Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Ekonomi

Pupuk Indonesia Pastikan Stok Aman: Sulsel 76.772 Ton

Rabu, 22 April 2026 16:15
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan ketersediaan dan kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi di wilayah Regional 4 tetap terjaga menjelang Triwulan II tahun 2026. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan media gathering yang digelar di Virtu Resto & Cafe, Makassar, Rabu, 22 April 2026.

LUMINASIA.ID - PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan ketersediaan dan kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi di wilayah Regional 4 tetap terjaga menjelang Triwulan II 2026.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan media gathering yang digelar di Virtu Resto & Cafe, Makassar, Rabu (22/4/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan penyaluran pupuk bersubsidi untuk periode Triwulan II 2026, sekaligus memaparkan kinerja operasional, distribusi, serta kondisi stok pupuk di wilayah Indonesia Timur.

Regional CEO 4 PT Pupuk Indonesia (Persero), Wisnu Ramadhani, dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa perusahaan terus menjaga stabilitas operasional guna mendukung kebutuhan pupuk nasional serta penugasan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan.

“Produksi pupuk berada di kisaran 9,3 juta ton per tahun dan penjualan mencapai 13,9 juta hingga 14 juta ton. Ini menunjukkan kondisi perusahaan yang sehat, di mana produksi dan penjualan meningkat sehingga berdampak pada pertumbuhan laba dan aset,” ujarnya.


Baca: Pupuk Indonesia Apresiasi Kios dan Petani melalui Gebyar Petroganik dan NPK Pelangi Kakao


Ia menjelaskan, Regional 4 Pupuk Indonesia mencakup wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua, meliputi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, serta Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Barat Daya.

Hingga 20 April 2026, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi secara nasional mencapai 2,85 juta ton atau sekitar 29 persen dari total alokasi sebesar 9,85 juta ton. Sementara itu, di Regional 4 realisasi tercatat sebesar 0,35 juta ton atau 21 persen dari alokasi 1,69 juta ton.

Wisnu menegaskan kondisi stok pupuk di wilayah Regional 4 berada dalam posisi aman. Secara umum, stok pupuk bersubsidi mampu memenuhi kebutuhan petani untuk 4 hingga 5 minggu ke depan.

“Secara umum stok pupuk bersubsidi saat ini di Regional 4 dapat memenuhi kebutuhan 4 sampai 5 minggu ke depan,” katanya.

Berdasarkan data per 20 April 2026, total stok pupuk di Regional 4 mencapai 218.158 ton, yang terdiri dari 205.451 ton pupuk bersubsidi dan 12.707 ton pupuk non-subsidi.

Sebaran stok terbesar berada di Sulawesi Selatan sebesar 76.772 ton, disusul Sulawesi Tengah 18.823 ton, Sulawesi Barat 7.228 ton, serta Sulawesi Tenggara 5.984 ton. Selain itu, stok juga tersedia di Sulawesi Utara sebesar 6.937 ton dan Gorontalo sebesar 6.895 ton.


Baca: Giliran Petani Bontomarannu Terima Hand Traktor dari Kementan RI


Dalam mendukung kelancaran distribusi, Pupuk Indonesia terus melakukan penyempurnaan sistem penyaluran pupuk bersubsidi melalui implementasi Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 15 Tahun 2025.

Melalui sistem digital i-Pubers, penyaluran pupuk dilakukan secara terintegrasi mulai dari perencanaan berbasis e-RDKK, distribusi dari produsen hingga titik serah, hingga penebusan oleh petani.

Sistem ini juga dilengkapi fitur monitoring dan tracking untuk meningkatkan transparansi serta akurasi distribusi.

Selain itu, pemerintah telah menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi yang berlaku sejak 22 Oktober 2025. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan keterjangkauan pupuk bagi petani.

“Penurunan HET ini menjadi momentum penting karena menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada petani sebagai ujung tombak ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Dalam ketentuan tersebut, Pupuk Urea ditetapkan sebesar Rp1.800 per kilogram atau Rp90.000 per zak, Pupuk NPK Phonska Rp1.840 per kilogram atau Rp92.000 per zak, serta Pupuk Organik Rp640 per kilogram atau Rp25.500 per zak.

Sementara itu, untuk komoditas tertentu, Pupuk NPK Khusus Kakao dibanderol Rp2.640 per kilogram atau Rp132.000 per zak, Pupuk ZA Khusus Tebu Rp1.360 per kilogram atau Rp68.000 per zak, dan Pupuk SP-36 sebesar Rp2.400 per kilogram atau Rp120.000 per zak.

Wisnu menambahkan bahwa keberhasilan menjaga ketahanan pangan merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak.

“Ini bukan kerja satu pihak, tetapi kerja bersama antara pemerintah, BUMN, dan seluruh masyarakat Indonesia,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Wisnu turut didampingi Senior Manager Regional 4A PT Pupuk Indonesia (Persero), Sukodim, serta Senior Manager Pergudangan Regional 4, Heru Sofyan Firmansyah.

