LUMINASIA.ID, MAKASSAR - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memanfaatkan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) dengan tetap turun langsung memantau pelaksanaan program “Jumat Bersih” di sejumlah wilayah, Jumat pagi.
Munafri meninjau kegiatan tersebut dengan bersepeda bersama sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di dua kecamatan, yakni Wajo dan Ujung Tanah. Ia menyusuri wilayah Kelurahan Pattunuang dan Kelurahan Totaka untuk memastikan kegiatan kebersihan berjalan optimal.
“Jumat pagi ini kita kembali turun melihat teman-teman di beberapa wilayah di Kota Makassar. Hari ini kita ada di Kecamatan Wajo dan Ujung Tanah, tepatnya di Pattunuang dan Totaka bersama satgas kebersihan, drainase, serta RT/RW,” ujarnya.
Kegiatan gowes sambil meninjau kondisi lingkungan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam menjaga kualitas kebersihan kota, sekaligus memastikan pelayanan publik tetap berjalan meski dalam skema kerja fleksibel.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 06.20 WITA dari Rumah Jabatan Wali Kota. Rombongan kemudian bergerak menuju Jalan Bali, Kelurahan Pattunuang, Kecamatan Wajo, untuk melihat langsung aktivitas Jumat Bersih dan kondisi drainase di kawasan tersebut.
Di lokasi itu, Munafri menemukan saluran drainase yang mengalami penyumbatan cukup parah akibat endapan tanah dan tumpukan sampah. Bahkan, berdasarkan laporan Ketua RW 003 dan RW 004, sebagian drainase tertutup bangunan warga sehingga tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Wali Kota yang akrab disapa Appi. Ia menilai penyumbatan drainase berpotensi menghambat aliran air dan memicu banjir, terutama saat curah hujan tinggi.
Usai dari Pattunuang, Munafri melanjutkan peninjauan ke Jalan Cikalang 3, Kelurahan Totaka, Kecamatan Ujung Tanah. Di lokasi ini, ia melihat langsung aktivitas pembersihan drainase yang dilakukan satgas bersama masyarakat.
Munafri menegaskan, program Jumat Bersih merupakan bagian dari upaya mendukung arahan pemerintah pusat melalui Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Rapi, dan Indah), sekaligus mendorong partisipasi aktif warga dalam menjaga lingkungan.
“Bagaimana kita menjalankan arahan Bapak Presiden melalui program Indonesia ASRI. Ini bukan hanya dilakukan di hari Jumat, tetapi harus menjadi kebiasaan setiap hari di lingkungan masing-masing,” tegasnya.
Ia menambahkan, upaya menjaga kebersihan dan normalisasi drainase menjadi langkah penting dalam mencegah banjir di Kota Makassar. Selain itu, keterlibatan masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
“Ini bagian dari upaya mengantisipasi banjir, mulai dari pembenahan drainase hingga pemberdayaan masyarakat. Mudah-mudahan ke depan bisa berjalan lebih baik,” tutupnya.

