LUMINASIA.ID, MAKASSAR - PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) Tbk menegaskan optimisme terhadap prospek sektor properti yang dinilai masih sangat besar, sekaligus menyiapkan sejumlah langkah strategis yang akan dijalankan sepanjang 2026, termasuk rencana peluncuran beberapa produk baru untuk berbagai segmen pasar.
Hal tersebut disampaikan Corporate Communication Manager PT GMTD Tbk, Anggraini, dalam Media Gathering bersama jurnalis di Backyard Tanjung Bunga, Selasa (20/1/2026).
“Utamanya, GMTD melihat bahwa peluang di sektor properti masih sangat besar. Alhamdulillah, pada tahun 2026 sudah banyak rencana yang akan dijalankan, termasuk peluncuran beberapa produk baru,” ujar Anggraini.
Dalam pengembangannya, GMTD menegaskan tidak membatasi diri pada satu segmen pasar. Perusahaan menyasar seluruh lapisan masyarakat, mulai dari generasi muda, keluarga muda, hingga konsumen yang telah mapan secara ekonomi, dengan tipe hunian dan rentang harga yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing segmen.
“Kami menyasar semua kalangan, mulai dari yang masih single, keluarga muda, sampai keluarga yang sudah memiliki beberapa anak. Rentang harga juga kami buat menjangkau semua segmen, dari menengah ke bawah, menengah, hingga menengah ke atas,” jelasnya.
Terkait harga properti, Anggraini memastikan tidak ada kenaikan signifikan secara umum. Jika pun terdapat penyesuaian harga, nilainya dinilai masih relatif kecil dan tetap mempertimbangkan kondisi serta daya serap pasar.
“Secara umum tidak ada kenaikan harga yang signifikan. Kalau pun ada, itu lebih ke penyesuaian dan nilainya tidak besar, karena kami tetap melihat dan menyesuaikan dengan pasar,” ungkapnya.
Memasuki 2026, GMTD juga akan lebih banyak mengembangkan produk perumahan dan rumah toko (ruko). Selain hunian keluarga, segmen ruko tetap menjadi salah satu fokus pengembangan karena memiliki pasar tersendiri dan daya tarik yang kuat.
“Ke depan, pengembangan akan lebih banyak pada perumahan dan ruko. GMTD juga punya segmen ruko yang cukup kuat, selain properti untuk keluarga,” katanya.
Dari sisi desain, tren hunian minimalis dipastikan masih akan mendominasi. Menurut GMTD, gaya minimalis tetap menjadi favorit, terutama di kalangan konsumen muda, dan belum menunjukkan pergeseran berarti dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kalau desain rumah, masih didominasi minimalis. Itu yang paling disukai oleh kalangan muda dan sejauh ini masih relevan,” ujar Anggraini.
Sementara itu, minat pasar terhadap klaster perumahan disebut sangat bergantung pada segmen yang disasar. Beberapa klaster GMTD mencatatkan penjualan yang cukup baik, baik untuk segmen menengah maupun menengah ke atas.
“Minat klaster itu sangat tergantung segmennya. Untuk segmen menengah dan menengah ke atas, Alhamdulillah penjualannya cukup baik. Jadi secara keseluruhan, kami masih bisa menjangkau berbagai segmen pasar,” pungkasnya.
Media Gathering GMTD tersebut dihadiri puluhan jurnalis dari berbagai media di Makassar dan menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan sinergi antara perusahaan dan media.
“Mewakili manajemen, kami mohon maaf karena seharusnya media gathering ini digelar akhir 2025, namun karena kendala dan keterbatasan baru bisa dilaksanakan hari ini,” ucap Anggraini.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada media yang telah mendukung perjalanan GMTD sepanjang 2025. “Manajemen berterima kasih kepada rekan-rekan media yang telah membersamai kami. Kami menyadari bahwa Tanjung Bunga bisa berjalan hingga saat ini karena dukungan dari media,” tambahnya.
Menurut Anggraini, media memiliki peran penting sebagai penyambung informasi perusahaan kepada masyarakat luas. Karena itu, pihaknya berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus berlanjut di tahun 2026.
“Kami berharap kebersamaan ini terus berlanjut dan kerja sama tetap terjalin di tahun 2026. Sekali lagi terima kasih atas dukungan rekan media, dan kami mohon maaf apabila selama 2025 ada hal-hal yang kurang berkenan,” tutupnya.
Kegiatan Media Gathering GMTD ditutup dengan pembagian door prize kepada jurnalis yang beruntung, menambah suasana akrab dan hangat dalam pertemuan tersebut.

