LUMINASIA.ID, Makassar — Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memastikan seluruh korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, telah berhasil ditemukan hingga hari ketujuh operasi pencarian.
Dalam operasi pencarian dan pertolongan yang berlangsung selama tujuh hari, tim SAR gabungan menemukan total 11 body pack yang terdiri atas 10 jenazah dan satu kantong berisi body part.
Dengan ditemukannya seluruh korban, Basarnas menyatakan tidak ada lagi korban yang tertinggal di lokasi kecelakaan pesawat ATR 42-500 tersebut.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menjelaskan bahwa pada Jumat (23/1/2026), tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi tujuh jenazah kru dan penumpang pesawat yang jatuh di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.
Evakuasi tujuh jenazah tersebut dilakukan menggunakan sejumlah armada udara, yakni helikopter Basarnas, helikopter Caracal milik TNI Angkatan Udara, serta helikopter Polri.
Seluruh jenazah kemudian diterbangkan menuju Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Setibanya di Lanud Sultan Hasanuddin, jenazah selanjutnya dibawa menggunakan ambulans menuju Kantor Biddokkes Polda Sulawesi Selatan.
Jenazah tersebut diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri untuk proses identifikasi lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Basarnas menyatakan hingga saat ini masih terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk menentukan penghentian operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban pesawat ATR 42-500.

