sulselbar, Ricky Theodores, menyampaikan bahwa MUSDA menjadi momentum evaluasi sekaligus konsolidasi organisasi setelah melalui tiga periode kepengurusan.
“Musda APPBI menjadi wadah untuk meningkatkan kerja sama, kolaborasi, serta berbagi pengalaman dan ilmu antar pengelola pusat belanja. Forum ini juga menjadi momentum penting dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi ke depan,” kata Ricky.
MUSDA APPBI DPD Sulselbar 2026 dihadiri oleh perwakilan manajemen sejumlah pusat perbelanjaan di Sulawesi Selatan dan Barat, antara lain Mal Ratu Indah, NIPAH PARK, Trans Studio Mall Makassar, Phinisi Point, Mal Panakkukang, Panakkukang Square Mall, Mall GTC Makassar, Makassar Town Square, hingga Maleo Town Square. Hadir pula Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kota Makassar, Yulianti, S.E.
Forum ini juga menegaskan sinergi APPBI dengan pemerintah dalam mendorong berbagai program nasional seperti Indonesia Shopping Festival, Indonesia Great Sale, dan Bina Diskon, guna menjaga daya beli serta menggerakkan roda konsumsi masyarakat.
Pada agenda pemilihan, Ricky Theodores kembali dipercaya memimpin sebagai Ketua DPD APPBI Sulselbar untuk periode 2026–2029. Sementara posisi Wakil Ketua diamanahkan kepada Michael Rambi, General Manager Trans Studio Mall Makassar. Pelantikan kepengurusan dilakukan langsung oleh Alphonzus Widjaja sebagai simbol kesinambungan kepemimpinan organisasi.
Melalui MUSDA ini, APPBI DPD Sulselbar diharapkan mampu memperkuat peran pusat perbelanjaan sebagai penggerak ekonomi daerah sekaligus ruang publik yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat modern.
Sebagai informasi, KALLA Property merupakan unit bisnis di bawah naungan KALLA yang bergerak di bidang pengelolaan properti komersial, termasuk Mal Ratu Indah, Wisma Kalla, dan NIPAH PARK, dengan komitmen pada prinsip keberlanjutan dan pengembangan gedung ramah lingkungan.

