LUMINASIA.ID, SPORT - Langkah Golden State Warriors merekrut Nate Williams dengan kontrak two-way bukan sekadar mengisi slot kosong. Ini adalah sinyal bahwa Warriors tetap mengandalkan jalur pengembangan sebagai bagian penting dari strategi jangka panjang mereka.
Dilansir USA Today, slot tersebut terbuka setelah kontrak Pat Spencer dikonversi menjadi kontrak NBA standar. Alih-alih mencari nama besar, manajemen memilih pemain yang sedang dalam performa produktif di G League. Menurut laporan Jake Fischer dari The Stein Line, Williams didatangkan dari Long Island Nets untuk memperkuat kedalaman sayap Warriors.
Williams, guard/wing setinggi 6 kaki 5 inci, bukan nama baru dalam ekosistem NBA. Lulusan Buffalo Bulls ini sempat meraih penghargaan All-MAC pada 2021 dan 2022 sebelum tak terpilih dalam NBA Draft 2022. Ia memulai karier profesionalnya di G League bersama Salt Lake City Stars, lalu mendapat kesempatan debut NBA bersama Portland Trail Blazers pada 2023 dengan lima penampilan, termasuk empat kali sebagai starter.
Perjalanan Williams berlanjut dengan kontrak two-way di Houston Rockets. Selama dua musim (2023–2025), ia tampil dalam 42 pertandingan dan mencatat rata-rata tiga poin dalam 6,6 menit per laga. Meski menit bermainnya terbatas, efisiensinya cukup solid dengan akurasi tembakan 48,2 persen.
Sempat menandatangani kontrak bersama Los Angeles Lakers pada 2025 namun dilepas sebelum musim reguler dimulai, Williams kembali ke G League dan menemukan ritmenya bersama Long Island Nets. Dalam 22 pertandingan musim ini, ia mencatat rata-rata 17,9 poin, 6,1 rebound, dan 2,7 assist per gim dengan akurasi 48,2 persen dari lapangan serta 34,5 persen dari garis tiga angka.
Dari sudut pandang taktis, Williams memberi Warriors fleksibilitas sebagai wing dua arah—mampu mencetak angka sekaligus membantu rebound. Dengan usia 27 tahun, ia bukan lagi prospek mentah, tetapi pemain yang matang secara fisik dan berpengalaman menghadapi dinamika naik-turun antara NBA dan G League.
Bagi Warriors, langkah ini adalah taruhan berisiko rendah dengan potensi imbal hasil tinggi. Jika Williams mampu menerjemahkan produktivitas G League ke level NBA, ia bisa menjadi rotasi tambahan yang berharga menjelang fase akhir musim.

