LUMINASIA.ID, MAROS – Sebanyak 21 rumah warga di Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, dilaporkan mengalami kerusakan akibat diterjang angin puting beliung pada Selasa sore, 20 Januari 2026.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 WITA ketika angin kencang berputar menyisir kawasan permukiman warga di dua desa dan satu kelurahan.
Camat Bontoa, Baso, mengatakan dampak kerusakan tersebar di beberapa wilayah dengan titik terparah berada di RW Panjallingan, Kelurahan Bontoa.
“Data sementara yang kami himpun, terdapat 21 rumah terdampak. Kerusakan tersebar di Dusun Balosi, Desa Pajukukang, RW Panjallingan, Kelurahan Bontoa, serta Desa Minasa Upa,” ujar Baso.
Ia merinci, di RW Panjallingan, Kelurahan Bontoa, tercatat 12 rumah mengalami kerusakan dan menjadi wilayah paling terdampak.
Sementara itu, di Dusun Balosi, Desa Pajukukang, terdapat delapan rumah yang rusak, sedangkan di Desa Minasa Upa tercatat satu rumah terdampak.
Baso menjelaskan, sebagian besar kerusakan masuk dalam kategori sedang, dengan kerusakan dominan terjadi pada bagian atap rumah.
“Rata-rata kerusakan terjadi pada atap. Seng terangkat dan tersapu angin, bahkan ada yang terlempar hingga sekitar lima meter dari posisi rumah,” jelasnya.
Berdasarkan kronologi sementara, pusaran angin pertama kali muncul dari arah Desa Pajukukang, kemudian bergerak menuju Kelurahan Bontoa, sebelum berakhir di wilayah Desa Minasa Upa.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah setempat bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan total kerugian material.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat kondisi cuaca di wilayah Sulawesi Selatan, khususnya Kabupaten Maros, masih berpotensi berubah secara cepat.

