LUMINASIA.ID – Proses pencarian pendaki asal Magelang, Syafiq Ridhan Ali Razan (18), yang dilaporkan hilang di Gunung Slamet, Jawa Tengah, akhirnya berujung duka.
Setelah pencarian panjang 16 hari yang melibatkan relawan dan komunitas pendaki, Syafiq ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di area puncak Gunung Slamet.
Sebelum korban ditemukan, publik sempat menaruh perhatian pada keterlibatan Rival Altaf, remaja asal Cilacap yang dikenal sebagai “anak indigo”, yang ikut terjun membantu pencarian di tengah medan ekstrem dan cuaca yang sulit diprediksi.
Di tengah upaya pencarian tersebut, Rival tiba di basecamp Gunung Slamet atas inisiatif pribadi. Melansir unggahan akun komunitas pendaki, Rival menyatakan keinginannya untuk membantu pencarian Syafiq yang telah berlangsung hampir dua pekan.
Baca: Kondisi Terkini Himawan Teman Pendakian Syafiq di Gunung Slamet, Sudah Sekolah Lagi
“Sekarang (10/1/2026) telah tiba di basecamp Gunung Slamet. Atas inisiatifnya sendiri ingin membantu pencarian Syafiq Ali, pendaki asal Magelang yang sudah 2 minggu belum ditemukan,” tulis akun tersebut.
Malam harinya, Rival bersama sejumlah relawan langsung naik menuju jalur pendakian. Ia juga menyampaikan permohonan doa agar korban segera ditemukan.
“Minta doanya teman-teman, semoga Syafiq Ridhan Ali Razan cepat ditemukan,” ujarnya.
Hingga Minggu (11/1/2026), pencarian Syafiq telah memasuki hari ke-14. Operasi SAR resmi oleh Basarnas sebenarnya telah ditutup sejak Rabu (7/1/2026) karena belum membuahkan hasil. Meski demikian, relawan dan komunitas pendaki tetap bergerak melakukan pemantauan dan penyisiran secara mandiri.
MelansirMelansir akun @jejakpendaki pada Minggu sore (11/1/2026) saat proses penyisiran di Pos 5 Gunung Slamet, para relawan bertemu dengan Rival. Dalam kesempatan itu, Rival menyampaikan bahwa Syafiq diduga berada di sekitar Segara Wedi, kawasan puncak Gunung Slamet.
“Meski waktu telah menunjukkan pukul 15.00 WIB, semangat para relawan tak surut. Mereka tetap berupaya naik menuju puncak. Menurut keterangan Rival, sepatu Ali masih terlihat, namun tertimbun pasir,” tulis akun tersebut.
Namun, kondisi alam tidak mendukung. Cuaca di kawasan Segara Wedi memburuk dengan badai disertai jarak pandang yang sangat terbatas, sehingga relawan memutuskan untuk turun demi keselamatan.
“Perjuangan belum usai. Harapan dan doa terus menyertai langkah pencarian. Semoga ini menjadi sebuah titik terang, survivor Ali dapat ditemukan,” lanjut unggahan tersebut.
Upaya pencarian yang terus dilakukan akhirnya membuahkan hasil. Syafiq Ridhan Ali Razan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di area puncak Gunung Slamet, sesuai dengan lokasi yang sebelumnya disebutkan oleh Rival.
Syafiq diketahui mendaki Gunung Slamet melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, bersama rekannya, Himawan Choidar Bahran, pada Jumat (27/12). Dalam perjalanan, keduanya terpisah. Himawan berhasil ditemukan lebih dahulu oleh tim SAR pada Selasa (30/12/2025), sementara Syafiq dinyatakan hilang hingga akhirnya ditemukan.
Keterlibatan Rival Altaf dalam pencarian Syafiq kembali memunculkan diskusi publik mengenai klaim supranatural dalam proses kemanusiaan. Sebagian masyarakat memandangnya sebagai bentuk ikhtiar tambahan, sementara yang lain menekankan pentingnya tetap mengedepankan prosedur keselamatan dan metode pencarian standar.
Kasus ini sekaligus menambah deretan peristiwa pendaki yang hilang dan meninggal dunia di Gunung Slamet. Di tengah meningkatnya aktivitas pendakian dan cuaca ekstrem, peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan, persiapan matang, dan kepatuhan terhadap standar keselamatan saat melakukan pendakian.

