JAKARTA – PT Agrinas Pangan Nusantara mengungkap alasan di balik keputusan mengimpor 105.000 unit kendaraan pikap 4x4 dari India senilai Rp24,66 triliun. Kebijakan ini diambil untuk mendukung distribusi pangan dan hasil pertanian ke desa-desa melalui program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menegaskan kebutuhan utama perseroan adalah kendaraan niaga berpenggerak empat roda (4x4) yang dinilai cocok untuk menjangkau wilayah terpencil.
“Pertimbangan pertama adalah bahwa kami memesan mobil 4x4 yang memang tidak diproduksi di Indonesia. Selama ini, 4x4 merek apa pun itu kan full impor,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).
Ia menjelaskan, hingga saat ini belum ada pabrikan di dalam negeri yang memproduksi kendaraan 4x4 secara lokal. Mayoritas masih didatangkan dalam bentuk completely built up (CBU) dari luar negeri.
Harga Lebih Kompetitif
Selain faktor spesifikasi, Agrinas juga mempertimbangkan aspek harga. Joao mengaku pihaknya mendapatkan penawaran yang jauh lebih kompetitif dari India, bahkan hampir 50 persen lebih murah dibandingkan model sejenis di pasar domestik.
“Kedua, kami memesan dengan harga yang sangat kompetitif atau hampir 50% lebih murah dari kompetitornya. Dari sisi durability, power, dan fuel consumption, kendaraan ini sangat andal dan sangat bagus,” katanya.
Ia menyebut selisih harga dengan merek yang selama ini menguasai pasar berkisar Rp120 juta hingga Rp150 juta per unit.
Menurut Joao, Agrinas mengedepankan prinsip value for money agar anggaran yang dikeluarkan sebanding dengan manfaat yang diperoleh, terutama untuk mendukung distribusi logistik pangan ke desa-desa.
Didukung Skema Perdagangan Bebas
Impor kendaraan dari India juga dinilai sejalan dengan kerja sama perdagangan bebas antara Indonesia dan India melalui skema Asean–India Free Trade Area (AIFTA), yang memberikan kemudahan tarif bea masuk untuk sejumlah komoditas.
Secara rinci, sebanyak 35.000 unit pikap Scorpio dipasok oleh produsen otomotif asal India, Mahindra & Mahindra. Sementara 70.000 unit lainnya disuplai oleh Tata Motors, yang terdiri atas model Yodha Pick Up dan truk Ultra T.7 masing-masing 35.000 unit.
Distribusi kendaraan disebut telah dimulai secara bertahap ke sejumlah daerah untuk mendukung operasional Kopdes Merah Putih.

