LUMINASIA.ID, BOLA - Wellington Phoenix dan Auckland FC kembali memperpanjang rivalitas sepak bola Selandia Baru saat bertemu dalam derby A-League di Sky Stadium, Wellington, Sabtu petang waktu setempat. Namun duel kali ini tidak sekadar soal gengsi regional, melainkan juga pertarungan dua tim dengan posisi klasemen dan ambisi berbeda di musim ini.
Dilansir RNZ, Auckland FC datang sebagai tim papan atas yang tengah menikmati konsistensi performa. Mereka saat ini bertengger di posisi kedua klasemen setelah meraih hasil imbang 1-1 melawan Sydney FC pada laga sebelumnya. Posisi tersebut menempatkan Auckland sebagai salah satu kandidat kuat dalam perburuan gelar musim ini, sekaligus memberi tekanan tambahan untuk mempertahankan momentum kemenangan di derby.
Sebaliknya, Wellington Phoenix menghadapi situasi lebih rumit. Tim tuan rumah masih tertahan di peringkat ke-10 setelah hasil imbang 2-2 melawan Central Coast Mariners pada pekan lalu. Posisi tersebut membuat Phoenix membutuhkan poin penuh untuk menjaga peluang naik ke papan tengah sekaligus memperbaiki konsistensi performa mereka di kompetisi.
Pertemuan ini juga menjadi ajang pembuktian kekuatan skuad kedua tim. Auckland FC membawa sejumlah nama berpengalaman seperti Hiroki Sakai, Louis Verstraete, Felipe Gallegos, hingga penyerang Sam Cosgrove yang diharapkan mampu menjaga daya serang tim. Sementara itu, Wellington Phoenix mengandalkan kombinasi pemain lokal dan internasional, termasuk kapten Alex Rufer, Sarpreet Singh, Kazuki Nagasawa, dan Nikola Mileusnic untuk menghadirkan keseimbangan permainan.
Derby A-League antara dua klub Selandia Baru ini terus berkembang menjadi salah satu rivalitas menarik di kompetisi. Setiap pertemuan tak hanya menyuguhkan duel taktis, tetapi juga pertarungan identitas sepak bola dua kota besar yang ingin menjadi kekuatan dominan di kancah domestik dan regional.
Dengan kickoff dijadwalkan pukul 17.00 waktu setempat, laga ini diprediksi berlangsung sengit. Bagi Auckland FC, kemenangan akan memperkuat posisi mereka di papan atas. Sementara bagi Wellington Phoenix, tiga poin menjadi harga mati untuk mengangkat posisi dan memulihkan kepercayaan diri di hadapan pendukung sendiri.