Sebagai informasi, Pupuk Indonesia memiliki kapasitas produksi pupuk sebesar 14,8 juta ton per tahun yang didukung oleh lima pabrik utama, yakni Pupuk Iskandar Muda, Pupuk Sriwidjaja Palembang, Pupuk Kujang Cikampek, Petrokimia Gresik, dan Pupuk Kalimantan Timur.

Untuk tahun 2026, alokasi pupuk bersubsidi sektor pertanian ditetapkan sebesar 9.550.000 ton yang terdiri dari urea 4.423.023 ton, NPK 4.471.026 ton, NPK kakao 81.179 ton, pupuk organik 558.273 ton, dan ZA 16.449 ton.

Komoditas penerima pupuk bersubsidi meliputi padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu rakyat, kakao, kopi, hingga ubi kayu.

Adapun syarat penerima adalah petani yang terdaftar dalam e-RDKK dengan luas lahan maksimal dua hektare.

Sementara itu, alokasi pupuk bersubsidi untuk sektor perikanan mencapai 295.676 ton, yang terdiri dari urea 125.397 ton, organik 83.834 ton, dan SP-36 sebesar 86.445 ton.

Pupuk tersebut diperuntukkan bagi komoditas seperti udang, bandeng, nila, mas, gurame, lele, dan patin.

Dengan dukungan kapasitas produksi yang besar, sistem distribusi yang terintegrasi, serta kebijakan pemerintah yang berpihak kepada petani, Pupuk Indonesia optimistis dapat terus menjaga ketersediaan pupuk nasional dan mendukung ketahanan pangan Indonesia.

Tags: Pupuk Indonesia

Baca Juga

Pupuk Indonesia Apresiasi Kios dan Petani melalui Gebyar Petroganik dan NPK Pelangi Kakao
Pupuk Indonesia Apresiasi Kios dan Petani melalui Gebyar Petroganik dan NPK Pelangi Kakao
Diapresiasi Wapres, UMKM Binaan Pupuk Indonesia Siap Tembus Pasar Global
Diapresiasi Wapres, UMKM Binaan Pupuk Indonesia Siap Tembus Pasar Global
Pupuk Indonesia Siap Salurkan 9,8 Juta Ton Pupuk Subsidi Mulai 1 Januari 2026
Pupuk Indonesia Siap Salurkan 9,8 Juta Ton Pupuk Subsidi Mulai 1 Januari 2026
Pabrik Nitrat Pertama di Indonesia Dibangun di Karawang
Pabrik Nitrat Pertama di Indonesia Dibangun di Karawang
Satu Tahun Prabowo-Gibran, Pupuk Indonesia Perkuat Distribusi Subsidi untuk Dukung Swasembada Pangan
Satu Tahun Prabowo-Gibran, Pupuk Indonesia Perkuat Distribusi Subsidi untuk Dukung Swasembada Pangan

Populer

  • 1
    Rayakan HUT ke-32, Mapala PNUP Tanam Pohon di Jalur Pendakian Lembah Lohe
  • 2
    BNI Buka Suara Terkait Rp28 M Dana Nasabah yang Raib Dibawa Kabur Kepala Kantor Kas Andi Hakim Febriansyah
  • 3
    OJK Desak BNI Tuntaskan Kasus Dugaan Penyimpangan Dana Nasabah di KCP Aek Nabara
  • 4
    Mapala PNUP Tanam Pohon Bitti hingga Jeruk di Sepanjang Jalur Pendakian ke Lembah Lohe
  • 5
    VIDEO: Detik-Detik Billie Eilish Terharu dan 'Sujud Syukur', Saat Justin Bieber Nyanyikan Lagu untuknya di Coachella 2026

Ekonomi

  • Pasar Bergerak Cepat, Investor Ritel Kian Tertarik Saham Second Liner
    Pasar Bergerak Cepat, Investor Ritel Kian Tertarik Saham Second Liner
  • Tri Ibadah Tawarkan Internet Haji Hingga 30GB, Harga Mulai Rp650 Ribu
    Tri Ibadah Tawarkan Internet Haji Hingga 30GB, Harga Mulai Rp650 Ribu
  • Telkomsel Hadirkan Paket RoaMAX Haji 2026, Kuota Hingga 42 GB untuk Jemaah
    Telkomsel Hadirkan Paket RoaMAX Haji 2026, Kuota Hingga 42 GB untuk Jemaah

Peristiwa

  • Di Tengah Kabar Buruk Iklim, Narasi Harapan Jadi Strategi Baru Komunikasi Lingkungan
    Di Tengah Kabar Buruk Iklim, Narasi Harapan Jadi Strategi Baru Komunikasi Lingkungan
  • Isu Penamparan di Istana Jadi Sorotan, Tantangan TNI Hadapi Disinformasi Digital
    Isu Penamparan di Istana Jadi Sorotan, Tantangan TNI Hadapi Disinformasi Digital
  • Diplomasi di Ujung Tanduk: Gencatan Senjata AS-Iran Jadi Arena Tarik Ulur Strategi
    Diplomasi di Ujung Tanduk: Gencatan Senjata AS-Iran Jadi Arena Tarik Ulur Strategi
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID