Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Sulsel

Menaklukkan Tebing dan Cuaca, Cerita Perjuangan Danlanud Hasanuddin Mencari ATR 42-500

Kamis, 22 Januari 2026 20:38
Editor: Aksara Dewi
  • Bagikan
Komandan Lanud Sultan Hasanuddin, Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto

LUMINASIA.ID, MAROS – Sejak pesawat ATR 42-500 dilaporkan hilang pada Sabtu (17/1/2026), langit Maros menjadi saksi kerja tanpa henti operasi pencarian dan pertolongan. Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin bergerak cepat, memimpin misi kemanusiaan dengan perencanaan matang dan pengawasan ketat dari udara.

Operasi pencarian resmi dimulai pada Minggu (18/1/2026). Sejak hari pertama, strategi terus dipertajam agar setiap pergerakan efektif dan tidak menguras waktu serta tenaga di medan yang sulit.

Komandan Lanud Sultan Hasanuddin, Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto, menyebut kunci utama operasi terletak pada analisis peta sebelum tim diterjunkan ke lapangan.

“Awal pencarian dimulai dari ruangan ini. Kita buka peta untuk analisis dan mempersempit area pencarian, sehingga kita tidak usah ke mana-mana menghabiskan waktu,” ujar Marsma TNI Arifaini saat ditemui di Base Ops Lanud Sultan Hasanuddin, Kamis (22/1/2026).

Dalam misi kemanusiaan ini, Lanud Sultan Hasanuddin mengerahkan kekuatan penuh. Dari sisi alutsista, tiga unit pesawat intai Boeing 737 dikerahkan untuk menyisir titik-titik koordinat dari udara. Satu unit helikopter Caracal juga disiagakan khusus untuk mendukung proses evakuasi di medan sulit.

Tak hanya itu, sebanyak 257 personel Lanud Sultan Hasanuddin dilibatkan secara langsung, berkolaborasi dengan unsur TNI, Polri, Basarnas, dan potensi SAR lainnya.

Namun, upaya pencarian bukan tanpa hambatan. Cuaca yang berubah cepat serta kondisi geografis ekstrem menjadi tantangan tersendiri. Area pencarian didominasi tebing-tebing curam dengan kontur tajam, yang menyulitkan helikopter untuk melakukan pendaratan.

“Medan tebing membutuhkan visual yang real untuk memastikan helikopter bisa mendarat. Kita upayakan evakuasi helikopter sedekat mungkin dengan titik jatuhnya korban di medan tersebut,” kata Arifaini.

Operasi udara dijalankan dengan jadwal ketat dan disiplin tinggi. Pesawat intai mulai mengudara sejak pukul 05.30 WITA. Setiap pesawat memiliki durasi terbang maksimal 4,5 jam, dengan frekuensi terbang mencapai dua hingga tiga kali dalam sehari.

Intensitas penerbangan ini dilakukan demi memperoleh visual terbaik dari udara, sekaligus mempersempit area pencarian agar proses evakuasi dapat segera dilakukan.

Hingga Kamis (22/1/2026), tim gabungan masih terus melakukan pemantauan udara secara intensif. Setiap koordinat yang dicurigai langsung dianalisis ulang untuk memastikan akurasi, demi satu tujuan: menemukan korban dan membawa mereka pulang dengan layak.

Di balik deru mesin pesawat dan baling-baling helikopter, operasi ini menjadi gambaran nyata kerja sunyi para penerbang dan prajurit yang berulang kali menembus langit, demi kemanusiaan.

Tags: pesawat ATR 42-500 pesawat jatuh Maros


Baca Juga

Tindak Tegas Pelanggaran Etika di Maros, Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM Tetap Aman
Tindak Tegas Pelanggaran Etika di Maros, Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM Tetap Aman
5 Aturan Pemprov Sulsel untuk Tangani Antrean Panjang BBM, Ganjil Genap hingga Ancaman Penutupan SPBU
5 Aturan Pemprov Sulsel untuk Tangani Antrean Panjang BBM, Ganjil Genap hingga Ancaman Penutupan SPBU
Pertamina Apresiasi Patroli Polda Sulsel, Antrean Biosolar di Jalur Makassar-Maros Berangsur Terkendali
Pertamina Apresiasi Patroli Polda Sulsel, Antrean Biosolar di Jalur Makassar-Maros Berangsur Terkendali
Banyak yang Antre, Pertamina Tambah Pasokan Biosolar di Maros
Banyak yang Antre, Pertamina Tambah Pasokan Biosolar di Maros
Kolaborasi Unik Pemda Maros dan Gammara Hotel: KIA Jadi Kunci Diskon dan Edukasi Kependudukan
Kolaborasi Unik Pemda Maros dan Gammara Hotel: KIA Jadi Kunci Diskon dan Edukasi Kependudukan
Layanan SPBU Moncongloe Kembali Normal, Stok BBM Pertalite di Maros Dipastikan Aman
Layanan SPBU Moncongloe Kembali Normal, Stok BBM Pertalite di Maros Dipastikan Aman

Populer

  • 1
    Lima Tim Dance Terpilih Jadi Best Five di Honda DBL South Sulawesi 2026
  • 2
    Peserta KALLA 10K dari Riau hingga Papua, Ada Aturan Cut Off hingga DNF
  • 3
    Rektor Unismuh Dorong Ketahanan Air Berbasis Masyarakat di Tengah Perubahan Iklim
  • 4
    APBN Salurkan KUR Rp12,96 Triliun ke 181.912 Debitur di Sulsel
  • 5
    LPS Libatkan 100 Guru untuk Bangun Kebiasaan Menabung Pelajar Sulsel

Ekonomi

  • Dirut dan Manajemen Semen Tonasa Turun Langsung ke Toko, Serap Masukan Pelanggan dan Pantau Pasar
    Dirut dan Manajemen Semen Tonasa Turun Langsung ke Toko, Serap Masukan Pelanggan dan Pantau Pasar
  • Future Ready XLSMART Sudah Antar 850 Talenta Muda ke Dunia Kerja, Target 1.000 Orang
    Future Ready XLSMART Sudah Antar 850 Talenta Muda ke Dunia Kerja, Target 1.000 Orang
  • Pelindo Regional 4 Pastikan Perubahan Peran Korporasi Tak Ganggu Pelayanan
    Pelindo Regional 4 Pastikan Perubahan Peran Korporasi Tak Ganggu Pelayanan

Peristiwa

  • Kortastipidkor Polri Tetapkan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Korupsi Persetujuan Bangunan Gedung
    Kortastipidkor Polri Tetapkan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Korupsi Persetujuan Bangunan Gedung
  • Cuaca Besok di Sulsel 19 September 2026, BMKG Peringatkan Angin Kencang
    Cuaca Besok di Sulsel 19 September 2026, BMKG Peringatkan Angin Kencang
  • Ini Kronologi Bule Australia Habisi Anak dan Dirinya di Bali, Jeritan 'I Love You Daddy' Bikin Miris
    Ini Kronologi Bule Australia Habisi Anak dan Dirinya di Bali, Jeritan 'I Love You Daddy' Bikin Miris
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID