LUMINASIA.ID, MAKASSAR – Tepat satu tahun sejak dilantik pada 20 Februari 2025, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham menandai fase awal kepemimpinan mereka dengan sejumlah capaian pembangunan yang mulai dirasakan masyarakat.
Dalam rentang waktu tersebut, perubahan di berbagai sektor menunjukkan perkembangan yang terukur, mulai dari infrastruktur, pendidikan, ekonomi, hingga layanan kesehatan.
Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Makassar, arah pembangunan yang dijalankan tidak hanya menekankan percepatan, tetapi juga pemerataan manfaat.
Penataan infrastruktur dilakukan untuk memperkuat konektivitas dan meningkatkan kenyamanan warga, sementara sektor pendidikan diperkuat guna mendorong kualitas sumber daya manusia yang lebih kompetitif.
Di bidang kesehatan, akses pelayanan diperluas dan kualitas layanan terus ditingkatkan agar menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara lebih merata.
Secara makro, sejumlah indikator menunjukkan kecenderungan positif, di mana pertumbuhan ekonomi Makassar tercatat melampaui rata-rata nasional dan Provinsi Sulawesi Selatan.
Angka kemiskinan menurun, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat, angka harapan hidup bertambah, serta indikator pendidikan membaik seiring turunnya tingkat pengangguran.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Muhammad Roem, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin yang didukung kerja bersama seluruh unsur di Kota Makassar.
Menurutnya, keberhasilan ini tidak terlepas dari kolaborasi antara Pemerintah Kota Makassar, DPRD, dunia usaha, akademisi, dan partisipasi aktif masyarakat.
"Capaian ini adalah hasil kerja kolektif seluruh jajaran Pemerintah Kota Makassar, dukungan DPRD, dunia usaha, akademisi, serta partisipasi aktif masyarakat," ujarnya, Sabtu (21/2/2026), dalam momentum satu tahun kepemimpinan MULIA.
"Pembangunan bukanlah kerja satu atau dua orang, tetapi hasil gotong royong seluruh elemen kota," sambungnya.
Di bawah kepemimpinan Munafri dan Aliyah Mustika Ilham, pemerintahan mengedepankan kerja cepat, kolaboratif, dan berorientasi hasil dengan memastikan kebijakan tidak berhenti pada tataran konsep, melainkan menyentuh kebutuhan dasar warga.
Pada sektor infrastruktur, pembenahan fasilitas publik dan lingkungan dilakukan secara bertahap sehingga wajah kota semakin tertata dan akses pelayanan dasar kian mudah dijangkau.
Ruang publik kembali difungsikan secara optimal, sarana lingkungan diperkuat, dan pembangunan diperluas hingga menjangkau kawasan lorong dan wilayah pinggiran.
Dalam bidang pendidikan, penguatan sarana prasarana sekolah, program afirmasi bagi keluarga kurang mampu, serta inovasi pembelajaran adaptif menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas SDM.
Kebijakan yang berpihak pada UMKM, penguatan sektor perdagangan dan jasa, serta dukungan terhadap ekonomi kreatif turut membuka peluang produktivitas baru bagi masyarakat.
Penurunan tingkat pengangguran dan angka kemiskinan dinilai menjadi indikator bahwa intervensi kebijakan sosial dan ekonomi berjalan lebih terintegrasi.
Roem juga menekankan pentingnya kolaborasi sebagai fondasi percepatan pembangunan di berbagai sektor.
"Sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, saya menegaskan bahwa komitmen kami adalah memastikan setiap capaian, setiap program, dan setiap kebijakan tersampaikan secara transparan dan akuntabel kepada publik. Karena kemajuan harus diketahui, dirasakan, dan diawasi bersama," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa satu tahun kepemimpinan ini menjadi dasar penting bagi arah pembangunan berikutnya.
"Satu tahun ini adalah fondasi. Perjalanan masih panjang. Namun arah kita sudah jelas: Makassar yang semakin unggul, inklusif, aman, dan berkelanjutan," pungkasnya.
Berdasarkan rilis resmi BPS, sejumlah indikator makro pembangunan Kota Makassar tahun 2025 mengalami perbaikan dibandingkan 2024.
Tingkat kemiskinan menurun dari 4,97 persen pada 2024 menjadi 4,43 persen pada 2025.
Indeks Pembangunan Manusia meningkat dari 85,23 menjadi 85,66.
Angka Harapan Hidup naik dari 75,33 tahun menjadi 75,60 tahun.
Harapan Lama Sekolah tercatat 15,63 tahun dan Rata-rata Lama Sekolah 11,59 tahun.
Pengeluaran riil per kapita meningkat dari Rp18,38 juta menjadi Rp18,87 juta.
Sementara tingkat pengangguran turun dari 9,71 persen menjadi 9,60 persen.
Data tersebut menunjukkan bahwa pembangunan Kota Makassar tidak hanya tercermin pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat secara

