Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Peristiwa

SBY Soroti Ancaman Serangan Udara ke Jakarta, Tekankan Pentingnya Kekuatan Air Power dan Doktrin Perang Modern

Selasa, 24 Februari 2026 15:30
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
Susilo Bambang Yudhoyono


LUMINASIA.ID, JAKARTA – Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan pentingnya penguatan pertahanan udara Indonesia di tengah perubahan pola peperangan global yang semakin kompleks.

Pernyataan tersebut disampaikan SBY saat memberikan kuliah umum di Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI), Jakarta, Senin (23/2/2026).

Dalam paparannya, SBY menegaskan bahwa lanskap konflik modern tidak lagi bertumpu pada kekuatan darat semata. Perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), robotik, hingga perang siber telah mengubah strategi pertahanan berbagai negara.


Baca: Dari Tambang ke Filantropi Seni: Langkah Strategis Dato Low Tuck Kwong di Balik Lelang Kuda Api SBY


“Dunia AI, dunia robotik, dunia beyond conventional thinking, conventional warfare, kita harus siap. Jadi jangan takut,” ujar SBY.

Menurut dia, doktrin lama yang menempatkan angkatan darat sebagai kekuatan utama perlu disesuaikan dengan dinamika ancaman terkini. Kekuatan udara atau air power dinilai menjadi elemen krusial dalam menghadapi potensi serangan modern.

“Dulu seolah-olah untuk Indonesia diutamakan angkatan darat atau army. Sekarang, air power ini sangat penting,” katanya.

SBY kemudian menggambarkan skenario ancaman serangan udara yang bisa langsung menyasar pusat pemerintahan maupun objek vital strategis. “Sekarang begitu ada air strike menghancurkan Jakarta, Pindad di Bandung, PAL di Surabaya, kota-kota yang lain apa yang kita lakukan?” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pada masa lalu, doktrin pertahanan keamanan rakyat semesta (Hankamrata) berfokus pada menghadang musuh di wilayah perbatasan, mempertahankan pantai dan pulau besar, hingga perang gerilya.

Namun, perkembangan teknologi militer membuat pola serangan kini berlangsung lebih cepat dan presisi.

Karena itu, SBY menilai Indonesia perlu memperkuat sumber daya, meningkatkan keterampilan, serta menyusun kebijakan pertahanan yang adaptif terhadap perubahan zaman.

“Kita masih perlu resource kita bangun, skill kita harus dibangun, policy-nya harus dibikin. Jadi bagi saya apapun harus siap karena kita tidak bisa pilih-pilih,” tegasnya.


Baca: Matinya Teknokratisme dalam Pragmatisme Politik Prabowo


Ia juga menekankan pentingnya kesiapan menghadapi konsep modern warfare dan hybrid warfare yang menggabungkan kekuatan militer konvensional, siber, teknologi, serta strategi nonkonvensional.

“Ini modern warfare, modern teknologi, modern doctrine, semuanya harus siap. Dan kalau hybrid intinya tidak memilih. Semuanya harus siap dilakukan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, pemberitaan ini merujuk pada laporan yang tayang di Kompas.com pada Senin (23/2/2026) berjudul “SBY: Jika Ada Serangan Udara ke Jakarta, Apa yang Kita Lakukan?” yang ditulis oleh Nicholas Ryan Aditya dan Danu Damarjati.

Tags: Susilo Bambang Yudhoyono SBY Prabowo Subianto perang dunia

Baca Juga

Bom Pesawat Sisa Perang Dunia Ditemukan di Ambon, Tim Jibom Pastikan Sudah Tidak Aktif
Bom Pesawat Sisa Perang Dunia Ditemukan di Ambon, Tim Jibom Pastikan Sudah Tidak Aktif
Wamensos: Presiden Pastikan Lulusan Sekolah Rakyat Didorong Kuliah atau Kerja Layak
Wamensos: Presiden Pastikan Lulusan Sekolah Rakyat Didorong Kuliah atau Kerja Layak
Prabowo Tekankan Pentingnya Digitalisasi Pemerintah untuk Percepat Layanan Publik dan Penyaluran Bansos
Prabowo Tekankan Pentingnya Digitalisasi Pemerintah untuk Percepat Layanan Publik dan Penyaluran Bansos
ALVA Sambut Positif Rencana Motor Listrik Nasional Prabowo
ALVA Sambut Positif Rencana Motor Listrik Nasional Prabowo
Danantara Gandeng KPK Bersihkan BUMN, FSP BUMN Bersatu Minta Penegakan Hukum hingga Tuntas
Danantara Gandeng KPK Bersihkan BUMN, FSP BUMN Bersatu Minta Penegakan Hukum hingga Tuntas
Munafri Saksikan Penyembelihan Sapi Kurban Prabowo di Makassar, Total 7.261 Sapi dan 402 Kambing Disalurkan
Munafri Saksikan Penyembelihan Sapi Kurban Prabowo di Makassar, Total 7.261 Sapi dan 402 Kambing Disalurkan

Populer

  • 1
    RS Regional Mulai Dibangun di Malino, Gowa Jadi Simpul Layanan Kesehatan Wilayah Selatan Sulsel
  • 2
    Terima 31 Rekomendasi, Hasan Basri Optimistis Jojon Haruna Aklamasi Pimpin IMI Sulsel
  • 3
    Pertamina Tambah Pasokan LPG 3 Kg hingga 34 Persen di Empat Daerah Sulsel
  • 4
    Mitsubishi Didenda Rp1 Miliar oleh KPPU
  • 5
    Tok! Perda Pertanggungjawaban APBD 2025 Disahkan DPRD

Ekonomi

  • Harga Pertamax Turun per 1 Agustus 2026, Kini Dibanderol Rp15.950 per Liter
    Harga Pertamax Turun per 1 Agustus 2026, Kini Dibanderol Rp15.950 per Liter
  • Pelindo Regional 4 Perkuat Kolaborasi Karyawan Lewat Program Break The Silo
    Pelindo Regional 4 Perkuat Kolaborasi Karyawan Lewat Program Break The Silo
  • AHM Luncurkan New NX500 Berteknologi Honda E-Clutch, Ini Spesifikasi Lengkap dan Harganya
    AHM Luncurkan New NX500 Berteknologi Honda E-Clutch, Ini Spesifikasi Lengkap dan Harganya

Peristiwa

  • Prabowo: Presiden Korea Selatan Pernah Minta Indonesia Buka Dialog dengan Korea Utara
    Prabowo: Presiden Korea Selatan Pernah Minta Indonesia Buka Dialog dengan Korea Utara
  • BYD Respons Insiden Mobil Listrik Terbakar di Tol Cikampek
    BYD Respons Insiden Mobil Listrik Terbakar di Tol Cikampek
  • Kejagung Tetapkan Nurman Herin sebagai Tersangka Baru Kasus Dugaan TPPU Eks Jampidsus Febrie
    Kejagung Tetapkan Nurman Herin sebagai Tersangka Baru Kasus Dugaan TPPU Eks Jampidsus Febrie
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID