LUMINASIA.ID, MAMUJU – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat bersama Industri Jasa Keuangan (IJK) Syariah dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Mamuju memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat pesisir melalui pelaksanaan Program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) dan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Sumare, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.
Kegiatan yang digelar pada 9 Juni 2026 itu merupakan bagian dari upaya OJK mendorong terbentuknya ekosistem keuangan yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan bagi masyarakat pesisir serta pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan.
Desa Sumare dipilih sebagai lokasi program karena memiliki potensi ekonomi strategis dan menjadi salah satu kawasan pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih.
Melalui kolaborasi tersebut, masyarakat Desa Sumare, khususnya nelayan dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan keuangan yang sehat, perencanaan keuangan, pemanfaatan produk dan layanan keuangan syariah, serta akses terhadap pembiayaan formal untuk mendukung pengembangan usaha.
Asisten Direktur OJK Sulselbar, Mushadi Nurali, mengatakan sinergi Program EKI dan KNMP merupakan bentuk komitmen OJK dalam memperluas akses keuangan sekaligus memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat pesisir.
“Peningkatan literasi dan inklusi keuangan menjadi fondasi penting dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku UMKM, sehingga mampu tumbuh lebih produktif dan berdaya saing,” kata Mushadi dalam keterangannya.
Sementara itu, Kepala Desa Sumare, Samar, mengapresiasi dukungan OJK dan Industri Jasa Keuangan Syariah dalam meningkatkan kapasitas keuangan masyarakat di wilayahnya.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada OJK dan Industri Jasa Keuangan Syariah atas pelaksanaan kegiatan ini. Edukasi keuangan yang diberikan sangat bermanfaat bagi masyarakat nelayan dan pelaku UMKM dalam meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, pemanfaatan layanan keuangan formal, serta pengembangan usaha yang lebih produktif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui program tersebut, masyarakat Desa Sumare diharapkan semakin memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang baik, mampu memanfaatkan layanan keuangan formal secara aman dan bertanggung jawab, serta memperoleh akses yang lebih luas terhadap produk dan layanan jasa keuangan sesuai kebutuhan.
Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, menegaskan pihaknya akan terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah, industri jasa keuangan, dan berbagai pemangku kepentingan dalam memperluas literasi serta inklusi keuangan masyarakat.
Upaya tersebut diharapkan dapat mempercepat pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir, meningkatkan akses terhadap layanan keuangan formal, serta mendukung pembangunan ekonomi daerah yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.

