LUMINASIA.ID - Teman pendakian Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki asal Magelang yang sempat dilaporkan hilang di Gunung Slamet, kini telah kembali menjalani aktivitas sekolah. Himawan Haidar Bahran (18), rekan pendakian Syafiq, disebut mulai bersekolah kembali dengan pendampingan dari pihak sekolah untuk menjaga kondisi psikologisnya pasca-insiden di gunung.
Dilansir kumparan, Himawan sebelumnya berhasil dievakuasi oleh tim pencari setelah mengalami cedera kaki saat pendakian.
Setelah menjalani pemulihan, kondisinya berangsur membaik dan dinilai cukup siap untuk kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Kepala BPBD Kabupaten Magelang, Edi Wasono, menyampaikan bahwa meski Himawan telah kembali bersekolah, pemantauan tetap dilakukan karena yang bersangkutan masih membutuhkan perhatian khusus.
“Sejak penjemputan sampai tiba di Magelang, kami tidak pernah menanyakan soal musibah tersebut. Kami ingin ia pulih dulu,” ujar Edi saat dikonfirmasi, Selasa (13/1/2026).
Edi menjelaskan, Himawan mulai kembali ke sekolah sejak Rabu (7/1/2026). BPBD juga berkoordinasi dengan pihak sekolah agar suasana belajar tetap kondusif dan tidak menimbulkan tekanan psikologis tambahan.
“Kami datang ke sekolah dan menanyakan kondisinya. Kami imbau sekolah untuk memberi pendampingan dan tidak mengorek pertanyaan soal kejadian kemarin, supaya ia bisa tenang dan kembali beraktivitas normal,” jelasnya.
Pihak keluarga sempat mengajukan izin pemulihan selama beberapa hari. Namun, Himawan memilih kembali bersekolah lebih cepat dan telah meminta rekan-rekannya agar tidak membahas peristiwa pendakian tersebut.
“Kami khawatir kalau ditanya terus, justru membuat dia tidak nyaman atau enggan berangkat sekolah. Yang penting ia merasa aman dulu,” kata Heni.
Sementara itu, perkembangan terbaru menyebutkan bahwa Syafiq Ridhan Ali Razan akhirnya ditemukan oleh tim pencari di kawasan puncak Gunung Slamet. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah proses pencarian yang melibatkan berbagai unsur SAR dan relawan lintas daerah.
Informasi penemuan tersebut sekaligus mengakhiri rangkaian pencarian panjang yang sebelumnya sempat dihentikan secara resmi, namun tetap dilanjutkan secara mandiri oleh relawan dan komunitas pendaki.
Kepala BPBD Kabupaten Pemalang, Agus Ikmaludin, sebelumnya menyampaikan bahwa hingga laporan terakhir sebelum penemuan, Syafiq belum berhasil ditemukan. Penemuan di area puncak kemudian menjadi titik akhir dari operasi pencarian yang telah berlangsung selama lebih dari dua pekan.
Diketahui, Syafiq dan Himawan melakukan pendakian Gunung Slamet melalui Basecamp Dipajaya, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, pada Sabtu (27/12/2025). Keduanya berencana melakukan pendakian tektok atau tanpa bermalam dan dijadwalkan turun keesokan harinya.
Di tengah pendakian, Himawan mengalami cedera kaki. Syafiq kemudian turun untuk mencari bantuan. Namun, ia tidak kembali hingga akhirnya dilaporkan hilang. Tim relawan gabungan mulai melakukan pencarian pada Minggu (28/12/2025) malam.
Himawan berhasil ditemukan di Pos 9 pada Selasa (30/12/2025) dan dievakuasi dalam kondisi lemas, sementara Syafiq baru ditemukan beberapa waktu kemudian di area puncak Gunung Slamet.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan risiko pendakian, khususnya di tengah kondisi cuaca ekstrem, serta pentingnya kesiapan fisik, perencanaan matang, dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan.
Sumber: kumparanNEWS

