LUMINASIA, NASIONAL - Bank Central Asia (BCA) memperbarui kurs valuta asing (valas) pada Kamis, 15 Januari 2026 pukul 10.04 WIB. Berdasarkan data terbaru, nilai tukar dolar Amerika Serikat (USD), dolar Singapura (SGD), dan euro (EUR) menunjukkan pergerakan yang relatif stabil di berbagai jenis transaksi, baik e-Rate, TT Counter, maupun Bank Notes.
Dilansir dari website BCA, untuk kurs USD, BCA menetapkan e-Rate beli di level Rp16.860,00 dan jual Rp16.880,00. Sementara itu, pada layanan TT Counter dan Bank Notes, kurs beli USD berada di Rp16.690,00 dan kurs jual Rp16.990,00. Selisih harga jual dan beli ini mencerminkan biaya layanan serta risiko transaksi yang diperhitungkan bank.
Pada mata uang dolar Singapura (SGD), e-Rate BCA tercatat di Rp13.090,41 untuk beli dan Rp13.104,47 untuk jual. Adapun melalui TT Counter, SGD dibeli di Rp12.957,72 dan dijual di Rp13.200,72. Untuk transaksi fisik melalui Bank Notes, kurs beli berada di Rp12.956,00 dan kurs jual Rp13.199,00.
Sementara itu, euro (EUR) pada e-Rate BCA dibanderol dengan kurs beli Rp19.626,49 dan kurs jual Rp19.640,65. Pada TT Counter, BCA menetapkan kurs beli Rp19.409,15 dan jual Rp19.808,15. Untuk Bank Notes, kurs beli euro tercatat Rp19.398,00 dan kurs jual Rp19.797,00.
Perbedaan nilai tukar antara e-Rate, TT Counter, dan Bank Notes merupakan hal yang wajar dalam perbankan, karena masing-masing jenis transaksi memiliki karakteristik, biaya operasional, dan tingkat risiko yang berbeda. e-Rate umumnya digunakan untuk transaksi digital, sementara TT Counter dan Bank Notes melayani transaksi over the counter dan uang tunai.
BCA mengimbau nasabah untuk selalu memperhatikan jenis kurs yang digunakan sesuai kebutuhan transaksi, baik untuk keperluan perjalanan, bisnis, maupun investasi. Kurs dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar global dan pergerakan nilai tukar internasional.
Dengan pembaruan ini, nasabah diharapkan dapat merencanakan transaksi valas secara lebih matang dan memanfaatkan layanan BCA sesuai kebutuhan mereka.

