MAKASSAR — Penulis nasional best seller Ahmad Rifa'i Rif'an dijadwalkan hadir dalam kegiatan Book Talk bertajuk Ngaji Literasi yang digelar di Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M. Jusuf, Sabtu (14/2/2026).
Agenda literasi tersebut akan berlangsung di lantai 2 masjid, selepas shalat Dhuhur, dan terbuka gratis untuk umum. Kegiatan ini menyasar pelajar, mahasiswa, santri pondok pesantren, komunitas literasi, hingga masyarakat luas yang memiliki minat terhadap dunia buku dan kepenulisan.
Program Ngaji Literasi merupakan kolaborasi Perpustakaan Masjid Al-Markaz Makassar bersama Gramedia, Forum Komunikasi Pondok Pesantren Makassar, serta Kementerian Agama Kota Makassar.
Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Kota Makassar, Hasan Pinang, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat budaya literasi berbasis masjid. “Ini bagian dari upaya memperkuat budaya literasi di kalangan pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum sekaligus menegaskan fungsi masjid sebagai pusat peradaban ilmu, bukan hanya ruang ibadah ritual,” ujarnya.
Dalam sesi tersebut, Ahmad Rifa’i Rif’an yang dikenal produktif menulis buku-buku pengembangan diri akan berbagi pengalaman kepenulisan, membedah proses kreatif melahirkan karya best seller, hingga memberikan motivasi membangun kebiasaan membaca dan menulis secara konsisten.
Peserta juga akan diajak berdialog langsung melalui sesi tanya jawab interaktif. Panitia berharap forum ini dapat menjadi ruang bertukar gagasan sekaligus menumbuhkan tradisi diskusi buku di kalangan generasi muda Makassar.
Tak hanya talkshow, panitia turut menghadirkan bazar buku. Diskon 15 persen diberikan khusus untuk karya Ahmad Rifa’i Rif’an bagi 200 pendaftar pertama. Gramedia juga menyiapkan potongan harga tambahan untuk berbagai judul lain selama kegiatan berlangsung.
“Kami menyiapkan diskon spesial untuk pembelian buku selama kegiatan berlangsung,” ujar Yuda dari Gramedia.
Melalui kegiatan ini, panitia mengajak pelajar, mahasiswa, komunitas literasi, serta santri pesantren memanfaatkan momentum bertemu langsung dengan penulis nasional. Ngaji Literasi diharapkan menjadi titik temu antara dunia pendidikan, pesantren, dan masyarakat kota dalam menumbuhkan budaya membaca yang berkelanjutan.

