LUMINASIA.ID, MAKASSAR — Pembelajaran sejarah tak selalu harus berlangsung di dalam kelas. Ratusan siswa kelas IV SD Islam Athirah Makassar membuktikan hal itu melalui kegiatan outing class ke Museum Kota Makassar dan Museum La Galigo di Fort Rotterdam, Rabu (14/1/2026). Kegiatan ini dirancang untuk menanamkan nilai karakter sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak dini.
Dengan mengusung tema “A Fun Visit to the Bugis-Makassar Cultural Museum”, para siswa diajak mengenal langsung jejak sejarah Bugis-Makassar melalui koleksi autentik yang tersimpan di museum. Mulai dari benda peninggalan masa kolonial, pakaian adat, alat musik tradisional, hingga dokumentasi perjalanan sejarah Kota Makassar.
Guru pendamping, Dwi Azmiyana, menyebut kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk mengaitkan materi pelajaran dengan kehidupan nyata. “Kami ingin siswa tidak hanya membaca dari buku, tetapi juga melihat langsung bukti sejarahnya. Dengan begitu, pemahaman mereka menjadi lebih utuh,” ujarnya.
Ia menambahkan, interaksi langsung dengan koleksi museum membuat siswa lebih antusias dan kritis. “Anak-anak terlihat aktif bertanya, mencatat, bahkan berdiskusi. Ini menunjukkan rasa ingin tahu mereka tumbuh,” kata Dwi.
Selama kunjungan, siswa juga mendapatkan penjelasan langsung dari pemandu museum. Salah satu pemandu, Ahmad Rizal, mengapresiasi semangat belajar para siswa. “Mereka sangat responsif. Banyak yang bertanya tentang asal-usul benda, fungsi, hingga cerita di baliknya. Ini jarang terjadi pada anak seusia mereka,” ungkapnya.
Salah satu siswa, Aisyah (10), mengaku senang bisa belajar di luar kelas. “Saya paling suka lihat pakaian adat dan senjata tradisional. Ternyata dulu orang Bugis-Makassar itu pemberani,” katanya dengan antusias.
Kepala SD Islam Athirah Makassar juga berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan. “Kami ingin membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki identitas dan kebanggaan terhadap budaya sendiri,” ujarnya.
Melalui outing class ini, SD Islam Athirah Makassar menegaskan komitmennya menghadirkan pembelajaran yang bermakna, menyenangkan, dan berakar pada nilai-nilai lokal, sekaligus memperkuat karakter siswa sebagai generasi penerus bangsa.

