Melbourne — Di tengah meningkatnya jumlah petenis Rusia yang memilih mengganti kewarganegaraan akibat dampak geopolitik global, Mirra Andreeva mengambil sikap berbeda. Petenis berusia 18 tahun itu menegaskan bahwa ia sama sekali belum memikirkan untuk berpindah kewarganegaraan dan memilih tetap fokus pada pengembangan kariernya di lapangan tenis.
Dilansir Express.Co.UK, Andreeva, yang melangkah ke babak ketiga Australian Open 2026, saat ini masih berkompetisi sebagai atlet netral di sejumlah ajang internasional. Pada Olimpiade Paris 2024, ia bahkan sukses meraih medali perak nomor ganda putri bersama Diana Shnaider dengan status Individual Neutral Athletes, tanpa membawa bendera negara maupun lagu kebangsaan.
Menanggapi keputusan sejumlah kompatriotnya yang berpindah kewarganegaraan, Andreeva mengaku belum pernah mempertimbangkan langkah serupa. Ia menyatakan bahwa dirinya memang mengikuti perkembangan tersebut, termasuk keputusan Daria Kasatkina yang kini membela Australia, namun hal itu tidak memengaruhi rencananya. Ia menegaskan, “Saya bahkan belum pernah memikirkannya. Saya memang mendengar dan melihat belakangan ini, terutama tentang Kasatkina dan bagaimana dia mengubah kewarganegaraannya.”
Meski banyak petenis memilih jalan berbeda, Andreeva menilai situasinya saat ini tidak mengharuskannya mengambil keputusan besar. Ia mengatakan, “Banyak pemain yang berpindah, tetapi saya akan terus bermain seperti sekarang. Saya belum mendapatkan tawaran apa pun atau hal semacam itu, jadi untuk saat ini saya akan melanjutkan seperti ini.”
Petenis muda yang telah menjalani latihan di Cannes, Prancis, itu juga menegaskan bahwa statusnya sebagai atlet netral tidak memberikan tekanan tambahan secara mental. Menurutnya, fokus utama tetap pada performa di lapangan. “Itu tidak memberi tekanan ekstra bagi saya. Saya hanya melakukan apa yang biasa saya lakukan di lapangan. Saya fokus pada bagaimana meningkatkan diri dan menjadi petenis yang lebih baik,” ujarnya.
Sikap Andreeva ini berbeda dengan pengakuan Daria Kasatkina, yang menyatakan kelegaan besar setelah resmi berganti kewarganegaraan. Kasatkina mengungkapkan bahwa perubahan tersebut memberinya ruang bernapas yang selama ini hilang. “Akhirnya saya bisa bernapas lega. Saya bisa hidup dan melakukan pekerjaan saya tanpa harus khawatir tentang hal-hal yang berada di luar kendali saya,” katanya, sembari menambahkan bahwa musim sebelumnya merupakan periode yang sangat berat dalam hidupnya.
Sementara itu, Anastasia Potapova juga mengungkapkan kebahagiaannya setelah resmi mewakili Austria. Usai meraih kemenangan di Melbourne, ia menyebut dukungan publik sebagai faktor penting. “Rasanya luar biasa, sejujurnya. Saya benar-benar merasakan dukungan dari orang-orang,” ujarnya. Ia menambahkan, “Saya sangat bangga bisa mewakili negara ini sekarang. Saya bersumpah akan berusaha memberikan yang terbaik.”
Di sisi lain, pandangan Andreeva sejalan dengan sikap petenis senior Daniil Medvedev yang menegaskan tidak akan pernah melepas kewarganegaraan Rusia. Medvedev menilai asal-usul seseorang memiliki makna yang mendalam. “Saya percaya bahwa tempat Anda dilahirkan itu penting, itu memiliki arti,” katanya, seraya menegaskan bahwa politik dan olahraga merupakan dua hal yang ia pisahkan.
Dengan memilih tetap berkompetisi sebagai atlet netral tanpa mengubah identitas nasional, Mirra Andreeva menunjukkan pendekatan yang berbeda di tengah dinamika tenis dunia. Ia memilih menjauh dari polemik, menjaga kestabilan mental, dan membiarkan prestasi di lapangan menjadi fokus utama dalam perjalanan kariernya yang masih panjang.

