LUMINASIA.ID, EKONOMI - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan signifikan pada perdagangan Jumat (24/4/2026), dengan penurunan tajam sebesar 3,06% atau terkoreksi 225,75 poin ke level 7.152,85 hingga pukul 11.29 WIB (UTC+7). Pelemahan ini mencerminkan dominasi aksi jual yang berlangsung hampir tanpa jeda sejak awal sesi perdagangan.
Dilansir Google Finance, pada awal perdagangan, IHSG dibuka di kisaran level 7.370-an, relatif sejajar dengan posisi penutupan sebelumnya di 7.378,61. Namun, alih-alih menguat, indeks justru langsung memasuki fase penurunan curam pada menit-menit awal. Dalam waktu singkat, IHSG tergelincir menembus level psikologis 7.350 dan terus melanjutkan tren turun hingga berada di bawah 7.300.
Pergerakan grafik intraday memperlihatkan pola pelemahan bertahap namun konsisten, dengan beberapa fase konsolidasi singkat yang tidak mampu mengubah arah tren utama. Sekitar pukul 10.00–10.30 WIB, IHSG sempat menunjukkan upaya teknikal rebound tipis, namun tekanan jual kembali mendominasi sehingga indeks melanjutkan penurunan hingga mendekati level 7.150 menjelang jeda siang.
Menariknya, tidak terlihat adanya lonjakan volume beli yang signifikan untuk menahan laju penurunan, yang mengindikasikan bahwa pelaku pasar cenderung berada dalam posisi defensif. Pola ini sering kali mencerminkan kombinasi aksi ambil untung (profit taking) setelah periode kenaikan sebelumnya, serta respons terhadap sentimen makroekonomi atau global yang kurang kondusif.
Penurunan lebih dari 3% dalam satu sesi pagi tergolong cukup dalam dan menandakan meningkatnya volatilitas pasar dalam jangka pendek. Level 7.150 kini menjadi area support terdekat yang sedang diuji, sementara level 7.300–7.350 berpotensi menjadi resistance apabila terjadi rebound pada sesi kedua perdagangan.
Dengan kondisi ini, pelaku pasar diperkirakan akan lebih berhati-hati dalam mengambil posisi, sembari menunggu kejelasan arah pasar global maupun sentimen domestik lanjutan. Jika tekanan jual berlanjut hingga sesi penutupan, IHSG berpotensi mencatat salah satu pelemahan harian terdalam dalam beberapa waktu terakhir.
Sebaliknya, apabila terdapat katalis positif—baik dari faktor eksternal seperti pergerakan bursa global maupun faktor internal seperti rilis data ekonomi—IHSG masih memiliki peluang untuk memangkas sebagian kerugian. Namun, secara teknikal, tren jangka pendek saat ini masih menunjukkan bias bearish yang cukup kuat.

