Wamenkes RI dan Pemkab Gowa Perkuat Komitmen Tekan Tuberkulosis
LUMINASIA.ID, GOWA -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa menegaskan komitmennya dalam menekan angka tuberkulosis (TB) melalui penguatan layanan kesehatan dan peran kader di tingkat desa. Komitmen tersebut disampaikan langsung Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang saat menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Kesehatan RI, dr Benjamin Paulus Octavianus, di Desa Siaga TB, Desa Bone, Kecamatan Bajeng, Selasa (13/1).
Dalam sambutannya, Bupati Husniah menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap Kabupaten Gowa, khususnya dalam upaya penanganan TB yang hingga kini masih menjadi tantangan kesehatan nasional.
“Ini merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah pusat kepada daerah, khususnya dalam penanganan TB. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan,” ujar Husniah.
Ia mengungkapkan, Indonesia saat ini menempati peringkat kedua dunia dengan jumlah pasien TB terbanyak. Sementara di Kabupaten Gowa, pada tahun 2025 tercatat sebanyak 2.015 kasus TB.
Meski demikian, Husniah menegaskan Pemkab Gowa berkomitmen kuat untuk mengentaskan TB melalui peningkatan kualitas layanan kesehatan serta dukungan terhadap para kader kesehatan yang tersebar di 18 kecamatan.
“Kami bertekad mengentaskan TB di Gowa. Dukungan infrastruktur dan alat pendukung bagi kader sangat kami harapkan agar upaya eliminasi TB dapat terwujud,” katanya.
Menurut dia, peran kader kesehatan sangat strategis dalam menjangkau pasien dan memutus rantai penularan TB. Karena itu, komitmen bersama seluruh pihak diharapkan terus berlanjut hingga angka TB di Gowa dapat ditekan secara signifikan.
Selain itu, Pemkab Gowa juga menjalankan Program One Day One District atau Sehari di Kecamatan. Salah satu agenda dalam program tersebut adalah pemeriksaan kesehatan gratis yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan.
“Program ini menjadi sarana penyasaran kasus kesehatan, termasuk TB, serta program lintas sektor lainnya seperti pendidikan, pertanian, dan koperasi. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin dua kali dalam sebulan,” ujar Husniah.
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan RI, dr Benjamin Paulus Octavianus, menyampaikan bahwa penanganan TB merupakan salah satu program prioritas nasional yang mendapat perhatian langsung Presiden Republik Indonesia.
“Dari delapan program prioritas nasional yang dipantau langsung Presiden, salah satunya adalah eliminasi TB,” kata Benjamin.
Ia menjelaskan, Kementerian Kesehatan akan menyalurkan alat rontgen ke Kabupaten Gowa guna mendukung deteksi dini TB dan penyakit lainnya. Dari total 2.015 kasus TB yang terdiagnosis pada 2025, para kader diharapkan mampu melakukan penjangkauan pasien secara menyeluruh.
“Begitu peralatan dikirim, segera dilakukan pemetaan penggunaannya. Pemeriksaan tidak hanya untuk TB, tetapi juga penyakit lain, serta mencakup keluarga pasien karena TB merupakan penyakit menular,” tegasnya.
Benjamin menambahkan, penanganan TB dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor bersama Kementerian Dalam Negeri, serta dukungan TNI dan Polri, sebagaimana yang dilakukan saat penanganan pandemi Covid-19.
“Peralatan akan masuk secara bertahap dan ditargetkan lengkap hingga Juni. Anggaran yang tersedia harus dimanfaatkan secara maksimal dan tepat sasaran,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut turut hadir Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan dr Evi Mustikawati Arifin, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa dr Haris Usman, Direktur Utama RSUD Syekh Yusuf dr Gaffar, serta Tim Percepatan Penanggulangan TBC Provinsi dan kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.

