LUMINASIA.ID, Makassar — Selebgram kontroversial Mimi Peri kembali menjadi sorotan publik setelah potongan video wawancara lamanya beredar luas di media sosial. Video tersebut memicu perdebatan panjang mengenai batasan konten pribadi di ruang digital serta dampaknya terhadap masyarakat.
Dilansir Kapanlagi, video yang kembali viral itu berasal dari wawancara lama bersama Nikita Mirzani. Dalam cuplikan tersebut, Mimi Peri menyampaikan pandangan pribadinya terkait preferensi pergaulan, yang kemudian ditafsirkan beragam oleh warganet dan memicu polemik.
Perbincangan di media sosial berkembang pesat karena sebagian masyarakat menilai pernyataan dalam video tersebut sensitif dan berpotensi menimbulkan interpretasi negatif. Sejumlah pengguna media sosial bahkan menyerukan agar konten semacam itu tidak kembali disebarkan karena dikhawatirkan memicu kesalahpahaman atau kontroversi yang lebih luas.
Kontroversi ini juga membuka diskusi tentang tanggung jawab figur publik dalam menyampaikan pernyataan di ruang digital. Banyak pihak menilai bahwa pernyataan pribadi yang direkam dalam wawancara lama bisa memiliki dampak besar ketika kembali muncul di era media sosial yang serba cepat.
Sejumlah tokoh masyarakat ikut memberikan tanggapan. Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Cholil Nafis, menilai penyebaran konten yang memicu polemik moral sebaiknya dihentikan agar tidak menimbulkan dampak negatif, terutama bagi generasi muda yang aktif mengakses media sosial.
Di sisi lain, praktisi hukum Deolipa Yumara menjelaskan bahwa setiap dugaan pelanggaran hukum tetap memerlukan proses pembuktian yang jelas. Menurutnya, penyelidikan baru bisa dilakukan apabila terdapat laporan resmi serta bukti yang cukup.
Kasus viral ini kembali menunjukkan bagaimana konten lama dapat kembali muncul dan memicu kontroversi baru di era digital. Fenomena tersebut memperlihatkan bahwa jejak digital seorang figur publik dapat terus menjadi perhatian masyarakat meski pernyataan tersebut dibuat bertahun-tahun sebelumnya.

