Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Video

VIDEO: Begini Sulitnya Evakuasi Korban Pertama ATR 42-500 di Bulusaraung, Tim SAR Tempuh Medan Ekstrem Selama 30 Jam

Selasa, 20 Januari 2026 21:12
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
evakuasi jenazah korban pesawat jatuh ATR 42500

 

LUMINASIA.ID, MAKASSAR — Proses evakuasi korban pertama kecelakaan pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar di kawasan Pegunungan Bulusaraung, wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan, berlangsung penuh risiko dengan kondisi medan yang ekstrem dan cuaca buruk.

Evakuasi dilakukan melalui operasi teknis berbahaya di jurang dengan kedalaman ratusan meter. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, menjelaskan bahwa tim SAR gabungan harus menggunakan teknik rappeling di titik yang tidak jauh dari lokasi awal pesawat menghantam punggungan gunung.

“Tim menurunkan tali sekitar 100 meter ke dasar jurang yang berada dekat dengan serpihan pesawat. Proses turun menggunakan tali dan alat descender memakan waktu sekitar dua hingga tiga menit per orang,” ujar Arif.

Sebanyak 10 personel dari unsur Basarnas Makassar, Kopasgat TNI AU, BPBD Kota Makassar, Brimob, Pramuka Peduli, dan Jasdam diturunkan ke dasar jurang. Setibanya di bawah, tim melakukan penyisiran dengan berjalan mengikuti celah aliran air sambil menelusuri serpihan pesawat sejauh kurang lebih 200 meter ke arah bawah.


View this post on Instagram

Shared post on Time

Televizia


Salah satu rescuer Basarnas Makassar, Rusmadi, yang turun langsung ke jurang, mengungkapkan beratnya kondisi di lapangan. Korban pertama ditemukan pada pukul 13.43 WITA dalam kondisi berjenis kelamin laki-laki, dengan posisi tersangkut di dahan pohon.

Proses packing jenazah memakan waktu sekitar satu jam karena posisi korban berada di kemiringan sekitar 30 derajat dan tepat di bibir tebing.

“Setelah jenazah siap, sempat dilakukan pengangkatan ke arah atas sejauh kurang lebih 60 meter. Namun keterbatasan tenaga, peralatan, serta hujan deras yang terus mengguyur lokasi membuat tim melakukan evaluasi,” jelas Rusmadi.

Hasil evaluasi memutuskan perubahan jalur evakuasi. Jenazah akhirnya dibawa menuruni jurang menuju kampung terdekat, karena jalur tersebut dinilai lebih memungkinkan untuk proses evakuasi lanjutan.

Namun, upaya tersebut kembali dihadapkan pada cuaca ekstrem. Hujan deras disertai kabut tebal dan suhu dingin membatasi jarak pandang serta pergerakan tim. Evakuasi ke bawah yang berlangsung sekitar tiga jam terpaksa dihentikan.

Tim SAR akhirnya memutuskan bertahan semalam di lereng tebing dengan kontur tanah berbatu dan labil yang berisiko longsor. Seluruh personel bertahan bersama jenazah selama kurang lebih 30 jam di lokasi.

“Kondisi medan dan cuaca benar-benar tidak bersahabat. Hujan deras, kabut tebal, dan dingin membuat kami harus bertahan di lereng tebing semalaman sambil menjaga jenazah,” kata Rusmadi.

Pada siang hari berikutnya, Senin (19/1/2026), dilakukan estafet penyerahan jenazah kepada tim lanjutan karena kondisi fisik dan keselamatan personel tim pertama sudah tidak memungkinkan.

“Keselamatan tim tetap menjadi prioritas, sehingga proses evakuasi dilanjutkan oleh tim berikutnya,” ujarnya.

Tim kedua melanjutkan evakuasi jenazah menuju area persawahan Kampung Lampeso dengan waktu tempuh sekitar 20 jam perjalanan pada Selasa (20/1/2026). Selanjutnya, dilakukan intercept dengan tim ketiga di Desa Lampeso untuk membawa jenazah menuju kampung baru melalui jalur setapak sejauh sekitar 15 kilometer, melewati punggungan dan aliran sungai.

Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 5 kilometer hingga mencapai jalan poros Kecamatan Cenrana. Dari lokasi tersebut, jenazah direncanakan dievakuasi ke RS Bhayangkara Makassar untuk diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI).

Hingga berita ini diturunkan, jenazah korban pertama masih berada di Lampeso, dan proses evakuasi terus berlanjut sesuai dengan perkembangan kondisi di lapangan.

Tags: pesawat ATR 42-500 Maros bulusaraung

Baca Juga

Orangtua Viralkan Surat Terbuka untuk Bupati Maros soal Asap Karhutla, Desak Perlindungan Anak Sekolah
Orangtua Viralkan Surat Terbuka untuk Bupati Maros soal Asap Karhutla, Desak Perlindungan Anak Sekolah
Tindak Tegas Pelanggaran Etika di Maros, Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM Tetap Aman
Tindak Tegas Pelanggaran Etika di Maros, Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM Tetap Aman
5 Aturan Pemprov Sulsel untuk Tangani Antrean Panjang BBM, Ganjil Genap hingga Ancaman Penutupan SPBU
5 Aturan Pemprov Sulsel untuk Tangani Antrean Panjang BBM, Ganjil Genap hingga Ancaman Penutupan SPBU
Pertamina Apresiasi Patroli Polda Sulsel, Antrean Biosolar di Jalur Makassar-Maros Berangsur Terkendali
Pertamina Apresiasi Patroli Polda Sulsel, Antrean Biosolar di Jalur Makassar-Maros Berangsur Terkendali
Banyak yang Antre, Pertamina Tambah Pasokan Biosolar di Maros
Banyak yang Antre, Pertamina Tambah Pasokan Biosolar di Maros
Kolaborasi Unik Pemda Maros dan Gammara Hotel: KIA Jadi Kunci Diskon dan Edukasi Kependudukan
Kolaborasi Unik Pemda Maros dan Gammara Hotel: KIA Jadi Kunci Diskon dan Edukasi Kependudukan

Populer

  • 1
    Menulis di Balik Kelambu: Kisah Anak Surae Wajo Meraih Profesor Riset
  • 2
    PJM Jalankan Layanan Ship-to-Ship di Nipa, Bidik Peluang Bisnis Maritim Internasional
  • 3
    Klub Sepatu Roda Indonesia Muda Raih 11 Medali di EIRC 2026
  • 4
    OJK Siapkan 4 Tier Pinjol, Pindar Bisa Salurkan Pendanaan hingga Rp5 Miliar
  • 5
    Orangtua Viralkan Surat Terbuka untuk Bupati Maros soal Asap Karhutla, Desak Perlindungan Anak Sekolah

Ekonomi

  • Pelabuhan Parepare Catat Pertumbuhan Penumpang 18 Persen hingga September 2026
    Pelabuhan Parepare Catat Pertumbuhan Penumpang 18 Persen hingga September 2026
  • Prime Plaza Kini Kelola 13 Hotel dan Resor, Midscale hingga Bintang 5
    Prime Plaza Kini Kelola 13 Hotel dan Resor, Midscale hingga Bintang 5
  • Unismuh Makassar Latih 113 Pendamping Halal, Bantu UMK Hadapi Tenggat Sertifikasi
    Unismuh Makassar Latih 113 Pendamping Halal, Bantu UMK Hadapi Tenggat Sertifikasi

Peristiwa

  • Honda Berjaya di Moto4 Asia Cup 2026 Mandalika, Sabet 2 Podium
    Honda Berjaya di Moto4 Asia Cup 2026 Mandalika, Sabet 2 Podium
  • TKA 2026 Digelar 26 Oktober, Durasi Ujian Matematika Bertambah Jadi 75 Menit
    TKA 2026 Digelar 26 Oktober, Durasi Ujian Matematika Bertambah Jadi 75 Menit
  • Tawakkal Kahar Nahkodai MGMP Pendidikan Pancasila SMA Kota Makassar
    Tawakkal Kahar Nahkodai MGMP Pendidikan Pancasila SMA Kota Makassar
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID