Luminasia.ID, Makassar – Edukasi kesehatan tidak selalu harus berlangsung serius dan kaku. Hal itu terlihat dalam kegiatan sosialisasi kesehatan gigi yang digelar Organisasi Peserta Didik Intra Sekolah (OPDIS) SD Islam Athirah 2 Bukit Baruga Bidang Kesehatan periode 2025/2026, Jumat (23/1), di Masjid Fatimah Bukit Baruga. Kegiatan ini dikemas interaktif agar siswa kelas 4, 5, dan 6 dapat memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi sejak usia sekolah dasar.
Sosialisasi ini menghadirkan dokter spesialis prostodonsia, drg. Rifaat Nurrahma, Sp. Pros, Subsp. MFP (K), yang membimbing siswa mengenal fungsi gigi, jenis-jenis gigi, hingga risiko jangka panjang apabila kesehatan gigi diabaikan. Edukasi sejak dini dinilai krusial karena kebiasaan yang terbentuk di masa anak-anak akan terbawa hingga dewasa.
Kepala SD Islam Athirah 2 Bukit Baruga, Taswil Mardi, S.Pd., menilai kegiatan tersebut sebagai bagian dari pembelajaran karakter dan kepedulian terhadap diri sendiri. Ia menegaskan bahwa kesehatan mulut dan gigi bukan sekadar urusan estetika, tetapi berpengaruh langsung pada kualitas hidup anak di masa depan.
“Alhamdulillah, hari ini kita beruntung akan mendapatkan ilmu tentang kesehatan mulut dan gigi. Tolong diperhatikan baik-baik. Terima kasih atas kerja sama ini, anak-anak kita perlu diedukasi sedini mungkin agar kesehatan mereka, terutama mulut dan gigi, terjaga dengan baik,” ujar Taswil.
Dalam penyampaian materi, drg. Rifaat menggunakan pendekatan sederhana dan komunikatif agar mudah dipahami siswa. Ia menekankan perbedaan antara gigi susu dan gigi permanen serta konsekuensi yang bisa terjadi jika gigi permanen tidak dirawat dengan baik.
“Gigi anak-anak itu berjumlah 20, sedangkan gigi dewasa ada 32. Jika gigi sudah terganti menjadi gigi permanen, maka tidak akan ada gantinya lagi. Itulah mengapa gigi harus dijaga. Kalau gigi permanen sudah lubang, rusak, atau dicabut, maka akan ompong dan hanya bisa diganti dengan gigi palsu,” jelas drg. Rifaat.
Tak hanya menerima materi, para siswa juga diajak aktif melalui nyanyian bertema kesehatan gigi dan praktik langsung cara menyikat gigi yang benar. Metode ini membuat suasana sosialisasi menjadi lebih hidup, sekaligus membantu siswa memahami materi secara aplikatif.
Melalui kegiatan ini, OPDIS SD Islam Athirah 2 Bukit Baruga berharap siswa tidak hanya mengetahui pentingnya kesehatan gigi, tetapi juga mampu menerapkan kebiasaan merawat gigi dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari pola hidup sehat sejak dini.

