LUMINASIA.ID – Kemunculan lubang raksasa secara tiba-tiba di tengah area persawahan menghebohkan warga Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.
Fenomena alam yang dikenal sebagai sinkhole itu memicu kekhawatiran masyarakat, terutama karena terjadi di kawasan pertanian produktif.
Lubang besar tersebut muncul pada Minggu (4/1/2026) di sawah milik seorang warga bernama Adrolmios alias Si Ad (61). Warga sekitar mengaku dikejutkan oleh suara keras menyerupai ledakan sebelum akhirnya mendapati tanah di area persawahan amblas dan membentuk lubang berdiameter cukup besar.
Peristiwa tersebut sontak menarik perhatian warga dan aparat setempat, mengingat lokasi kejadian berada tidak jauh dari permukiman dan menjadi sumber penghidupan masyarakat sekitar.
Fenomena lubang raksasa ini secara ilmiah dikenal sebagai sinkhole atau lubang runtuhan tanah. Ahli Geologi dan Mitigasi Bencana Geologi dan Vulkanologi Ade Edward menjelaskan bahwa kejadian sinkhole bukanlah peristiwa yang sepenuhnya asing, terutama di wilayah dengan struktur geologi batu kapur seperti Nagari Situjuah Batua.
Ade mengungkapkan kawasan tersebut merupakan daerah batu kapur yang tertutup material hasil erupsi Gunung Sago. Lapisan tanah yang subur membuat wilayah ini dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat sebagai lahan pertanian, meski menyimpan potensi kerawanan geologi di bawah permukaannya.
Menurut Ade, batuan kapur memiliki sifat mudah larut ketika terus-menerus terpapar air hujan. Proses pelarutan ini berlangsung dalam waktu lama dan menyebabkan terbentuknya rongga-rongga di bawah tanah. Seiring waktu, rongga tersebut dapat membesar hingga akhirnya tidak mampu lagi menopang lapisan tanah di atasnya.
“Ketika rongga bawah tanah sudah terlalu besar dan penyangga alaminya melemah, maka permukaan tanah bisa runtuh secara tiba-tiba dan membentuk lubang besar atau sinkhole,” jelas Ade dalam keterangannya.
Secara umum, sinkhole merupakan cekungan atau lubang runtuhan di permukaan tanah yang tidak memiliki sistem drainase alami. Mengacu pada United States Geological Survey (USGS), air hujan yang masuk ke dalam sinkhole biasanya tidak mengalir di permukaan, melainkan langsung meresap dan mengalir ke bawah tanah melalui rongga-rongga yang terbentuk.
Sinkhole paling sering terjadi di wilayah yang oleh para ahli geologi disebut sebagai daerah karst. Daerah ini tersusun atas batuan yang mudah larut oleh air tanah yang bersirkulasi, seperti batu kapur, gipsum, lapisan garam, dan batuan karbonat lainnya.
Fenomena ini kerap dianggap berbahaya karena pada tahap awal, permukaan tanah dapat terlihat normal dan stabil dalam waktu lama. Namun, ketika rongga bawah tanah terus membesar tanpa disadari, runtuhan dapat terjadi secara mendadak tanpa tanda-tanda yang jelas.
Selain faktor alam, aktivitas manusia juga dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyebut eksploitasi air tanah secara berlebihan, pembangunan tanpa kajian geologi yang memadai, serta perubahan tata guna lahan dapat memperlemah struktur tanah di wilayah karst.
Perubahan iklim yang memicu curah hujan ekstrem juga turut berperan dalam mempercepat proses pelarutan batuan kapur dan meningkatkan risiko runtuhan tanah.
Secara teknis, sinkhole terbentuk melalui dua mekanisme utama. Solution sinkhole berkembang secara perlahan akibat proses pelarutan batu kapur oleh air yang bersifat asam. Proses ini terjadi dalam jangka panjang dan sering kali tidak disadari oleh masyarakat di permukaan.
Sementara itu, collapse sinkhole merupakan jenis yang paling berbahaya karena terjadi secara tiba-tiba. Pada kondisi ini, atap rongga bawah tanah runtuh seketika karena tidak lagi mampu menahan beban di atasnya, sehingga membentuk lubang besar di permukaan tanah.
Menyikapi kejadian tersebut, warga diimbau untuk tidak mendekati lokasi sinkhole dan tetap waspada terhadap potensi pergerakan tanah susulan. Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga diminta melakukan kajian geologi lanjutan untuk memastikan keamanan lahan pertanian dan permukiman di sekitarnya.

